
Setelah sebulan berada di London, Jared dan keluarganya kembali ke rumah hutan mereka.
"Mereka sudah tidur?" tanya Thea pada Jared yang menjaga Louis, Gio dan Dior di kamar anak-anak.
Jared menoleh ke arah Thea dan mengangguk.
Lalu Thea menghampir ketiga putra tampannya itu dan mengecupnya satu persatu.
Setelah itu, Thea menarik tangan Jared. "Kini kau adalah milikku," ucap Thea lirih.
Jared tertawa pelan dan kemudian menggendong tubuh Thea.
Jared berjalan menuju kamar mereka dan mengunci pintunya.
Pria tinggi itu tampak menciumi leher Thea yang wanginya sangat disukai oleh Jared.
"Kau sengaja menggodaku, Baby?" tanya Jared.
"Kita harus membuat anak malam ini karena aku baru saja selesai datang bulan tadi pagi. Dan ini adalah masa-masa tersubur-ku," jawab Thea dan melingkarkan tangannya di leher Jared.
"Aku siap menanam benihku lagi," ucap Jared yang kini merebahkan tubuh sang istri di atas ranjang.
Lalu Jared membuka baju serta celananya dengan cepat karena terkadang si bungsu menangis di tengah malam karena ingin menyusu.
"Jika kau hamil setiap tahun, itu artinya aku akan selalu berpuasa di area dadamu, Baby," ucap Jared yang kemudian mencium bibir Thea.
Tangan Thea menelusuri punggung keras Jared dan pinggangnya yang selalu ramping karena Jared masih sangat rajin berolah raga dan melakukan pekerjaan fisik di hutan.
Jared membuka gaun tidur Thea hanya dengan satu kali tarikan saja.
Mereka pun langsung masuk ke adegan inti dengan foreplay yang tak terlalu lama.
Jared menggerakkan tubuhnya maju mundur dan mereka mendesah bersama. Dalam waktu yang singkat itu, Thea dan Jared sempat melakukan beberapa gaya bercinta.
Tak melakukannya selama seminggu, membuat nafsu Thea dan Jared sudah benar-benar berada di ujung tanduk.
Jared menautkan tangannya pada tangan Thea yang berada di bawahnya.
"Hmmmppphhh," desah Thea di dalam kulumaan bibirnya.
Lalu Jared mengangkat tubuh Thea dan membiarkan Thea bergerak di atasnya.
Thea bergerak liar di atas tubuh atletis Jared dan berharap akan cepat kembali hamil.
Terdengar suara tangisan di kamar sebelah dan itu adalah tangisan Dior yang sepertinya ingin menyusu kembali.
"Aku akan mengambil alih, Baby," ucap Jared dan membalik tubuh Thea.
Jared bergerak cepat agar cepat mencapai puncaknya karena tangisan Dior terdengar semakin kencang.
Thea dan Jared memang tak memakai jasa pengasuh sama sekali karena mereka ingin memiliki bonding yang kuat dengan anak-anak mereka.
Sampai akhirnya, Thea dan Jared pun menyelesaikan permainan ranjang yang terbilang cukup kilat itu.
Setelah itu, Thea langsung masuk ke kamar mandi dan kemudian menuju kamar anak-anak untuk menenangkan tangisa Dior.
Jared memakai bajunya dan menyusul ke kamar anak-anak mereka.
Pria tampan itu kemudian berbaring di ranjang khusus Thea menyusui anaknya. Jared berbaring di belakang Thea yang tampak menyusui Dior.
Jared memijat-mijat punggung Thea sembari melihat ke arah putra ketiganya yang lahap menyusu di dada Thea.
"Mommy jadi kemari?" tanya Jared lirih.
"Ya, mommy ingin kita pergi berbulan madu lagi. Kau tak masalah?" tanya Thea.
"Bagaimana dengan Si tampan ini?" tanya Jared sembari mengusap kening sang putra.
"Aku sudah menyiapkan banyak stok asi-ku di kulkas," jawab Thea.
'Kita bulan madu di ranch saja. Sudah berapa tahun kita tak ke sana," ucap Jared.
"Oke, Honey," sahut Thea dan Jared mengecup tengkuk lehernya.