MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#101 (CECILE-VINCE)



Setelah membeli minuman, Cecile kembali melanjutkan perjalanannya menuju perusahaan Vince.


Otak Cecile masih memikirkan tentang Mia yang tadi ditemuinya di lobby hotel.


Dia sampai tak fokus dan hampir saja tersandung ketika memasuki lobby. Syukurlah ada salah seorang pegawai laki-laki yang memegang tangan Cecile agar tak terjatuh.


"Ya Tuhan. Terima kasih," Cecile tersenyum dan pegawai pria yang masih muda itu juga tersenyum serta sedikit salah tingkah melihat senyum cantik Cecile.


"Berhati-hatilah, Nona," pesan pria itu dengan ramah.


Cecile mengangguk dan kembali tersenyum.


Lalu di ujung lobby -- tepatnya di depan lift -- tampak sepasang mata memandang tajam pada mereka berdua yang kini justru mengobrol akrab.


Cecile memiliki pembawaan yang supel dan cepat akrab dengan siapapun apalagi yang bersikap baik padanya.


Vince menghampiri Cecile dan berdiri di depan mereka berdua.


"Tuan Vince," ucap pria muda itu menunduk hormat.


"Kau dari divisi mana? Kau tahu sudah membuatnya terlambat masuk ke ruanganku karena mengajaknya ngobrol di sini?" ucap Vince sinis seperti biasanya.


"Vin, dia menolongku karena tadi aku hampir terjatuh," sahut Cecile.


Pegawai pria itu tampak sedikit gugup karena tampaknya dia baru menyadari bahwa Cecile adalah orang istimewa bagi Vince.


"Tapi aku menunggumu terlalu lama tadi," ucap Vince yang wajahnya semakin dingin.


Lalu Cecile mencium bibir Vince untuk membuat Vince diam. Pegawai pria itu tampak langsung menundukkan padangannya.


"Bagaimana? Apakah metodeku sudah benar kali ini?" tanya Cecile tersenyum dan mengerjapkan matanya dengan genit.


Vince tersenyum smirk. "Masih salah, kita lanjutkan di dalam mobil." Vince menarik tangan Cecile masuk ke dalam mobil.


Lalu Vince melihat ke arah pegawai pria itu lagi. "Dia calon istriku. Jangan menggunakan senyum palsumu itu untuk menarik perhatiannya," ucap Vince yang membuat pria muda itu tampak salah tingkah.


"B-baik, Tuan," jawab pria itu terbata.


Cecile yang ada di dalam mobil tampak tertawa melihat sikap Vince yang sedikit terlihat kekanakan menurutnya.


Lalu Vince memberikan perintah pada supirnya untuk pergi ke restoran yang akan didatanginya bersamanya Cecile.


"Kau membeli kopi?" tanya Vin melihat minuman di tangan Cecile.


"Hmm, kau mau?"


Lalu Vince mengambilnya dan langsung menghabiskannya.


Cecile tak menceritakan pada Vince tentang pertemuannya dengan Mia di hotel tadi.


Sesampainya di restoran, mereka pun langsung memesan makanan. Dan pikiran Cecile kembali memikirkan pertemuannya dengan Mia tadi ketika dia sudah menghabiskan makanannya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Vince ketika melihat Cecile yang sedikit diam tak seperti biasanya.


Cecile melihat ke arah Vince. "Bolehkah aku bertanya sesuatu, Vin?" tanya Cecile.


Vince meminum airnya dan menatap mata Cecile.


"Bertanya apa?" tanya Vince.


"Berapa lama kau berpacaran dengan Mia?" tanya Cecile.


Vince mengerutkan keningnya. "Aku tak ingin membahas dia," jawab Vince.


"Apakah dulu kau mengenalnya dengan baik, Vin?" tanya Cecile lagi tanpa mengindahkan ucapan Vince.


"Sudah kubilang aku tak mau membahas tentang wanita itu," jawab Vince.


"Tapi aku ingin tahu hal itu, Vin," ucap Cecile.


"Untuk apa? Tak ada gunanya kau tahu. Lagi pula aku sudah mengubur hal itu dalam-dalam," sahut Vince dengan wajah tak senang.


"Aku bertemu dengannya tadi secara tak sengaja," kata Cecile.


Vince kembali melihat ke arah Cecile dan menatapnya.