
Thea dan Jared memberitahu semua anggota keluarga mereka tentang kehamilan Thea di ruang tengah di mana mereka sedang berkumpul.
Mereka semua menyambut gembira kehamilan Thea termasuk Cecile yang kini sedang memeluk Thea.
"Apakah aku harus melakukan inseminasi buatan agar aku bisa hamil juga, Thea?" tanya Cecile.
Thea tertawa dan mencubit bokong Cecile.
"Kau masih sangat normal, Cecile. Lakukanlah dengan cara alami," jawab Thea.
Cecil berdecak. "Terapi aku, Thea. Bukankah kau seorang psikolog?" Cecile memegang tangan Thea seraya memohon.
Lalu Thea berbisik di telinga Cecile. "Kau bisa melakukannya bersama Vince, Cecile. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui, bukan?" ucap Thea.
"Tidak, aku masih tak berani. Aku kapok mencobanya," jawab Cecile.
"Itu semua tergantung dirimu. Apa kau ingin hidup tua sendirian?" tanya Thea.
Cecile menggeleng dan mencebik.
"Jadi, cobalah lebih keras lagi," ucap Thea.
"Dengan menikahinya?" tanya Cecile.
"Oh my, lalu kau akan bercerai lagi jika gagal?" Thea mencubit pipi Cecile.
"Tidak, kali ini aku benar-benar menyukainya. Kami bisa menjadi teman hidup saja, bukan?" tanya Cecile.
"Lalu Vince akan mencari wanita lain untuk menghangatkan ranjangnya. Kau mau dia seperti itu?" ucap Thea.
Cecile menggeleng kemudian berbalik dan berjalan lesu menuju beranda depan.
Thea hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Cecile.
"Ada apa?" tanya Jared memegang pinggang sang istri.
"Tidak ada apa-apa. Cecile hanya meminta pendapatku saja," jawab Thea.
Lalu Jared nengecup bibir Thea dan membawanya ke area beranda depan di mana banyak yang berkumpul di sana.
*
*
"Joan, kau tak ikut?" tanya Cecile.
"Ya, bukankah itu bagus? Kau akan bisa merayunya lebih leluasa," jawab Joan.
"Tapi aku takut kalau hanya berdua saja dengannya di dalam mobil. Bagaimana jika dia berbuat tak senonoh padaku?" tanya Cecile.
Joan tertawa. "Kau pikir kakakku semurah itu?"
"Aku hanya takut saja," jawab Cecile.
"Kalau begitu, tak usah ikut. Kau bisa menyewa mobil sendiri atau ikut dengan keluarga Thea yang akan ke London."
"Huuuffttt ..." Cecile sepertinya tak punya pilihan lain selain ikut Vince. Lagi pula Vince juga tak terlalu suka dengannya, tapi Cecile tetap saja takut karena perjalanan ini lumayan jauh.
"HEI!!! Kau jadi ikut denganku atau tidak??!" teriak Vince dari bawah beranda.
"Vin!! Jangan tinggalkan aku!!!" teriak Cecile yang menarik kopernya dengan terburu-buru.
Joan hanya tertawa melihat tingkah Cecile yang hampir saja terjungkal karena kopernya yang berat.
Cecile menoleh ke arah Joan. "Pekerjaanmu hanya tertawa saja, Joan. Carilah pekerjaan lain," kata Cecile.
"Itu memang pekerjaanku, Cecile. Menertawakan orang," teriK Joan.
"Vin!!! Bantu aku mengangkat koperku!!" teriak Cecile pada Vince yang sudah berdiri di dekat mobilnya.
Jared dan Thea juga ada di dekat mobil Vince untuk melepas kepergian mereka.
"Dia selalu merepotkan," ucap Vince dan menghampiri Cecile.
Lalu Vince mengangkat koper besar Cevile itu dengan cukup mudah ke atas bahunya.
Cecile berlari kecil di belakang Vin. Thea tampak tersenyum padanya dan Cecile memeluknya.
"Thank you, Thea. Doakan aku selamat sampai tujuan," ucap Cecile.
"Hmm, nanti telepon aku jika sudah sampai di London" kata Thea.
"Ya, bye," sahut Cecile dan berpamitan juga pada Jared.
"BYEEEE!!!" teriak Cecile pada Thea dan Joan sambil mengangkat tangannya.