
"Honey, ada yang ingin kusampaikan," ucap Thea menahan tangan Jared ketika mereka tiba di ruang tamu.
"Ada apa?" tanya Jared dengan mata memicing karena biasanya Thea langsung mengatakan hal yang ingin dikatakannya.
"Sepertinya kita harus menunda malam pertama kita," ucap Thea tersnyum lugu.
"Why? Kau sedang mendapatkan tamumu?" tanya Jared yang sepertinya tahu apa yang akan disampaikan Thea.
Thea tersenyum dan mengangguk. Jared kemudian memeluk Thea dan tertawa pelan.
"Bukan hanya itu yang kuinginkan darimu. Aku sangat mencintaimu dan aku akan menunggumu," ucap Jared tersenyum.
"Baiklah, aku akan mandi terlebih dulu. Tubuhku sangat lengket," ucap Thea.
Jared mengangguk lalu mencium bibir Thea. Kemudian mereka masuk ke dalam kamarnya dan Jared menyalakan remot untuk memburamkan kaca di kamarnya agar tak terlihat dari luar.
"Bantu aku membuka bajuku," ucap Thea.
Dan Jared membukakan resleting gaun Thea. "Ini benar-benar ujian untukku," gumam Jared ketika melihat punggung mulus Thea yang kini sudah terbukan sampai batas pinggangnya.
Thea tertawa pelan. "Bersabarlah, aku akan memberikan service yang terbaik untukmu nanti," ucap Thea.
"Aku menunggunya, Baby," sahut Jared yang kemudian mencium bahu telanjaang Thea.
"Aku akan mandi dulu," ucap Thea berjalan menuju kamar mandi dan membuka bajunya di depan pintu.
Thea menoleh pada Jared. "Sorry, Honey." Thea mengerlingkan satu matanya menggoda Jared.
"Hufft ..." Jared menghela nafasnya.
Setelah Thea masuk ke kamar mandi, Jared naik ke lantai dua untuk mandi di sana. Dia mencukur jambangnya sedikit dan merapikan rambutnya.
Biasanya Jared melakukan hal ini setiap tiga bulan sekali dan jambangnya akan cepat tumbuh lebat kembali dalam waktu mingguan saja.
Setengah jam kemudian, Jared keluar dari kamar mandi dan turun ke kamar bawah di mana Thea berada.
Jared mencium kening Thea dan ikut tidur dengan memeluk perut Thea.
"Good morninag," ucap Jared yang memang sekarang sudah menunjukkan pukul lima pagi.
Mereka tertidur lelap sampai menjelang siang karena benar-benar mengantuk akibat pesta pernikahan yang diadakan dari pagi hingga dini hari.
Thea terbangun terlebih dahulu dan melihat tangan Jared yag sudah melingkar di pinggangnya.
Lalu Thea berbalik dan melihat wajah Jared yang terlihat sedikit mencukur jambangnya yang lebat.
Thea mengusap pipi yang sedikit kasar itu dan teringat masa lalu yang selalu diingatnya sampai sekarang.
Jared sebenarnya cinta pertama Thea. Ketika masih berusia sekitar 15 tahun, Thea sering diajak oleh Galy untuk mengikuti kegiatan sosial ke berbagai tempat termasuk rumah sakit dan panti asuhan.
Thea bertemu Jared pertama kali di sebuah rumah sakit ketika ada kegiatan donor darah. Kebetulan Galy ada acara pemeberian dana bantuan untuk rumah sakit khusus penderita kanker dan Thea menemani Galy kala itu.
Jared adalah orang yang rutin mendonorkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan. Itulah mengapa Jared tak mentato tubuhnya ketika semua teman-teman geng motornya memiliki tubuh penuh tato.
Meskipun sebenarnya tak bermasalah jika Jared ingin mentato tubuhnya karena itu tak berpengaruh dengan proses donor darah. Hanya saja, Jared tak ingin terpapar penyakit yang ditularkan dari jarum tato.
Pertemuan kedua, Thea melihat Jared di sebuah panti asuhan di mana lagi-lagi Galy sedang mengadakan bakti sosial di sana bersama teman-teman sosialitanya sedangkan Jared bersama beberapa teman geng motor Harley-nya.
Alam sadarnya mengatakan bahwa dia begitu mengidolakan sosok Jared yang bahkan belum dikenalnya kala itu.
Otaknya mengingat dengan jelas sosok Jared hingga akhirnya dirinya bertemu kembali dengan Jared di Inggris.
Mata biru dan senyumnya yang khas sangat diingat oleh Thea meskipun sudah kurang lebih sembilan tahun berlalu.
Dan Thea menyimpan cerita ini sendiri di dalam hatinya dan sejak saat itu menyatakan bahwa Jared adalah cinta sejatinya.