MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#84 (CECILE-VINCE)



Cecile dan Vince pun berangkat meninggalkan area rumah hutan milik Jared. Mereka akan menempuh perjalanan yang cukup panjang.


Cecile sebenarnya cukup senang dengan hal itu meskipun ada sedikit rasa tak nyaman jika harus berdua saja dengan Vince di dalam mobil.


Cecile memang playgirl tapi hubungan dengan mantan-mantan pacarnya terbilang aman dan jauh dari kata sekks bebas.


Hanya sebatas kecupan dan pegangan tangan saja yang menurutnya masih sangat aman. Jika sang mantan ingin melebih dari itu, Cecile biasanya akan meminta putus dan mencari kekasih baru.


Itulah yang membuatnya menyandang status playgirl karena suka gonta ganti pacar dalam waktu yang tak lama.


Belum setengah jam perjalanan, Cecile sudah merasa kebosanan karena Vince sama sekali tak mengajaknya bicara dan hanya menjawab pertanyaan dari Cecile dengan singkat.


"Vin, apakah kau ingin menikah suatu hari nanti?" tanya Cecile akhrinya.


Vince hanya mengedikkan bahunya dengan pandangan mata yang masih fokus pada jalan di depannya.


"Kau sangat tak menyenangkan, Vin. Aku hanya butuh teman mengobrol saja," ucap Cecile.


"Aku tak suka mengobrol," jawab Vince.


"Kau tampan tapi menyebalkan. Dan sayangnya aku suka padamu," kata Cecile sambil mengambil permen coklat di tas Hermes-nya yang berukuran kecil itu.


"Kau mau?" tanya Cecile lagi sembari menawarkan permen coklatnya.


Lalu Vince mengambil permen coklat itu dalam jumlah banyak dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Kau mengambil banyak sekali, Vin. Ini stok permen coklat terakhirku," kata Cecile mencebik.


"Kau yang menawarkannya. Apa perlu kukeluarkan lagi?" Vince mengunyah permen coklat itu dengan santainya.


Lalu Cecile memakan permen coklatnya yang hanya tinggal 3 biji itu.


"Hmm," jawab Vin singkat.


Satu jam perjalanan, jalan yang dilalui mereka masih berupa perbukitan yang cukup rindang dengan pohon-pohon tinggi.


Cecile kemudian menyenderkan kepalanya ke kursi sambil menatap ke arah wajah tampan Vince.


"Kau membenci wanita, Vince?" tanya Cecile.


"Bukan urusanmu," jawab Vince.


Cecile tak terlalu menggubris sikap datar Vince itu.


"Aku sering mengecewakan banyak pria karena aku pernah kecewa pada seorang pria yang tak lain adalah ayahku sendiri," ucap Cecile


"Tapi aku tak ingin terus seperti ini. Aku ingin berubah karena aku ingin menjalani hidupku dengan bahagia," lanjut Cecile.


Vince masih saja diam dan tak mengatakan apapun.


"Aku tak trauma meskipun sudah pernah menikah sebanyak tiga kali karena pada dasarnya aku-lah yang bermasalah. Aku belum bisa menerima seorang pria dalam hidupku," kata Cecile lagi yang lanjut bercerita meskipun Vince tak menanggapinya.


"Mommy akan menikah lagi dan aku sangat bahagia dengan hal itu. Dan aku berharap mereka akan selalu bahagia. Mommy sangat mencintainya dan aku melihat hal itu dari pancaran matanya yang tak pernah didapatkannya ketika masih bersama daddy dulu."


Cecile terdiam sebentar dan Vince masih mendengarkannya meskipun tak menanggapi cerita Cecile.


"Jika kau tak berniat menikah ataupun menjalin hubungan dengan siapapun, maukah kau menikah denganku, Vin? Aku hanya membutuhkan teman hidup. Aku tak ingin hidup sendirian, karena aku tak bisa sendirian. Aku tak mau tinggal bersama mommy lagi ketika dia sudah menikah nanti," ucap Cecile yang membuat Vince tersenyum smirk.


"Kau melamarku?" tanya Vince.


"Ya, aku menyukaimu dan kau tak banyak bicara itu artinya kau adalah tipe pria yang tidak pernah menuntut apapun," jawab Cecile.