
"Mom, kami akan berkuda bersama daddy," ucap Louis yang kini sudah berumur hampir 10 tahun.
"Jaga Gio dan juga Dior, Sayang," sahut Thea yang sibuk berkutat di depan laptopnya sembari mengawasi dua anak gadisnya Vea (Versace) dan El (Chanel) bermain di kolam renang.
"Kak Louis, aku ikut berkuda, " teriak Vea dari dalam kolam.
"Tidak, kau akan merepotkan. Di sini saja temani El," jawab Louis dan langsung berbalik agar tak ada drama merajuk dari Vea -- anak gadis Thea yang paling cerewet.
"Iiiissshhh ... Kakaaakkk ... Aku akan mengadukanmu pada Lian," teriak Vea.
"Vea, sudahlah, nanti kau bisa berkuda bersama mommy di sekitar sini saja," sahut Thea.
"Tapi aku ingin berkuda bersama daddy dan kakak, Mom." Thea mencebik.
"Kakak tak mau bermain denganku?" tanya El dengan logat cadelnya.
Vea melihat ke arah El dan menghela nafasnya lalu memeluk sang adik tercintanya itu.
"Tentu tidak, El Sayang. Kakak suka bermain denganmu," ucap Vea -- gadis kecil yang masih berumur 7 tahun itu.
Lalu Vea dan El pun melanjutkan permainan airnya di kolam renang. Thea tersenyum melihat sikap Vea yang terlihat begitu menyayangi adik bungsunya itu.
ELππ
VEAππ
*
*
Jared dan ketiga putranya baru tiba di mansion sekitar jam 7 malam. Ternyata mereka menghabiskan waktu bermainnya di rumah pohon setelah cukup puas berkuda.
Thea sudah menyiapkan banyak makanan lezat di meja makan panjang itu.
"Moommm ... Aku sangat lapar," teriak Gio yang baru saja masuk ke area ruang makan dan akan mencomot makanan dengan tangan kotornya.
"No no no ... Kau harus mandi dulu, Sayang. Pergilah ke kamarmu dan mandi lalu kita akan makan malam bersama," ucap Thea.
Lalu Jared berdiri di sebelah Gio dan mengambil irisan daging kemudian menyuapkannya ke mulut Gio.
"Thank you, Daddy. I love you," ucap Gio sambil mengunyah makanannya.
"Honey ..." protes Thea.
"Aku sudah cuci tangan di depan, Baby," sahut Jared dan menghampiri Thea lalu mengecup bibirnya.
"Mandilah. Kalian benar-benar kotor," ucap Thea yang juga melihat arah Gio serta Louis yang baru masuk ke dalam mansion.
"Oke, Mommy," jawab Gio dan Louis bersamaan.
Setelah itu, Thea memanggil kedua anak gadisnya yang sedang bermain di kamar mereka.
Thea membuka pintu kamar anak gadisnya.
CEKLEK ...
"Sayang, ayo kita makan malam," ajak Thea.
Vea dan El menoleh pada Thea. Mereka kemudian beranjak berdiri dan berlari menghampiri sang mommy cantiknya.
Thea menggandeng tangan kecil kedua putri cantiknya itu dan menuju ke ruang makan.
Setelah semuanya berkumpul, keluarga Jared Kingsford pun makan malam bersama dengan suasana hangat yang lumayan gaduh karena mereka tampak mengobrol dengan hebohnya.
"Dad, kapan uncle River datang ke sini lagi?" tanya Vea.
"Nanti daddy tanyakan," jawab Jared.
"Semoga mereka secepatnya kemari karena Lian berjanji akan kemari ketika libur musim panas," ucap Vea.
"Kau selalu mengganggunya jika Lian kemari. Itu akan membuatnya semakin malas kemari," ucap Louis.
"Aku tak pernah mengganggunya," protes Vea.
"Hei, habiskan makanan kalian cepat. Jangan berdebat," ucap Thea menegahi obrolan Louis dan Vea yang biasanya akan diakhiri dengan perdebatan yang membuat rumah semakin ramai.
"Ya, Mom," sahut Louis.
Setelah makan malam, Thea dan Jared duduk di depan beranda yang menghadap langsung ke arah hutan.
Mereka duduk di kursi malas dengan posisi Thea memeluk tubuh Jared dan menyandar di dadanya.
Sedangkan anak-anak mereka bermain sendiri di halaman beranda. Louis menjaga adik-adiknya dan memberikan kembang api satu persatu.
"Ingat, jangan sampai kembang api itu jatuh di atas dedaunan kering, Sayang!!" teriak Thea.
"Ya, Mom. Tanah di sini basah karena baru saja hujan. Jadi tak akan membakar apapun," jawab Louis.
Jared meminum sodanya dan mencium puncak kepala Thea.
"Kau yakin El akan menjadi anak bungsu seterusnya?" tanya Jared.
Thea tertawa pelan. "Ya, mereka membutuhkan perhatianku dan aku sudah puas dengan kelima anak kita yang sehat dan lucu-lucu itu. Dan aku mengakui sudah kalah pada Beau," ucap Thea.
"Lalu apa keinginan Beau untuk hadiah kemenangannya?" tanya Jared.
"Vea. Dia ingin Vea. Vea sangat menyukai Rillian dan Beau mau kelak Vea menjadi menantunya," jawab Thea.
"Oh God. Taruhan kalian benar-benar tak main-main. Dia menginginkan anak gadis kesayanganku," ucap Jared.
Thea tertawa dan mengecup bibir Jared.
"I love you, Mr Kingsford. Kita akan menua bersama dengan bahagia," lirih Thea mendongakkan kepalanya melihat sang belahan jiwanya.
Jared menatap mata wanita cantik yang berwarna biru itu.
"I love you too, Baby. I feels so damn lucky to have you and never lets you forget that," balas Jared dan mencium bibir Thea di tengah berisiknya suara anak-anak mereka yang bermain kembang api.
THE END ...