MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#72



Sesampainya di apartemen Phoenix, Thea dan Jared langsung menuju ruang tengah. Thea memakan makanan yang tadi dibelinya. Sedangkan Jared hanya menemaninya saja sambil menonton film di televisi jumbo yang ada di depannya.


"Kalian tak tidur?" tanya Phoenix yang mengambil air di dapurnya.


"Tidak, kami sudah sangat puas tidur di kereta tadi," jawab Thea.


"Tidur atau bercinta?" tanya Phoenix.


"Dua-duanya dengan persentase tidur 10 persen dan bercinta 90 persen. Jangan iri, Phoe," jawab Thea sambil mengunyah makanannya.


"Baby, jangan memanasinya karena katamu dia sedang single, bukan?" timpal Jared.


Phoenix mencebik. "Ya, jangan mengotori otakku dengan kemesuman kalian yang hakiki itu," balas Phoenix.


"Pergilah tidur, Phoe. Mungkin kami akan bercinta lagi nanti di sofa ini," ucap Thea absurd.


"Bisakah kau sedikit berbicara normal, Kak. Sepertinya kalian benar-benar pasangan sejati," jawab Phoenix yang menaruh gelasnya dan akan kembali ke kamarnya.


"Ya, tentu saja. CInta kami sangat sejati. Nanti kuberi tahu kiat-kiat apa saja yang bisa kaulakukan untuk mencari cinta sejatimu," balas Thea.


"Whatver," ucap Phoenix pergi dari sana.


"Phoe!!! Pakai headsetmu agar tak mendengar suara ******* kami!!!" teriak Thea.


Jared tertawa mendengar Thea yang memang suka sekali menggoda adik bungsunya itu, sama dengan Damon -- kakak sulungnya.


Setelah makannya selesai. Thea dan Jared tidur berpelukan di sofa itu sambil nonton film yang sepertinya masih akan lama durasinya.


*


*


Keesokan harinya, Thea dan Jared bangun agak siang. Mereka masih mengantuk dan lelah karena perjalanan jauh yang ditempuh kemarin termasuk kegiatan bercinta mereka yang cukup menguras tenaga malam kemarin.


Jared dan Thea langsung bersiap untuk menuju rumah hutan mereka menaiki helikopter yang sudah disiapkan Jared di atas helypad apartemen Phoenix.


"Phoe, kau benar tak ingin ikut kakak naik helikopter?" tanya Thea.


"Oke, kakak berangkat terlebih dulu," pamit Thea.


"Ya, berhati-hatilah," sahut Phoe.


"Bye, Phoenix," ucap Jared.


"Bye."


Lalu Jared dan Thea pun pergi dari aparteman Phoenix menuju helypad. Jared sudah menyuruh semua pegawainya untuk menyiapkan semua pesta pernikahannya di hutan.


Dia juga akan mengundang semua pegawai dan keluarganya untuk mengikuti pesta kostum sesuai keinginan Thea itu.


Dalam waktu tak sampai satu jam saja, Thea dan Jared sampai di rumah hutan mereka.


Thea begitu senang ketika kembali ke rumah hutannya yang kini tampak sedikit lebih lebar karena Jared sudah merenovasinya meskipun ada beberapa bagian yang belum selesai.


Tapi sejauh mata memandang, rumah itu sudah sangat indah di mata Thea.


"Aku merindukan tempat ini," ucap Thea merentangkan tangannya lebar-lebar.


"Kita dan para pegawai akan menyiapkan pestanya besok, Baby. Bersiaplah," ucap Jared memeluk pinggang Thea dari belakang.


Thea mengangguk dan berbalik menghadap tubuh Jared. Lalu Thea mencium bibir Jared.


"Aku sangat bahagia menjadi istrimu." Thea tersenyum dan Jared mengangkat tubuh Thea agar bisa menyeimbangi tinggi tubuh Jared.


"Me too. Apakah aku harus mengeluarkan kata-kata indah lagi untukmu?" tanya Jared tersenyum miring.


Thea tertawa. "Kali ini kau mengambil kata-kata dari iklan apa, Honey?" tanya Thea.


"Sebuah iklan dari alat kontraasepsii," jawab Jared dan ditanggapi dengan tawa renyahnya.


Lalu Thea menyesap dalam-dalam bibir Jared kemudian Jared memutar tubuh Thea dan mereka pun tertawa bersama menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka yang selalu menyenangkan.