
Setelah makan malam, Jared menuju kamar mandi sedangkan Thea sibuk mengobrol dengan Joan melalui pesan singkat.
Tak lama kemudian, Jared keluar dari kamar mandi tanpa memakai apapun lagi. Dia dengan santainya naik ke atas ranjang dan mendekati Thea serta mengambil ponselnya.
Thea tertawa pelan melihat kemesumaan sang suami yang kini menarik kakinya agar posisinya sedikit turun ke bawah.
"Aku mengingat kisah Cecile jika melihat itu," ucap Thea sembari melihat ke arah milik Jared yang sudah menggoda mata Thea.
"Ceritakan nanti saja. Kini hanya ada cerita ranjang kita saja," jawab Jared yang langsung membuka pakaian Thea tanpa jeda iklan sedikitpun.
Setelah tubuh polos Thea terpampang sempurna, Jared memulai kegiatan panasnya dengan menciumi kaki Thea dengan sangat perlahan dan berujung di pangkal paha Thea.
Thea mencengkeram rambut Jared dan mulai mendesah keras. Jared bermain lihai di sana hingga membuat Thea melengkunkan tubuhnya menikmati kenikmatan surga dunia itu.
"Aaaahh ..." desah Thea.
Kaki Thea menelusuri punggung Jared dengan gerakan pelan. Kini kepala Jared menuju ke arah perut dan dada Thea.
Tangan besarnya tampak menelusuri tubuh Thea dengan membelainya perlahan. Kemudian Jared mulai menjelajahi dada Thea dengan bibir dan lidahnya.
Mereka kali ini bermain sangat pelan dan menikmatinya di atas kereta api yang melaju cepat.
Kin bibir Jared bertautan dengan bibir Thea dan melumaaatnya dengan penuh gairah. Miliknya sudah memasuki inti tubuh Thea dengan cepat.
Jared membalik tubuhnya hingga posisi Thea kini berada di atasnya. Thea bergerak liar dan sexy di atas tubuh Jared yang kokoh.
Thea bergerak maju mundur dengan tangan bertumpu di atas perut Jared. Tangan Jared memegang erat bokong Thea yang padat itu.
Permainan ranjang panas itu berlangsung cukup lama dan sangat memuaskan bagi mereka. Apalagi dilkukan oleh pasangan absurd itu di dalam kereta api yang sedang bergerak dengan laju cepat.
"I love you," bisik Thea di telinga Jared.
"Aku selalu suka bercinta denganmu. Sesuai dengan ekspektasiku ketika pertama kali melihatmu," lanjut Thea.
Jared tertawa pelan dan memukul pelan bokong Thea.
"Sexx is like cooking, Baby. Everyone can do it, but only some make it delicious like me," ucap Jared.
"Hei, kau belajar dari mana kata-kata itu? Lumayan bagus," ucap Thea melihat wajah Jared dan mengecup bibirnya.
"Aku melihatnya di sebuah iklan obat kuat," jawab Jared.
Thea tertawa dan menggigit bahu Jared.
*
*
Tak terasa perjalanan mereka pun sampai di London melewati dini hari. Jared dan Thea di jemput oleh Phoenix. Sedangkan Cecile serta adiknya menaiki taksi hotel di mana mereka menginap.
"Bye, Cecile, Tim. Besok lusa Joan dan Vince akan menjemput kalian di hotel. Bersiaplah," teriak Thea ketika Cecile dan Tim sudah masuk ke dalam mobil.
"Okeeee, aku tak sabar berpesta denganmu, Thea!!" teriak Cecile juga, sampai Tim menutupi telinganya mendengar sang kakak berteriak di dekat telinganya.
"Ayo, Kak, cepatlah. Aku masih sangat mengantuk," ucap Phoenix.
"Kau cerewet sekali," ucap Thea dan naik ke bangku penumpang belakang. Sedangkan Jared duduk di depan bersama Phoenix.
"Phoe, aku lapar. Cari makanan sebelum pulang ke apartemenmu," perintah Thea.
"Oke," jawab Phoenix.