MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#92 (CECILE-VINCE)



"Vince mau menikah?" ucap Jasper -- ayah Vince -- pada sekretarisnya.


"Ya, Tuan. Aku menerima info ini dari rekan bisnis Tuan Vince."


"Dia tak mengundangku? Dasar anak kurang ajar," kata Jasper dengan sedikit emosi.


Sekretaris itu tak menjawab apapun dan kemudian keluar dari ruangan bosnya.


Tak lama, istri Jasper yang tak lain adalah mantan Vince masuk ke ruangan Jasper.


"Apa kita jadi pergi ke undangan makan siang?" tanya Mia.


"Ya, tunggu," jawab Jasper yang masih terlihat tampan meskipun sudah berumur 55 tahun.


"Wajahmu terlihat sedikit kesal, Sayang," ucap Mia.


"Vince akan menikah dan dia tak mengundangku. Dia benar-benar kurang ajar," jawab Jasper.


Mia tampak sedikit terkejut mendengar kabar itu. "Dengan siapa?" tanya Mia.


"Entahlah, aku tak peduli. Mungkin dia memungut wanita di jalanan," jawab Jasper seadanya.


"Kau menyindirku?" tanya Mia sedikit tak terima.


Jasper tertawa pelan. "Selama kau menjadi istri yang penurut dan selalu memuaskanku, aku akan tetap mempertahankanmu, Sayang," ucap Jasper.


Mia tak menanggapi apapun. Sebenarnya Mia sangat menyesal dengan keputusan yang diambilnya ketika menerima lamaran Jasper dan mendepak Vince.


Tapi dia tak bisa mundur dengan keputusan yang diambilnya. Dia membutuhkan banyak uang untuk membiayai ayahnya yang terbaring sakit di rumah sakit hingga saat ini.


Dan dia tak tahu bahwa Vince adalah pria kaya raya yang kebetulan suka berpenampilan urakan hingga membuat Mia meremehkannya dan memilih Jasper sebagai suaminya yang tak lain adalah ayah Vince.


Mia sebenarnya mencintai Vince tapi sekali lagi dia membutuhkan uang Jasper kala itu dan harus membuat keputusan dengan cepat ketika ayahnya harus dioperasi.


Jasper menyukai Mia ketika bertemu dengannya di sebuah restoran tempat Mia bekerja. Mia yang cantik dan memiliki kullit eksotis berhasil mengambil perhatian Jasper yang sering mengunjungi restoran itu.


Dan Mia pun merespon perhatian yang diberikan oleh Jasper dan akhirnya menerima lamaran Jasper dengan mengabaikan perasaan Vince yang sudah mencintainya.


*


*


"Ada undangan pameran sekaligus makan siang di sebuah galeri seni milik anak rekan bisnisku," jawab Vince yang memasang dasinya.


"Kau semakin tampan memakai setelan jas itu," ucap Cecile melihat ke arah Vince kemudian memperbaiki letak dasi Vince yang menurutnya kurang rapi.


"Done," ujar Cecile.


"Kau selalu se-glamour ini?" tanya Vince.


Cecile mengangguk. "Aku suka berpenampilan seperti ini. Inilah yang membuatku dan Thea cocok. Karakter dan kesukaan kami sama," jawab Cecile dan kemudian mengecup bibir Vince.


"Kau mulai berani rupanya. Jangan menghindar jika tiba-tiba aku melumaat bibirmu," kata Vince menampilkan senyum smirknya yang menggoda itu.


"Ooooh ... Aku takut dengan ancamanmu, Vin," jawab Cecile dengan wajah akting dramatisnya.


"Ayo berangkat. Kita sudah telat," ucap Vince.


"Aku suka jika telat, karena itu artinya kita akan menjadi pusat perhatian di acara itu," jawab Cecile yang mengapit lengan Vince dengan tangannya.


Cecile menggunakan gaun tertutup Chanel berwarna putih dengan panjang di atas lutut serta tas Hermes pink dan sepatu bermerk Christian Louboutin dengan warna pink juga.


"Let's go, Baby," ucap Cecile dengan sikap genitnya seperti biasa.


"Apakah kau selalu genit seperti itu?" tanya Vince.


"Hanya padamu, Baby," jawab Cecile dengan mengerjapkan mata indahnya.


"Aku jadi ingin melepas bulu mata palsumu itu," sahut Vince.


"Ini bulu mata asliku, Vin. Ya, aku tahu bahwa bulu mataku memang terlalu indah hingga banyak orang mengira ini adalah bulu mata palsu. Aku anggap itu pujian darimu," ucap Cecile yang semakin mengerjapkan matanya dengan genit sembari tersenyum cantik.


Vince hanya menggelengkan kepalanya saja dengan kenarsisan Cecile itu.