
Keesokan harinya, Jared langsung pulang ke apartemennya ketika masih sangat pagi. Dia tak menunggu River bangun dan hanya mengirimkan pesan saja.
Di perjalalan pagi yang masih lumayan sepi, Jared mampir ke sebuah restoran cepat saji untuk makan.
Jared duduk di dekat kaca dan menikmati makanannya. Sebelumnya, Jared mengirim pesan pada Thea bahwa dirinya menginap di mansion River semalam dan kini sedang makan pagi sedikit lebih awal karena merasa lumayan lapar.
Tampak sepasang mata memandang ke arah Jared dengan sangat tajam. Pria itu melintas di depan sembari menghisap rokoknya di udara yang cukup dingin ini.
Dia tampak duduk menunggu hingga Jared keluar dari restoran. 15 menit kemudian, Jared keluar dari restoran dan menaiki Harley-nya.
Pria tadi langsung menuju ke mobil dan mengikuti Jared dari belakang. Dia mengikuti Jared sampai Jared tiba di apartemennya.
Laki-laki itu turun dan mengikuti Jared kembali sampai masuk ke apartemen. Hingga akhirnya langkahnya berhenti di lobby karena dia tak bisa memasuki lift yang memiliki akses privasi di mana nomer pin di berlakukan di sana.
Pria itu kemudian menuju meja respsionis dan bertanya pada petugas di sana.
"Permisi, apakah Tuan Jared Kingsford tinggal di sini?" tanya pria itu.
"Maaf anda siapa? Kami tak bisa memberikan informasi terkait hal itu," jawab sang resepsionis.
"Tidak, aku hanya teman kuliahnya dulu. Baiklah, aku akan meneleponnya langsung saja," ucap pria itu.
Lalu pria itu pun pergi dari sana. Dia kembali menuju mobilnya dan kembali melihat ke arah apartemen itu dengan tajam.
"Akhirnya kau kembali, Jared. Meskipun itu sangat lama, tapi aku sama sekali belum pernah melupakan hal itu," ucap pria itu.
Kemudian pria itu pun pergi dari sana.
*
*
Sesampainya di apartemen, Jared langsung membuka bajunya dan menuju ruangan fitness. Jared selalu menjaga kebugara tubuhnya karena pekerjaannya harus menuntutnya memiliki tubuh yang fit dan sehat.
Setelah setengah jam berlalu, ponselnya berbunyi. Dia kemudian mengambil ponsel miliknya yang diletakkan di meja ruang tengah.
"Halo, Baby. Ada apa? Kau merindukanku?" tanya Jared.
"Kau akan kabur dari mommy?" tanya Jared.
"Hmm, daddy akan membantuku," ucap Thea kemudian tertawa.
"Oh God. Bagaimana jika mommy mengamuk padaku?" tanya Jared.
"Kita akan kawin lari saja," jawab Thea random.
Jared tertawa.
"Kau sedang apa?" tanya Thea.
"Aku baru berolahraga," jawab Jared sambil mengusap tubuhnya dengan handuk.
"Aku akan menemanimu berolah raga besok. Aku akan tinggal di sana sampai kita menikah," ucap Thea.
"Kau nekat sekali, Baby. Mommy akan benar-benar marah jika kau seperti itu," jawab Jared.
"Tak ada yang bisa memarahiku karena aku terlalu manis," sahut Thea.
Jared kembali tertawa. Ya, memang, bagaimana bisa marah pada gadis semenakjubkan Thea? Jared saja tak bisa memarahinya meskipun Thea terkadang begitu menyebalkan.
"Nanti temani aku ke butik untuk membeli baju. Jadi aku tak membawa apapun ketika kabur dari mansion," ucap Thea lagi.
"Oh my ... Apakah lama?" tanya Jared.
"Tidak, sebentar saja. Mungkin sekitar setengah jam saja," jawab Thea.
"Oke, jangan terlalu lama."
"Baiklah, mommy sudah memanggilku. Bye ... See you later," ucap Thea.
Lalu Jared menutup ponselnya dan menuju ke dapur untuk membuat kopi panas.