
Keesokan harinya kegiatan Thea dan Jared tak jauh-jauh dari sekitar hutan dan memotret.
Thea menikmati moment ini karena pada dasarnya dia sangat suka dengan hal-hal seperti ini seperti uncle Byrce dan sepupunya -- Andrei yang sangat menyukai petualangan.
Thea sengaja membuat bekal piknik untuk di makan di atas bukit bersama Jared. Kini mereka tampak duduk di bawah pohon rindang dengan pemandangan gunung yang indah.
Thea seperti biasa merebahkan kepalanya di atas paha Jared yang menurutnya tempat ternyaman baginya.
"Enak sekali udara di sini. Aku ingin tidur sebentar," ucap Thea.
"Tidurlah," sahut Jared dan mengusap kepala Thea dan membuat Thea semakin mengantuk.
*
*
Menjelang sore, Thea dan Jared kembali ke mansionnya mewahnya dan Thea langsung membersihkan dirinya di kamar mandi.
Sedangkan Jared masih sedikit sibuk menerima beberapa panggilan telepon dari para pegawainya di beberapa negara.
Setelah mandi, Thea menuju dapur untuk siap-siap memasak makan malam mereka berdua.
Thea melihat Jared masih berada di beranda depan dan tampak serius berbicara di telepon.
15 menit kemudian, Jared masuk ke dalam mansion dan langsung menuju kamar atas untuk mandi.
"Aku akan mandi dulu, Baby," ucap Jared.
"Ya," jawab Thea sambil memotong sayuran yang akan dibuatnya menjadi salad.
Setengah jam kemudian, makanan pun telah siap dan Thea masih belum melihat Jared turun.
"Honey!!! Ayo kita makan!!!" teriak Thea.
"Ya, i'm coming, Baby," sahut Jared.
Jared terlihat sudah tampak segar dan tak mengenakan bajunya karena memang udara hari ini sedikit lebih panas.
"Ayo makan," ucap Jared dan duduk di ruang tengah seperti kemarin.
Thea makan sambil melihat tubuh Jared yang tentu saja membuatnya terpesona dan lumayan tergoda untuk menyentuhnya.
Sedangkan Jared masih fokus dengan beberapa pesan penting di ponselnya.
Jared mengangguk. "Ada kecelakaan kerja, tetapi sudah ditangani oleh asistenku," jawab Jared.
"Oh my God. Apakah parah?" tanya Thea.
"Tidak, tapi hampir saja dia kehilangan tangannya," ucap Jared.
"Semoga dia baik-baik saja," kata Thea ikut prihatin.
"Ya, dia ditangani oleh dokter terbaik," sahut Jared.
Dua puluh menit berlalu, Thea sudah menyelesaikan makannya, begitu juga dengan Jared.
Seperti biasa, Jared akan membantu Thea membereskan semua peralatan makannya dan menaruhnya di alat pencuci piring otomatis.
Setelah itu mereka pun kembali ke ruang tengah yang menjadi tempat favorit mereka sambil menikmati camilan buah.
Thea bersandar di atas pangkuan Jared sambil bersantai dengan mulut mengunyah buah strawberry yang rasanya manis itu.
Jared mengusap-usap perut Thea yang ada di pangkuannya sembari berbicara di telepon kembali dengan pegawainya yang ada di Rusia.
Thea menggerakkan sedikit bokongnya dan tentu saja membuat Jared sedikit terpancing karena ulah nakal Thea itu.
Jared menahan tubuh Thea agar tak bergerak lagi. Thea tertawa pelan karena memang sengaja menggoda Jared yang sedan sibuk menelepon.
Lalu Thea menaruh garpunya dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Jared. Thea mulai mengusap dada polos Jared dengan jari-jemari lentiknya.
Jared menggelengkan kepalanya untuk memberi tanda pada Thea jangan melakukan hal itu.
Tetapi Thea justru tak berhenti dan malah menjilat puncak dada Jared dan menguluumnya.
"Oh shiiiitt!!" umpat Jared dengan suara berbisik.
"Baby, don't do that," bisik Jared yang masih menelepon.
"No, aku akan tetap melakukannya," bisik Thea nakal dan menjilat telinga Jared dan kakinya menggesek pangkal paha Jared.
Jared tak punya pilihan lain selain menutup ponselnya secara sepihak dan kemudian menaruhnya di atas meja.
Dia menangkup wajah cantik Thea yang sudah melanglang buana di dadanya yang terbuka.
"Kau benar-benar nakal," ucap Jared dan kemudian mencium bibir Thea.