
Malam harinya, Cecile dan Vince menuju ke restoran yang ada di hotel tempat Yohana -- ibu Cecile -- menginap.
"Halo, Sayang," sapa Yohana begitu pula Joseph yang terlihat sayang pada Cecile meskipun mereka tak ada hubungan darah.
"Halo Mom, Uncle," ucap Cecile.
"Vince?" ucap Yohana tersenyum dan mencium pipi Vince.
Vince mengangguk dan tersenyum tipis.
"Halo, Calon ibu mertua," ucap Vince yang membuat Yohana tertawa.
Joseph juga menyapa Vince dan menjabat tangannya.
"Ayo duduk," kata Yohana.
Mereka pun duduk bersama lalu menikmati makan malamnya setelah sebelumnya Yohana sudah memesankan makanan pesanan untuk Cecile dan Vince.
"Apa kau yakin akan menikahinya, Vince?" tanya Yohana.
"Mom, jangan bertanya hal itu. Nanti dia akan tersadar dan bisa jadi dia kan membatalkan pernikahannya denganku," ucap Cecile.
"Bukankah lebih baik membatalkannya sekarang dari pada kau bercerai untuk yang ke-empat kalinya?" kata Yohana.
"Mom ..." sahut Cecile.
Vince tertawa pelan. "Aku tak akan pernah menceraikannya apapun yang terjadi," ucap Vince.
Yohana tersenyum lega mendengar hal itu.
"Seharusnya aku melancong ke Inggris dulu ketika akan mencarikan suami untuk Cecile. Jadi aku bisa menemukanmu terlebih dahulu," ucap Yohana.
"Tetapi aku lega Vin tak ditemukan olehmu terlebih dulu, Mom. Itu artinya aku mencari jodohku sendiri tanpa ada campur tangan mommy," sahut Cecile.
Vince tertawa kembali begitu juga dengan Joseph. "Kapan kalian menikah?" tanya Joseph.
"Besok lusa. Dan hanya di catatan sipil," jawab Vince.
"Itu akan menjadi acara pernikahan yang indah, Honey. Kuharap semuanya akan baik-baik saja," ucap Yohana.
"Vin, jangan lupa mengunci kamarnya dan simpan kunci itu baik-baik agar Cecile tak bisa kabur dari kamar pengantin kalian," kata Yohana lagi.
"Aku tak akan keluar dari kamar, Mom. Percayalah. Aku akan tidur bersamanya sampai pagi menjelang," jawab Cecile dengan percaya diri.
"Hmm, aku sudah menyiapkan borgol untuk memborgol tangannya di ranjang," sahut Vince yang membuat tawa Joseph dan Yohana pecah.
Cecile melihat ke arah Vince. "Kau mau menyiksaku seperti di adegan film Fifty shades of Grey?" tanya Cecile.
"Tidak, kau salah. Aku akan melakukan itu sesuai dengan film kesukaanmu 365 days, right?" ucap Vince.
"Film apa itu?" tanya Yohana.
"Film dewasa yang sering kutonton, Mom," kata Cecile dengan santainya dan membuat Joseph sedikit tersedak karena baru tahu bahwa Cecile se-absrd ini.
"Oh God, itu cukup bagus untuk pengetahuanmu, Honey," ucap Yohana .
Joseph kembali mendengar hal itu. "Sayang, kita sedang makan dan kurasa bisa membicarakan hal ini di kamar nanti," ucap Joseph.
Vince ikut tertawa mendengar ucapan Joseph yang belum terbiasa dengan ucapan-ucapan absurd semacam ini.
"Terbiasalah dengan obrolan seperti ini, Uncle. Dia selalu membahas masalah itu di manapun dan kapanpun," ucap Vince.
"Vin, kau lebih vulgar dariku dan aku mempelajarinya darimu, Baby," sahut Cecile.
"Pantas saja kalian cocok. Kalian sama-sama satu aliran," ucap Joseph dengan tawa kecilnya.
Yohana tertawa.
"Ya, uncle benar. Dia satu frekwensi denganku dan itulah mengapa aku menerima lamarannya," sahut Vince.
"Wait, kau yang melamarnya, Sayang?" tanya Joseph pada Cecile.
"Ya, aku ingin sesuatu yang anti mainstream, Uncle. Sudah terlalu biasa pria melamar wanita, kan?" kata Cecile tersenyum tengil.