MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#98 (CECILE-VINCE)



Malam harinya mereka baru pulang ke mansion setelah berbelanja beberapa barang. Cecile dan Vince menuju kamar. Vince mengikuti Cecile yang berjalan ke kamarnya.


"Mengapa kau mengikutiku?" tanya Cecile.


"Ini kamarku, tentu saja aku akan masuk ke kamarku," jawab Vince.


"Tapi aku akan tidur di sini, Vin," ucap Cecile.


"Kita bisa tidur bersama agar kau tak terlalu kaget nantinya," jawab Vince santai dan membuka kemejanya lalu celananya.


"VIIIINNN!!!" teriak Cecile ketika melihat celanaa dalam Vince .


Cecile berbalik dan keluar dari kamar.


Vince tertawa melihat hal itu. "Aku belum membukanya, Chèrie!!" teriak Vince.


"Kau menyebalkan, Vin!!!" kesal Cecile dan menuju kamar sebelah tapi tak bisa dibuka.


"Vin, kamar ini terkunci?" teriak Cecile.


Lalu Vince muncul dari ambang pintu kamarnya.


"Ya, dan aku lupa menaruh kuncinya. Kau bisa tidur di atas jika mau. Tapi suasana di lantai atas sangat sepi karena semua pelayan tidur di paviliun samping," jawab Vince dan menutup pintu kamarnya lagi.


Cecile berdecak dan kembali masuk ke kamar Vince. Vince sudah masuk ke kamar mandi.


"Vin!!! Jangan sampai membuka celanamu lagi di depanku!!" teriak Cecile di depan pintu kamar mandi.


Vince tak menjawab apapun dari dalam kamar mandi.


Kemudian Cecile menuju ranjang dan dia cukup bingung apa yang setelah ini akan dilakukannya.


Lima belas menit kemudian, Vince keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Kau tidur di sini?" tanya Vince sambil mengeringkan rambut gondrongnya dengan handuk.


"Hmm, aku takut tidur di atas. Tak bisakah kau mengalah padaku, Vin? Kau bisa tidur di atas, kan?" kata Cecile.


"Tidak," jawab Vince singkat dan membuat Cecile berdecak kesal.


Vince kemudian masuk ke area walk in closet lalu berganti baju. Cecile mengambil baju santainya dan masuk ke kamar mandi.


Dia melihat Vince sudah duduk di ranjangnya dengan laptop yang ada di pahanya.


Cecile kemudian naik ke atas ranjang dan melihat ke arah Vince. Vince tampak serius dengan pekerjaannya.


Cecile memandangi wajah tampan Vince yang rambut sebahunya terurai karena masih basah.


Vince tak memakai bajunya sehingga memperlihatkan dada bidangnya yang sexy dan menyegarkan di setiap mata wanita yang memandangnya.


Dia hanya memakai celana training warna hitam.


"Kau sibuk, Vin?" tanya Cecile.


"Hmm, jangan menggangguku. Tidurlah," jawab Vince dan masih fokus dengan laptopnya.


"Jangan merabaku ketika aku sudah tidur nanti," ucap Cecile.


Vince sama sekali tak menjawab dan tampak fokus dengan pekerjaannya.


Lalu Cecile merebahkan tubuhnya dan tidur menghadap ke arah Vince. Cecile tak pernah bosan melihat wajah tampan Vince itu meskipun dalam waktu yang lama.


'Ya, dia memang sangat tampan dan berbeda dengan mantan-mantan suamiku dulu. Meskipun mereka semua tampan tapi tak ada yang membuatku berdebar seperti pria mesum ini,' batin Cecile.


Lalu Vince melihat ke arah Cecile dan melihat Cecile belum tidur serta masih memandanginya.


"Kau membayangkan sesuatu yang vulgarr?" tanya Vince.


Cecile mengangguk tanpa sadar. Kemudian Cecile meralatnya dengan menggelang dan berbalik arah membelakangi Vince.


"Tak perlu menonton film porno lagi. Nanti aku yang akan mengajarimu langsung," kata Vince dengan santainya.


"Vin!! Tak usah membahas hal itu. Menyebalkan," sahut Cecile.


Lalu Vince menuju ke arah Cecile dan mengecup bibirnya.


"Good night, Ma Chèrie," ucap Vince.


Hal itu tentu saja membuat dada Cecile kembali berdebar apalagi kini mereka sedang berada di atas ranjang yang sama.