MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#93 (CECILE-VINCE)



Vince dan Cecile tampak masuk ke pintu masuk galeri seni itu. Beberapa tamu undangan yang cukup ramai itu memandang ke arah mereka.


Cecile memberikan senyum tercantiknya dan Vince menggandeng mesra tangan Cecile, Vince bahkan mencium punggung tangan Cecile di muka umu.


"Halo, Vin. Terima kasih sudah menyempatkan waktumu yang sibuk untuk datang ke acara kecil ini," ucap Owen Powell -- rekan bisnis Vince yang mengadakan acara itu.


Vince hanya tersenyum saja tanpa mengatakan apapun. Cecile yang melihat itu langsung mengambil alih obrolan ini.


"Galerinya sangat indah, Tuan," ucap Cecile dengan ramah dan tersenyum.


"Terima kasih, Nona. Ini semua karya putriku," jawab Owen.


"Dia tunanganku. Kami akan menikah dalam minggu ini jadi datanglah ke acara kami nanti," ucap Vince akhirnya.


"Kalian sangat serasi dan pasangan yang sempurna. Aku merasa terhormat atas undanganmu, Vince," sahut Owen.


Tampak seorang wanita cantik berjalan menghampiri mereka bertiga yang tak lain adalah anak dari Owen -- yang memiliki galeri seni ini.


"MONA!!" teriak Cecile pada wanita yang dikenalnya itu.


Wanita bernama Mona itu melihat ke arah Cecile dan melebarkan senyumannya.


"Cecile???" kata Mona memegang tangan Cecile.


Lalu Cecile memeluk Mona dan mereka melompat-lompat seperti anak kecil. Vince yang sudah tahu sifat Cecile hanya bisa melilhatnya dengan pasrah karena wanita cantik itu tampak tak peduli jika banyak yang melilhat ke arahnya.


"Kalian saling mengenal?" tanya Owen.


"Dia temanku ketika aku belajar di Amerika, Dad," jawab Mona.


"Teman club?" tanya Vince.


Cecile melihat ke arah Vince dan mengangguk. "Dia siapa, Cecile?" tanya Mona.


"Dia rekan bisnis daddy, Sayang. Dan sekaligus tunangan nona Cecile," ucap Owen.


"Kau akan menikah?" tanya Mona terkejut.


Cecile mengangguk. Mona berteriak senang dan memeluknya lagi.


"Kau selalu mendapat pria tampan. Aku iri padamu," ucap Mona.


"Itu memang takdirku," jawab Cecile dengan senyum tengilnya.


"Aku pinjam tunanganmu sebentar, Tuan. Boleh, kan?" tanya Mona.


Vince hanya mengangguk dan Mona langsung menarik tangan Cecile. Owen yang melihat kehebohan itu hanya menggelengkan kepalanya.


Vince tersenyum dan mengangguk. "Itulah sebabnya aku menikahinya. Aku butuh peramai suasana dalam hidupku," ucap Vince.


"Daddymu juga ada di sini, Vin. Kau tak masalah, kan? Biar bagaimana pun, dia adalah teman uncle," ucap Owen.


"Aku tak masalah dengan hal itu meskipun membuatku ingin muntah jika melihatnya," ucap Vince.


*


*


Tampak dari jauh, Jasper dan Mia melihat ke arah Vince sejak pria tampan itu datang bersama sang tunangan cantiknya.


"Pilihannya lumayan. Sepertinya wanita itu dari keluarga kaya," gumam Jasper yang membuat Mia tak senang.


"Aku akan mendatanginya. Biar bagaimana pun dia adalah putraku," ucap Jasper yang mulai melangkah.


Mia menahan tangan Jasper. "Vince sangat membencimu, lebih baik tak usah mencari masalah dengannya," kata Mia.


"Kau takut menemuinya? Tak perlu takut. Ada aku di sampingmu," ucap Jasper.


Mia menggeleng tetapi Jasper tetap saja melangkah dan mau tak mau Mia mengikuti Jasper menuju ke tempat Vince.


"Halo, Son," sapa Jasper.


Vince menoleh dan tak menanggapinya sama sekali.


"Kau menikmati pestanya, Jasper?" tanya Owen menengahi situasi tak enak ini.


"Ya, putrimu sangat luar biasa, Owen," jawab Jasper.


"Aku permisi," ucap Vince.


"Kau mau ke mana, Son? Kau tak memberikan salam padaku dan ibu tirimu yang cantik ini?" pancing Jasper.


"Aku tak mengenal kalian," ucap Vince datar dan berbalik pergi.


"Calon istrimu sangat cantik, Vin. Kau tak mengundang daddy karena takut dia menyukai daddy?" pancing Jasper lagi.


Vince kembali berbalik dan mendorong dada Jasper hingga minuman yang dipegang Jasper jatuh dan pecah ke atas lantai.


Mia spontan berteriak dan menahan tubuh Jasper yang juga akan terjatuh karena dorongan Vince.


"Jaga bicaramu, Old Man," ucap Vince dengan wajah dinginnya.