
Cecile dan Joan ikut membantu mempersiapkan pesta kostum. Thea memakai kostum pocahontas sedangkan Jared memakai kostum indian.
Cecile juga memakai kostum rapunzel dengan rambut pendek.
Dan Joan kostum robin hood sesuai dengan kepribadiannya yang tomboy.
Sedangkan Vince dengan kostum koboy yang amat sangat simple.
Sedangkan semua keluarga Thea memakai kostum yang beraneka macam.
Begitu juga dengan pegawai Jared yang menikmati pesta malam ini. Mereka bahkan menyiapkan semua masakan tradisional yang dimasak oleh kerabat-kerabat mereka.
Jared dan Thea yang memerintahkan mereka untuk melakukan itu. Mereka ingin membuat pesta yang merakyat dan meriah.
Thea tampan menari dengan Jared. Mereka menyewa pemusik dari London yang merupakan kenalan Jared.
Jared memeluk pinggang Thea dan memutar tubuhnya dengan begitu mudah serta terlihat ringan.
"Honey, sepertinya kita akan pesta sampai pagi," ucap Thea yang kemudian mengecup bibir Jared.
Jared mengangguk.
"I love you," sahut Jared dan mengecupi bibir Ta dengan banyak ciuman.
Thea tertawa dan memeluk Jared. Rey dan Galy yang melihat mereka dari jauh tampak tersenyum dan tertawa pelan.
"Dia memang titisanmu," ucap Galy pada Rey.
"Kau juga seperti itu, Baby," jawab Rey memeluk pinggang sang istri cantiknya meskipun umurnya sudah tak muda lagi.
"Kita akan langsung pulang besok, Sayang?" tanya Galy.
"Ya, semuanya akan lansgung pulang besok kecuali keluarga Bryce. Mereka akan di sini seminggu lagi," jawab Rey.
Galy mengangguk dan melihat ke sekitarnya di mana anak cucunya serta beberapa kerabat dan sahabat tampak menikmati pesta kostum itu.
Dia ikut bahagia dengan pesta yang diadakan oleh Thea dan Jared yang di luar kebiasaan keluarga mereka.
*
*
"Vin, ayo menari denganku," ajak Cecile yang menghampiri Vince.
Vince menggeleng.
"Come on, Vin. Kita harus bersenang-senang di pesta ini," paksa Cecile dengan mengerjapkan matanya berkali-kali seakan merayu Vince.
"Aku tak bisa menari," jawab Vince yang kemudian meminum minuman dinginnya.
Lalu Cecile menarik tangan Vince dan membuat Vince beranjak berdiri dari kursinya.
Kemudian Cecile membawanya ke tengah kerumunan di mana orang-orang sedang asyik menari.
Lalu Cecile berbalik dan mengangkat tangan Vince ke atas. Cecile menari di depan Vince.
Vince hanya diam dan memandangnya datar. Lalu tiba-tiba Vince merengkuh pinggang Cecile dan membuat tubuh mereka menempel.
Vince mengarahkan wajahnya ke telinga Cecile.
"Jika kau ingin menggodaku, siapkan dirimu untuk kuajak langsung ke ranjangku. Aku tak suka hubungan yang biasa saja. Aku lebih suka yang luar biasa," ucap Vince dengan tenang.
Wajah Cecile tetiba memerah karena mendengar hal seperti itu dari mulut Vince.
Benar kata Joan, Vince memang tak banyak bicara, tetapi sekali berbicara dia tak pernah menyaring ucapannya.
"Kita bisa berteman, bukan?" ucap Cecile dengan tersenyum canggung dan menahan dada Vince agar tubuh bagian bawahnya tak menempel.
"Tidak, aku tak suka berteman dengan wanita yang menyukaiku," jawab Vince dengan mendekatkan wajahnya ke arah Cecile.
"Ya, aku memang menyukaimu, dan aku ingin berteman denganmu," kata Cecile tersenyum.
"Sudah kubilang aku tak suka hubungan yang biasa saja. Itu tidak menarik. Menjauhlah dariku," ucap Vince yang kemudian melepaskan tangannya dari pinggang Cecile.
Lalu Vince pergi dari hadapan Cecile dan menuju ke arah tempat duduknya tadi.
"Bagaimana? Kau pasti tak berhasil merayunya," ucap Joan di di belakang telinga Cecile.
"Kurasa dia sealiran dengan Jared, Joan. Ucapannya hanya seputar ranjang," sahut Cecile.
Joan tertawa. "Dia adalah pria dewasa yang membutuhkan hal itu, Cecile."