MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#75 (Sepenggal kisah Cecile dan Vince)



"Apakah kau tak memiliki kekasih, Cecile? Mengapa kau mengajak adikmu dan tak mengajak kekasihmu saja?" tanya Joan.


"Aku baru bercerai," jawab Cecile.


"Really? Jadi kau ke London untuk healing?" tanya Joan menoleh ke arah Cecile.


Cecile menggeleng. "Tidak, aku hanya liburan saja bersama adikku," jawab Cecile.


"Jadi kau tak sedih dengan perceraianmu?" tanya Joan.


Cecile menggeleng lagi. "Untuk apa sedih? Aku terbiasa menghadapi hal ini. Ini adalah perceraian ketigaku," jawab Cecile santai dan membuat Joan serta Vince cukup terkejut.


"WHAATTT???" kata Joan hampir berteriak.


"Why? Biasa sajalah menanggapinya. Aku dijodohkan dan mereka semua yang akhirnya menyerah, bukan aku yang minta bercerai," ucap Cecile.


"Itu artinya kau yang bermasalah, Cecile. Tebakanku benar, kan?" kata Joan.


Cecile mengangguk.


"Oh my ... Kau mempermainkan sebuah pernikahan, Cecile," ucap Joan yang seakan tertarik dengan cerita Cecile hingga akhirnya melompat ke belakang dan duduk bersama Cecile.


"Aku tak ingin menikah dan ibuku memaksaku menikah. Apakah itu salahku?" tanya Cecile.


"Tapi ini sampai tiga kali. Mengapa kau tak mencobanya terlebih dulu. Pilihan ibumu pasti baik, kan?" kata Joan.


Joan memang sebenarnya wanita yang cukup bijak meskipun penampilannya sedikit urakan.


"Aku tak bisa bersama pria," ucap Cecile pelan agar Vince tak mendengarnya.


Joan mengerutkan keningnya. "Why?"


Cecile terdiam sebentar karena dia sedikit ragu akan mengatakan alasannya pada Joan apalagi dia baru saja mengenal Joan.


"Hei," Joan mencolek bahu Cecile yang masih diam.


Lalu Cecile berbisik di telinga Joan dan mengatakan alasan sebenarnya. Tak pelak hal itu membuat Joan membelalakkan matanya dan kemudian tertawa terpingkal-pingkal.


Reaksi Joan sama persis dengan reaksi Thea kemarin. Dan Cecile sudah menyangkanya bahwa Joan akan bereaksi seperti itu.


"Tertawalah yang keras, Joan," ucap Cecile dengan wajah biasa saja.


"Joan, kau sangat berisik," ucap Vince.


"Jika kakak tahu kenapa aku tertawa, kakak pasti akan tertawa juga," jawab Joan menahana tawanya.


Cecile membelalakkan matanya pada Joan dan menutup mulutnya.


"Kuhajar kau jika sampai mengatakan hal itu padanya," bisik Cecile.


Joan membuka bekapan tangan Cecile dan kembali tertawa. Sampai akhirnya Cecile membiarkannya saja.


"Whatever. Kau seperti orang gila, Joan," ucap Cecile.


"Kau yang membuatku gila, Nona," sahut Joan yang masih menahan tawanya.


"Seharusnya kau mencobanya dulu, Cecile. Rasanya akan membuatnya ketagihan," kata Joan lagi.


"Joan!! Berhentilah," bentak Cecile berbisik dengan memegang bibir Joan itu.


"Kau memberi hiburan padaku hari ini. Nanti aku akan mentraktirmu makan," kata Joan.


"Uangku banyak, kau tak perlu mentraktirku," sahut Cecile.


Vince hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah dua wanita berisik di belakangnya itu.


"Apakah mantan suamimu berwajah tampan, Cecile?" tanya Joan.


"Tampan dan kaya," jawab Cecile.


"Dan kau tak tergoda setiap melihat mereka tak memakai baju? CK ck ck," Joan menggelengkan kepalanya.


"Oh my God. Please stop itu. Ada Vince di sini. Aku malu," bisik Cecile.


"Abaikan dia, Cecile. Dia tak tertarik dengan urusan wanita," jawab Joan yang tak peduli dengan ucapan Cecile.


Cecile mencubit paha Joan dan membuat Joan berteriak.


"Ya, Tuhan. Kalian ini berisik sekali. Apa perlu kuturunkan di tengah jalan?" ucap Vince pedas.


"Sorry, Kak." Joan masih sedikit menahan tawanya yang memang susah berhenti itu.