
Vince menangkup wajah Cecile dan menciumnya lagi.
"Kurasa kita tak bisa melakukannya lagi beberapa jam ke depan karena aku sudah mengeluarkannya barusan," jawab Vince.
"Jadi aku tak akan bisa merasakan malam pertama yang sesungguhnya?" tanya Cecile dan mengerjapkan matanya.
"Bisa saja, asal kau berperan penuh dalam membangkitkan gairaahku lagi," jawab Vince menyunggingkan senyum jahilnya.
"Apa yang harus kulakukan?" tanya Cecile.
"Kau pernah melihat film pornno, kan? Kau pasti tahu apa yang para wanita lakukan pada sang pria," ucap Vince.
"Oh my ... No no no ... Aku tak mau melakukannya karena itu menjijikkan, Vin. Melihatnya saja aku takut apalagi memasukkannya ke mulutku," ucap Cecile yang ngeri membayangkan hal itu.
Mendengar hal itu spontan membuat Vince tertawa dan kembali menciumi bibir Cecile serta menyesapnya dalam-dalam.
Vince menggelitiki pinggang ramping Cecile dan membuat wanita cantik itu tertawa.
Di bawah selimut mereka tertawa bersama karena sama-sama saling menggelitiki tubuh masing-masing.
"Vin, stop!! Aku bisa mati karena tertawa kegelian!!" teriak Cecile.
Lalu Vince mendekap erat tubuh Cecile dan mencium bibirnya.
Kini tubuh polos mereka saling berhadapan dan merasakan sentuhan yang sempurna.
Cecile tak menyadari hal itu hingga akhirnya ada sesuatu yang mengeras kembali di atas perutnya.
"Tutup matamu," bisik Vince yang kembali merasakan puncak hasratnya kembali ketika Cecile bergerak menggeliat di bawah tubuhnya.
Cecile menutup matanya dan Vince menautkan bibirnya kembali pada bibir Cecile.
"Aku bersyukur kau tak melakukan hal ini dengan para mantan suamimu. Dan kau hanya akan menjadi milikku seorang," lirih Vince di atas bibir Cecile.
Cecile membuka matanya dan menatap mata biru muda Vince yang berwarna lembut itu.
"Aku memang menyebalkan dan akan selalu menyebalkan. Kau tak masalah dengan hal itu?" tanya Vince membelai pipi Cecile.
"Setidaknya aku mencintai pria menyebalkan yang tampan dan kaya raya," jawab Cecile tersenyum lebar.
Vince tertawa pelan lalu melumaat bibir Cecile. Cecile kembali menutup matanya ketika Vince mulai bergerak di area inntimnya.
"Aku akan melakukannya. Jangan sampai kau lari karena aku yang akan menderita menahan nafssuku," ucap Vince yang masih berusaha santai agar Cecile tak tegang.
Cecile menggigit dagu Vince. "Cepat lakukanlah agar aku bisa menyombongkan hal ini pada Thea dan Joan tengil itu," sahut Cecile.
Tak lama Vince pun mulai berusaha memasukkan miliknya ke dalam tubuh inti Cecile yang masih sangat rapat.
"Apakah sulit, Vin?"
"Kau adalah satu-satunya perawan yang pernah kugagaahi," jawab Vince.
"Beruntungnya dirimu mendapatkanku, Baby. Kau harus memberikan apapun yang kumau karena aku sudah memberikan hartaku yang paling ebrharga padamu," ucap Cecile.
"Apapun yang kau minta, Ma Chèrie," sahut Vince yang akhirnya berhasil memasuki adegan inti malam pertama ini.
"Aaakkhh." Cecile terpekik pelan ketika rasa asing itu terasa di inti tubuhnya.
"Bukalah matamu karena kau hanya akan melihat wajahku sekarang," bisik Vince.
Cecile membuka matanya dan menatap kembali mata sang suami.
Vince bergerak perlahan di atas tubuh Cecile dan tangan mereka saling bertautan.
"Aaahhhh," desah Cecile.
"Bagaimana pelayananku, Nyonya?" tanya Vince tersenyum menggoda.
"Puaskan aku. Aku akan membayarmu berapapun dan suamiku yang akan membayarmu," jawab Cecile yang ucapannya selalu membuat Vince tertawa.