
Dua hari kemudian ...
Vince dan Cecile berangkat bersama menuju kantor catatan sipil.
Ketika turun dari mobil, ternyata ada beberapa sahabat dan kerabat menunggi di sana.
"Hei, kalian di sini?" tanya Cecile yang melihat ke arah Thea dan Joan.
Mereka hanya melambaikan tangannya dan menyuruh Cecile dan Vince segera masuk ke kantor catatan sipil.
Vince menggandeng tangan Cecile dan kini mereka juga didampingi oleh orang tua mereka masing-masing.
Proses pernikahan mereka pun berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali.
Mereka berdua keluar dari kantor catatan sipil dan turun ke bawah menemui sahabat serta kerabat mereka yang menubggu di bawah.
Thea memberikan bouquet bunga berwarna putih sesuai dengan gaun putih yang dipakai Cecile.
"Thank you, Honey," ucap Cecile dan mencium kedua pipi Thea.
"Ingat, jangan kabur lagi dari malam pernikahanmu," bisik Thea.
"Doakan saja aku bisa melihatnya. Menurutmu apakah miliknya sangat besar?" tanya Cecile berbisik pelan yang membuat Thea tertawa geli.
"Justru itu yang akan membuatmu selalu memintanya lagi," bisik Thea.
"Oh my ..." Cecile menepuk lengan Thea.
*
*
Malam harinya, Vince dan Cecile mengadakan makan malam bersama dan membiat 0esta sederhana.
Setelah makan malam, mereka berdansa bersama begitu juga dengan tamu undangan lainnya.
"Jared menyuruh kita ke salah satu ranchnya. Kita akan pergi besok pagi," ucap Vince pada Cecile di saat mereka sedang berdansa.
"Kita akan berbulan madu di sana?" tanya Cecile.
Vince mengangguk dan menatap mata biru wanita yang kini telah menjadi istrinya.
"Oouuhh, i'm so sorry, Baby. Aku terlalu sibuk dengan para tamu kita tadi. Kau ingin ciuman dari istri sahmu yang cantik ini?" tanya Cecile menangkup rahang kokoh Vince.
Vince mengangguk dan semakin memeluk erat pinggang Cecile.
Lalu Cecile mengecup bibir Vince dan tangan pria itu menekan tengkuk leher Cecile agar dia bisa menyesapnya dalam-dalam.
Kini Vince menikmati bibir Cecile cukup lama dan terdengar suara siulan yang berasa dari teman-teman Vince yang juga merupakan teman Jared.
Vince melepaskan ciumannya. "Kau siap?" tanya Vince.
Cecile tak langsung menjawab dan masih merasakan bekas ciuman Vince di bibirnya.
"Aku tak akan melakukannya malam ini. Tenanglah," ucap Vince ketika Cecile belum merespon pertanyaannya.
Cecile mengangguk dan memeluk Vince. Kemudian mereka kembali berdansa dan menikmati pesta sederhana yang dilakukan di resort milik keluarga Kingsford.
Jared yang memaksa Vince untuk merayakan pernikahan mereka di resort milik keluarga Kingsford itu.
Semua tamu undangan akan menginap di resort yang letaknya di dekat pantai itu.
Kini Cecile dan Vince sudah masuk ke dalam kamar mereka.
Cecile terlihat kesulitan membuka resleting gaunnya yang berada di nagian punggung.
Sementara Vince sudah ada di dalam kamar mandi.
"Huufftt, mommy selalu saja membelikan gaun seperti ini," keluh Cecile yang akhirnya menyerah karena tangannya terasa pegal karena hal itu.
Tak lama kemudian, Vince keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah tampak segar.
"Ada apa?" tanya Vince yang melihat Cecile masih berdiri di depan cermin denga bibir mencebik.
"Aku tak bisa membuka gaunku," jawab Cecile.
"Aku suka bagian itu. Biar aku saja yang membukanya," sahut Vince dengan semangat.
"Jangan meraba-raba punggungku," ucap Cecile melihat Vince yang wajahnya sudah menyunggingkan senyum miringnya.
"Tidak, mungkin aku hanya akan mencium tengkuk lehermu," jawab Vince yang mulai membuka resleting gaun Cecile.