MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#111



Vince dan Cecile kini terlihat sedang makan malam bersama Thea, Jared, serta Joan. Mereka berlima makan bersama dengan menyelipkan obrolan-obrolan heboh seperti biasanya.


Vince dan Jared hanya tampak mendengarkan ketika ketiga wanita kocak itu sedang mengobrol dengan semangatnya.


"Joan, jangan lupa dengan taruhan kita," ucap Cecile.


"Kau bisa memintanya pada kakak. Dia salah satu ATM berjalanku," sahut Joan santai.


"Iiissshh ... Kau curang, Joan. Dasar gadis menyebalkan," jawab Cecile.


"Kalian taruhan apa?" tanya Vince.


"Dia akan membelikanku sebuah dress branded limited edition jika aku berhasil bercinta denganmu," jawab Cecile dengan entengnya.


Vince hanya menggelengkan kepalanya saja yang sudah hafal dengan kelakuan somplak sang istri.


"Kak, bawa istri cerewetmu ini ke butik dan belikan baju yang dia mau," ucap Joan.


"Aku tak menyangka hidupku akan dikelilingi oleh wanita semacam kalian," sahut Vince.


Cecile tertawa dan mengecup bibir Vince. "I love you, Baby," bisiknya.


Lalu Joan beranjak dari kursinya. "Aku akan pergi saja. Kalian semua menyebalkan," ucap Joan dan disambut tawa oleh keempat orang dewasa itu.


*


*


2 tahun kemudian ...


Thea merasakan perutnya sudah sakit dan sepertinya akan melahirkan. Kandungan Thea sudah memasuki minggu ke 40 dan itu artinya dia siap untuk melahirkan anak keduanya.


"Honey ... Bawa aku ke rumah sakit sekarang. Kurasa aku akan melahirkan," ucap Thea.


Jared yang sedang bermain dengan putra pertama mereka -- Louis -- tampak masih tenang dan langsung memegang tangan Thea lalu membawanya ke keluar mansion.


"Ayo, Sayang," ucap Jared dan satu pelayan mengikuti mereka keluar membawakan barang-barang Thea untuk persiapan melahirkan.


Sudah 2 minggu terakhir, Thea dan Jared serta putra mereka berada di London untuk menunggu persalinan Thea.


Tak lama, merekapun tiba di rumah sakit. Thea langsung dibawa ke ruang persalinan dan Jared mendampinginya setelah dia memberikan Louis pada dua pelayan untuk menjaganya.


Jared memegangi tangan Thea dan mengecup keningnya yang kini berkeringat.


"Kau boleh menggigitku jika kau tak kuat menahan sakitnya," ucap Jared sembari menghapus keringat di kening Thea.


Thea tertawa pelan dan dia sudah cukup terlatih dengan rasa sakit ini.


Thea hanya cukup diam saja dan tak diajak bicara selama proses pembukaan jalan lahir. Dan Jared sudah tahu hal itu.


Dia hanya mengusap-usap tangan Thea dan menciuminya serta mengucapkan kata-kata cintanya pada sang istri.


Setelah masuk ke pembukaan sempurna, dokter mulai menangani Thea. Sang dokter mulai memberi aba-aba pada Thea untuk mulai mengejan panjang.


Hanya dengan dua kali tarikan nafas saja, Thea berhasil mengeluarkan bayi keduanya yang kembali berjenis kelamin laki-laki itu.


"Dia sangat tampan," ucap Jared melihat ke arah sang putra kedua yang tubuhnya sedang dibersihkan oleh perawat.


"Semua keturunan kita akan selalu tampan seperti dirimu, Baby," sahut Thea.


Jared tersenyum dan mengecup bibir Thea.


Selang satu jam, Thea dan sang bayi dibawa ke ruang perawatan VVIP. Di sana sudah menunggu keluarga besar Kingsford dan juga Robert.


Mereka tampak sangat bahagia dengan kelahiran putra kedua Thea dan Jared.


Thea kembali menamai putra keduanya dengan menggunakan unsur barang branded.


Putra pertama mereka bernama Louis Vuitton Kingsford dan putra kedua bernama Giorgio Armani Kingsford.