MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#46



Jared menerima pesan dari River bahwa Julius berada di sebuah bar kecil yang dulu cukup sering didatanginya.


Dia langsung ke bar itu di mana beberapa anak buah River sudah menunggunya di sana.


Setibanya di sana, Jared langsung masuk. Penjaga bar yang mengenal Jared tampak menyapanya.


"Hai, Jared. Sudah lama kau tak kemari," kata pria paruh baya itu.


Jared hanya tersenyum dan menepuk bahunya lalu masuk ke dalam bar.


Di dekat pintu masuk, anak buah River sudah menunggu Jared.


"Di arah pukul sembilan, Tuan," bisik pria muda itu.


"Hmm," jawab Jared singkat dan langsung menuju ke arah Julius yang tampak minum bersama beberapa temannya.


Jared mendatangi mejanya dan Julius belum sadar dengan kedatangan Jared.


Tak perlu banyak bicara, Jared langsung mengangkat kerah leher jaket Julius dan mengangkatnya hingga tubuh Julius menempel ke tembok.


Karena hal itu, keadaan bar menjadi ricuh. Di sinilah peran anak buah River. Mereka langsung mengambil kendali situasi bar dan menyuruh pengunjung keluar.


Julius tampak kaget melihat Jared yang kini tampak akan menyerangnya.


"Kau salah memilih lawan, Lius," ucap Jared dengan nada bicara yang masih santai.


"Kau pikir aku takut padamu?" ucap Julius yang masih berani menantang Jared.


"Kau hanya pemuda yang tersesat, Lius. Kau masih membela kakakmu yang brengsek itu? Karena dia, temanku mati akibat obat yang diberikan kakakmu. Kita impas, bukan?" kata Jared.


"Temanmu pemakai, Jared. Wajar jika kakakku memberikan obat yang dijual padanya." kekeh Julius.


"Maka dari itu, aku tak ingin ada korban lagi dan membuat kakakmu berhenti. Tapi dia tak mendengarkan kata-kataku dan aku tak punya pilihan lain selain melaporkannya," jawab Jared.


"Aku tetap tak akan memaafkanmu, Jared. Never," ucap Julius yang memegang tangan Jared yang mencekik lehernya.


"Jadi kau masih ingin menggangguku?" tanya Jared tersenyum smirk.


"Aku bahkan siap mati untuk itu," ucap Julius menantang.


Jared tertawa mendengar hal itu dan membanting tubuh Julius ke lantai kayu itu.


Julius tampak akan mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya tetapi Jared bergerak lebih cepat dengan menginjak tangan Julius.


Julius berteriak kesakitan karena hal itu.


Lalu Jared berjongkok dan mengambil sesuatu di balik jaket Julius. Jared memegang sebuah pistol yang dibawa oleh Julius.


Julius melihat tajam ke arah mata Jared dan wajahnya penuh kebencian pada Jared.


Lalu Jared membuang semua peluru yang ada di pistol itu dan kemudian melemparkannya ke atas lantai.


"Kau hanya bagaikan anak TK di depanku, Lius. Kau sama sekali tak ada apa-apanya," ucap Jared.


"Kau mau membunuhku? Bunuh saja jika kau berani," tantang Julius yang kemudian mencoba memukul Jared tetapi Jared menangkis tangan Julius dengan cepat.


Tinggi dan besar badan yang sangat jauh berbeda, membuat Julius tak bisa melawan Jared.


Bahkan Jared dengan mudahnya melempar Julius ke arah meja kursi di depannya.


BRAAKKKK ...


"Aku tak suka membunuh orang. Itu bukan pekerjaanku," kata Jared.


Julius merintih kesakitan tetapi masih sanggup tertawa.


"Kekasihmu cukup cantik juga. Aku bisa saja merebutnya jika kau tak bermain fisik seperti ini," ucap Julius dengan maksud membuat Jared terpancing.


Hal itu justru membuat Jared tertawa keras. "Apa yang kau punya hingga wanitaku bisa kau rebut, Lius? Hei, sadarlah, kau sangat jauh di bawahku."


Jared sengaja meremehkan Julius agar Julius semakin terpancing.


Lalu Julius mengambil kursi dan memukulkannya pada tubuh Jared.


Lagi-lagi Jared bisa menghindar dan menendang tubuh Julius hingga tersungkur jauh.


"Melawanmu bagaikan melawan semut bagiku. Terlalu mudah dan sama sekali tak seru," ucap Jared.


Kemudian Jared memanggil anak buahnya untuk membawa Julius karena tak mau berlama-lama berbicara dengan Julius yang terlalu banyak mengeluarkan omong kosong.


"Kau pengecut, Jared. Kau membawa anak buahmu untuk melawanku?" ucap Julius yang masih saja berkilah.


"Hmm, aku meminta bantuan mereka untuk membawamu rekreasi agar kau tak stres memikirkan aku," jawab Jared sembari menyalakan rokoknya lalu menghisapnya kemudian mengeluarkan asapnya pas di depan wajah Julius.


Anak buahnya memegangi tangan Julius. "Bawa dia ke hutanku dan lepas dia disana selama satu bulan," perintah Jared.


"Baik, Tuan."


"Hei, lepaskan aku!!!" teriak Julius memberontak.


"Tenanglah, kau tak akan kesepian di sana. Ada beberapa harimau dan banyak ular di hutanku," teriak Jared pada Julius.