
"Mau melanjutkan ciuman yang lebih menantang?" tanya Vince.
Cecile langsung menggeleng dan menutup wajahnya dengan selimut.
"Aku mau tidur, Vin. Jangan menggangguku," ucap Cecile.
Vince tertawa pelan dan melanjutkan pekerjaannya di depan laptop.
Cecile pun menutup matanya dan mulai tidur. Dia percaya Vince tak akan melakukan sesuatu yang mesum di saat dirinya tidur nanti.
*
*
Pagi harinya, Cecile mendengar ponselnya berbunyi. Cecile membuka matanya dan melihat wajah Vince yang tepat berada di depannya.
Cecile langsung terduduk karena kini dirinya tengah memeluk dada Vince yang tak memakai baju.
"Apa yang sudah kulakukan?" gumam Cecile berbisik.
Lalu Cecile beranjak dari ranjang dan mengangkat ponselnya yang ada di meja nakas.
"Ya, Mom?" ucap Cecile.
"Mommy sudah di bandara. Jemput mommy sekarang," jawab Yohana -- ibu Cecile.
"Whatt?? Bukankah aku bilang datang dua hari lagi?" tanya Cecile.
"Aku terlalu excited untuk bertemu calon menantuku, Honey," jawab Yohana.
"Mommy datang bersama uncle Joseph?" tanya Cecile.
"Tentu saja," jawab Yohana.
"Kalau begitu mommy naik taksi saja ke hotel. Bukankah ada uncle Joseph?" ucap Cecile.
"Mommy ingin bertemu calon menantu mommy dulu sebelum ke hotel," jawab Yohana.
"Oh God, dia masih tidur," ucap Cecile.
"Wait ... Kalian tidur bersama?" tanya Yohana.
"Ya," jawab Cecile.
"Really? Apakah kalian akan menikah karena kau hamil?" tanya Yohana.
"No, of course not," sahut Cecile.
"Jika kau sudah tidur bersamanya itu artinya kau sudah bisa menerimanya, Honey?" tanya Yohana.
"Aku menyukainya dan dia tahu keadaanku. Dan dia bilang kami tak akan pernah bisa bercerai," jawab Cecile.
"Mom, kami tak melakukan apapun di ranjang," kilah Cecile.
"Setidaknya dia bisa membawamu tidur bersama di ranjang tanpa paksaan, Honey. Hal yang tak bisa dilakukan oleh mantan-mantan suamimu," jawab Yohana.
"Baiklah, mommy akan pergi ke hotel dulu. Nanti kita makan malam bersama. Oke?" ucap Yohana.
"Oke, nanti aku akan mengirim pesan pada mommy," jawab Cecile
"Oke, bye. Lanjutkan tidurmu. Mungkin kau bisa melakukan pemanasan mulai saat ini," ucap Yohana.
"Mooommm, tutup teleponnya. Bye," kata Cecile dan menutup teleponnya.
*
Cecile menaruh ponselnya lagi ke di meja nakas. Dia melihat Vince bangun dan tampak menatapnya.
"Kau sudah bangun?" tanya Cecile yang kemudian duduk di pinggir ranjang.
Vince tak menjawab dan melihat rambut pendek Cecile yang acak-acakan.
Mata birunya tampak mengerjap melihat ke arah Vince yang masih terdiam.
"Mengapa kau melihatku seperti itu? Apa ada air liur di pipiku?" ucap Cecile sembari mengusap pipinya.
"Kau seperti anak monyet yang baru saja bertengkar dengan saudaranya," kata Vince.
Cecile mengerjapkan matanya lagi. "What??" Cecile memukuli wajah Vince berkali-kali menggunakan bantal.
Lalu Vince menarik bantal yang dipegang Cecile dan membuangnya hingga akhirnya tubuh Cecile terjatuh dan wajahnya tepat berada di atas bagian terlarang Vince.
Selimut yang dipakai Vince telah jatuh ke lantai dan Vince ternyata hanya memakai celanaa dalamnya saja.
"VIIINNNN!!!" teriak Cecile yang langsung bangun dan beranjak dari ranjang.
"Oh my God. Bilang saja jika kau tak sabar merasakannya, Bebe," ucap Vince dengan santai.
Cecile berbalik dan tak melihat ke arah Vince. "Kau tidur hanya memakai itu?" tanya Cecile yang tetap tak melihat ke arah Vince.
"Hmm, tidur seperti ini memang disarankan dan bahkan lebih bagus lagi jika tak memakai apapun ketika tidur. Nanti aku akan mencobanya setelah kita menikah," jawab Vince dengan santai.
"Uuurrggghh," geram Cecile dan berjalan menuju kamar mandi.
"Kau lupa semalam menjadikanku guling hingga pahamu menyentuh milikku?" tanya Vin.
"VIIIINN!! SHUT UP!!" teriak Cecile dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Pakai metodeku untuk menutup mulutku, Bebe," teriak Vince sambil tertawa.
Hiburan pagi ini cukup membuat mood Vince menjadi sangat baik.