
Setibanya di mansion, Thea menggandeng tangan Jared dan membawanya masuk ke dalam. Jared berjalan santai dan masuk bersama Thea ke dalam.
Thea langsung menghentikan langkahnya ketika dirinya melihat semua kakaknya dan sang daddy serta mommynya duduk di ruang tamu.
"Ada apa ini? Apakah kalian menyambut kedatangan Jared?" tanya Thea.
"Duduklah," ucap Rey pada Thea dan Jared.
Jared tersenyum tipis pada Rey, Galy serta kakak kembar Thea.
Lalu Thea dan Jared pun duduk di sofa. "Wait ... Ada apa ini? Aku seperti akan menghadapi sidang," ucap Thea.
Kemudian Jared mengeluarkan sesuatu dari jaketnya dan meletakkan barang mungil itu di meja.
Thea melihat ke arah Jared. "Honey, apa itu sebuah cincin?" tanya Thea.
Jared mengangguk tapi matanya masih melihat ke arah Rey, sang tuan rumah.
"Aku ingin melamarnya. Kami saling tertarik dan izinkan aku menikahinya," ucap Jared tenang.
Semua tampak terdiam dan belum menanggapi apapun termasuk Thea yang tampak terkejut. Dia tak menyangka Jared akan melamarnya sekarang.
Thea mengerjapkan matanya dan masih tertegun melihat Jared.
"Baru kali ini mommy melihatmu terdiam, Thea. Apa kau tersadar akan sesuatu bahwa ini bukanlah suatu permainan?" tanya Galy.
Thea mengangguk dan memeluk Jared. "I love you," ucap Thea.
Tentu saja hal itu membuat mereka berempat sedikit terkejut karena Thea sangat serius dengan hal ini bahkan dia mengungkapkan perasaannya pada Jared di depan keluarganya.
Jared juga tak menyangka Thea akan mengatakan hal itu padanya. Dia berpikir apakah Thea adalah hadiah dari Tuhan yang diturunkan untuknya? Seseorang yang akan mengusir rasa kesepiannya selama ini.
Tangan Jared merengkuh pinggang Thea. "Thank you," bisik Jared.
"Kau serius melamarku?" tanya Thea lagi yang masih memeluk Jared.
Cukup lama mereka berpelukan hingga lupa masih ada keluarga Thea di sana.
"Kalian bisa melanjutkan drama kalian nanti saja," ucap Damon.
Lalu Thea melepaskan pelukannya dan melihat daddynya. Dia mengerjapkan matanya seakan memohon agar lamaran Jared diterima.
"Untuk kebahagiaanmu, daddy pasti akan merestui kalian, Sayang," ucap Rey tersenyum.
Thea langsung berdiri dan memeluk Rey lalu mencium pipinya. "Thank you, Dad," lirih Thea.
Rey, Damon dan Dillon sudah menyelidiki latar belakang Jared dan sebelumnya mereka sudah berembuk untuk masalah ini.
Rey tahu bahwa kali ini Thea serius dan tak bermain-main lagi seperti sebelumnya, meskipun secara hitungan waktu, mereka baru saja mengenal dalam hitungan minggu saja.
"Kau yakin dengan pilihanmu?" tanya Rey dan Thea masih duduk di atas pangkuan sang daddy.
Thea mengangguk dan kemudian memeluk Rey lagi. Rey mengusap punggung putri kesayangannya itu dengan perlahan.
Meskipun Thea sering melanglang buana ke berbagai negara, tetapi Jared masih merasa akan sedikit kehilangan karena pernikahannya nantinya.
Thea akan menjadi milik Jared dan tak akan lagi terlalu membutuhkannya untuk mengurusi hidup Thea.
"Aku akan selalu menjadi putri daddy. Aku hanya membantu daddy untuk menambah keturunan keluarga Robert," ucap Thea yang tetap absurd di situasi yang cukup serius itu.
Galy spontan memukul pelan bokong Thea. Meskipun begitu matanya tampak berkaca-kaca.
Thea melihat Galy dan memeluknya juga. "Inggris dan Swiss lumayan dekat, Mom. Mommy bisa mengunjungiku kapan saja," kata Thea.
Galy tertawa pelan tetapi dengan masih menahan air matanya agar tak keluar. Dia tak menyangka putri nakalnya akan menikah secepat ini karena melihat sikap Thea yang biasanya tak terlalu suka diatur dan suka kebebasan.
"Kau tak akan bebas seperti dulu lagi, Sayang," ucap Galy.
"Aku merasa bebas jika bersamanya," jawab Thea tersenyum dan melepaskan pelukannya.