
"Ada apa?" tanya Thea yang duduk di samping Jared.
"Ada yang mengikutiku," jawab Jared.
"Kau punya musuh?" tanya Thea.
"Tidak, aku bahkan sudah tahunan tak kemari," jawab Jared.
"Mungkin musuh dari masa lalumu?" ucap Thea.
Jared mengedikkan bahunya.
"Mungkin ada yang pernah sakit hati padamu tetapi kau tak menyadarinya," kata Thea lagi yang menggunakan ilmu psikologinya untuk menganalisis suatu masalah.
"Aku bergaul dengan banyak orang dan semua kalangan. Dan aku tak pernah mencari musuh," ucap Jared.
Thea sangat tahu sifat Jared yang easy going dan cukup ramah pada semua orang jadi mustahil jika Jared memiliki musuh.
"Mungkin ada kaitannya dengan wanita?" tanya Thea.
"Kau seperti psikolog yang menginterogasi pasiennya, Baby," ucap Jared tertawa pelan.
"Ini case yang cukup menarik bagiku. Aku bisa membuatnya menjadi salah novel yang penuh diksi," ucap Thea.
"Bukankah kau tak suka merangkai kata-kata kiasan? Mengapa kau menulis diksi?" tanya Jared.
"Aku tak suka jika mengatakannya. Aku lebih suka menuangkannya ke dalam tulisanku," jawab Thea.
"Come on ... jawab pertanyaanku tadi," kata Thea lagi.
"Wanita? Aku pernah mengatakan padamu aku tak pernah berpacaran. Tapi aku memiliki banyak teman wanita," ucap Jared.
"That's it. Mungkin ada yang cemburu padamu dulu karena wanita yang disukainya menyukaimu. Masuk akal, bukan?" kata Thea.
Jared langsung tertawa mendengar hal itu.
"Jangan tertawa. Aku sedang membantumu memberi pencerahan tentang kasusmu ini, Honey," ucap Thea.
"Aku tak terlalu suka membicarakan masa lalu, Baby. Itu adalah masa mudaku dan semua orang pasti mengalami hal lumrah seperti itu?" kata Jared.
Jared melihat ke arah Thea dan mengangkatnya ke atas pangkuannya.
"Kau wanita paling tengil yang pernah kutemui," kata Jared sembari mengecupi wajah dan bibir Thea.
"Dan paling cantik. Jangan lupakan itu," kata Thea.
"Hmm, kau sangat cantik dan akan menjadi istriku seminggu lagi. Kau sudah menyiapkan daftar aturan untukku?" tanya Jared dan melihat wajah cantik Thea yang berada tepat di depan wajahnya.
"Aku sedang memikirkannya. Tapi aku sudah mendapatkan beberapa point," jawab Thea tersenyum.
"Katakan apa itu?" tanya Jared.
"Kau tak boleh bersenang-senang tanpaku. Lalu setiap hari kita akan sharing tentang kebiasaan yang kau dan aku tak sukai di hari itu. Jika ada masalah aku tak ingin berlarut-larut dan jika bisa, kita harus menyelesaikannya hari itu juga."
"Tak boleh ada yang kau sembunyikan dariku termasuk jumlah semua uang di rekeningmu." Thea tersenyum lebar.
"Lalu apakah aku boleh tahu berapa jumlah uang di rekeningmu?" tanya Jared.
"Sangat boleh. Karena kau akan selalu mengisinya jika isi di dalam rekeningku tinggal sedikit," jawab Thea.
Jared tertawa kembali dan itulah yang membuatnya betah bersama Thea. Thea selalu membuatnya tertawa dan selalu bisa membuat mood menjadi lebih baik.
"Sekarang aku bertanya padamu. Apa salah satu aturanmu padaku?" tanya Thea.
"Tak ada perselingkuhan," jawab Jared singkat.
"Aku tak akan pernah melakukan hal itu." Thea memeluk Jared dan mencium ceruk lehernya.
"Jika aku menyebalkan, kita cari jalan keluarnya dan jangan pernah meninggalkanku," ucap Jared dengan cukup serius.
Thea melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan Jared dan mata birunya.
"If you fall in love with their soul before you touch their's, it's true love. Itu yang kurasakan padamu. Kau belum menyentuhku tetapi aku sudah begitu mencintaimu. Jadi kau adalah cinta sejatiku, Honey. Aku tak akan pernah meninggalkanmu. Itu bukan gayaku," ucap Thea lalu mereka pun berciuman.