
Pagi menjelang, suasana tempat pesta semalam tampak sudah sepi dan semua dekorasi sudah bersih seperti semula.
Pegawai Jared pun sudah membereskan semua sisa-sisa bekas pesta berlangsung.
"HONEYYYY!!!" teriak Thea dari dalam kamar mandi.
Jared yang masih tertidur langsung terbangun mendengar jeritan Thea. Jared berlari menuju kamar mandi karena takut terjadi apa-apa pada Thea.
Jared membuka pintu kamar mandi dan melihat Thea sedang terseyum. Dia melihat sesuatu yang ada di tangannya.
"Ada apa? Kau benar-benar membuatku kaget, Baby," tanya Jared.
"Kemarilah, lihat ini," ucap Thea.
Lalu Jared pun langsung menghampiri Thea dan melihat apa yang dipegang Thea.
Jared memandanginya dengan seksama dan kemudian melihat Thea.
"Kau hamil?" tanya Jared.
Thea mengangguk dan tersenyum. Jared langsung memeluk tubuh Thea hingga tubuhnya terangkat.
Thea melingkarkan tangannya ke leher Jared dan mencium lehernya. "Kau senang?" tanya Thea.
"Tentu saja, bersiaplah menerima sikap protektif dariku, Baby," jawab Jared dan Thea hanya tertawa pelan.
Mereka berpelukan cukup lama. "Kau sudah mandi?" tanya Jared.
"Belum, ayo kita mandi bersama," ucap Thea.
Jared menurunkan tubuh Thea dan menatap wajah cantiknya yang polos tanpa polesan make up.
"Kita jangan terlalu sering bercinta karena mungkin akan membahayakan calon bayi kita nanti. Jadi jangan menggodaku serta memancingku ketika kita mandi bersama," kata Jared.
Ucapan Jared membuat Thea tertawa. "Baiklah, tapi aku tak pernah bisa mengontrol gairaahku jika melihat tubuh sexymu, Honey," ucap Thea yang kemudian berjinjit mengecup bibir Thea.
"Kalau begitu, kita tak usah mandi bersama sampai dokter menjelaskan pada kita tentang hal itu lebih jelas. Aku akan mengantarmu ke dokter siang ini," jawab Jared.
"Huuufftt, benar-benar pilihan yang sulit," ucap Jared dan akhirnya mau tak mau mengikuti keinginan Thea untuk mandi bersama.
Dengan sifat usil Thea, bisa dibayangkan apa saja yang dilakukan Thea dalam sesi mandi itu. Thea menggosok tubuhnya dengan gerakan sensual di depan Jared.
Jared hanya memandanginya di dekat pintu kaca yang ada di dekat shower. Jared melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Kali ini dia benar-benar dalam ujiannya yang sangat berat. Thea tersenyum tengil melihat Jared yang sangat berusaha menahan hasratnya.
"Kau sudah selesai, Baby?" tanya Jared pada Thea.
"Gosokkan punggungku." perintah Thea.
"Punggungmu sudah sangat bersih dan mulus. Ayo cepat bilas tubuhmu," jawab Jared.
"Kau hebat sekali menahan godaan panas ini?" ucap Thea yang kemudian membuka showernya lagi dan membilas tubuhnya dari sabun.
Jared hanya memandanginya saja dan mengambil handuk di dekat wastafel. Lalu dia mematikan showernya setelah tubuh Thea sudah cukup bersih dari sabun.
Jared memasang handuk ke tubuh Thea dan menggendongnya agar segera keluar dari kamar mandi. Thea tertawa dan mengecup bibir Jared.
"I love you, Honey. Kita bertaruh dengan Beau untuk membuat anak banyak. Semoga kita menang taruhan lagi," ucap Thea.
Jared tertawa dan menurunkan Thea di walk in closet.
"Tenggat waktunya terlalu lama, Baby. Rubah taruhan kalian," sahut Jared.
Thea membuka handuknya dan sekali lagi membuat Jared harus menahan untuk tak menyentuhnya karena bisa dipastikan Jared akan terpancing jka melakukan hal itu.
Jared mengambil pakaian dalam Thea dan memasangkannya dengan cepat.
"Kau selalu tengil dan menggemaskan," ucap Jared mencubit hidung mancung Thea setelah selesai memasangkan bra dan celanaa dalaam Thea.