MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#69



"Aku kembali ke kamar dulu, Baby," ucap Jared yang kemudian mengecup bibir Jared.


Thea mengangguk dan tersenyum.


Lalu Jared pun masuk ke dalam kamar untuk mengecek kembali email yang masuk ke ponselnya.


Sedangkan Thea kembali mengobrol asyik bersama Cecile sampai lupa waktu dan bahkan lupa Jared. Adik Cecile juga masuk ke dalam kabin kamarnya.


Cecile dan Thea memang hampir satu aliran gilanya. Selain sama-sama terkenal playgirl, mereka juga pembuat onar.


Tapi satu yang yang membuat mereka dekat dulu. Mereka sama-sama masih menjaga keperawanan mereka dan tak pernah melakukan hubungan itu dengan pria manapun meskipun sering bergonta ganti pacar.


"Mengapa kau selalu bercerai, Cecile?" tanya Thea sambil menyeruput Hazelnut latte-nya.


"Kau pasti akan menertawakanku jika kuberi tahu," jawab Cecile.


Thea tertawa mendengar hal itu.


"See? Kau sudah tertawa terlebih dulu sebelum aku bercerita," kata Cecile mencebik.


"Ya, tentu saja aku pasti tertawa. Kau sudah mengisyaratkan sesuatu yang lucu dengan peringatan itu," jawab Thea manahan tawanya.


"Ayo katakanlah. Aku bisa bermimpi indah karena akan mendengar ceritamu itu," ucap Thea lagi.


"Dasar gadis tengil," sahut Cecile.


Lalu Cecile melihat ke sekeliling mereka dan tampak tak terlalu banyak orang di sana.


Kemudian di sedikit mendekatkan wajahnya pada Thea dan berbisik. "Aku menolak melakukan hal itu karena aku merasa takut setiap melihat milik mereka," bisik Cecile.


Ucapan Cecile itu tentu saja membuat Thea terbahak-bahak hingga menjadi perhatian di dining room itu.


Cecile menutup mulut Thea yang tertawa lebar itu. "Thea, stop it," bisik Cecile.


"No, i can't," ucap Thea yang masih tertawa dan memegang perutnya.


"Theaaaa!!!" bisik Cecile dengan nada yang cukup panjang.


Hingga beberapa menit berlalu Thea pun masih tertawa karena hal konyol yang dikatakan Cecile itu.


"Sudah selesai menertawakanku?" kata Cecile.


Thea mengangguk dan meminum minumannya. Wajahnya memerah dan air matanya keluar karena terlalu banyak tertawa.


"Aku benar-benar ingin menghajarmu, Thea," ucap Cecile.


"Kau akan terjungkal, terjatuh dan terjerembab jika berkelahi denganku, Sayang," jawab Thea.


"Lanjutkan ceritamu," lanjut Thea tertawa pelan.


"Aku hanya menikah selama dua hari saja atau paling lama 7 hari dengan suami terakhirku. Dan aku tetap takut melihat hal itu. Kukira dengan berganti suami akan berbeda, tetapi ternyata tetap saja," ucap Cecile pelan.


Thea kembali tertawa dan membuat Cecile kesal. "Aku tak akan bercerita lagi kalau kau seperti itu," ucap Cecile.


Thea menghentikan tawanya. "Baiklah ... Baiklah ... Sorry, lanjutkan," kata Thea menutup mulutnya agar tak tertawa lagi.


"Wait ... Apa kau pernah mengalami pelecehan seksual, Cecile? Karena itu bisa saja membuat orang takut dengan hal-hal yang berbau sekks," kata Thea.


Cecile menggeleng. "Tidak, tapi aku pernah melihat ibuku disiksa secara fisik oleh mendiang ayahku ketika ibuku tak bisa memuaskannya. Apakah menurutmu itu berimbas pada mentalku?" tanya Cecile serius.


Thea kembali mencerna perkataan Cecile dan memegang tangannya lalu mengangguk.


"Itulah penyebabnya kau tak mau berhubungan dengan pria. Kau terlalu takut mengalami nasib yang sama dengan ibumu," kata Thea yang kini berkata serius.


"Lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Cecile.


"Sebelum menikah, pastikan bahwa kau sangat mengenal pria itu dan sangat mencintainya," ucap Thea.


"Apakah kau mencintai para mantan suamimu?" tanya Thea.


Cecile menggeleng. "Ibuku yang menjodohkanku karena aku tak pernah mau menikah sebenarnya. Dan aku tak bisa menolak keinginan ibuku. Aku sangat menyayanginya, Thea."


"Ibumu tahu tentang traumamu ini?" tanya Thea.


"Aku saja baru tahu setelah kau beritahu. Dan aku baru tersadar dengan hal itu," jawab Cecile sendu.