MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#67



Jared memeluk Thea dan mereka sama-sama melihat ke arah luar jendela kereta. Jared mengusap pelan perut Thea.


"Kau tahu? Kadang aku takut terjadi konflik di antara kita dan membuatmu pergi dariku," ucap Jared.


Thea memegang tangan Jared yang melingkar di perutnya.


"Sudah kubilang, aku tak akan mudah pergi darimu. Kita harus selalu terbuka satu sama lain agar tak ada salah paham apapun," jawab Thea.


"Setiap orang pasti memiliki masalah, bukan? Aku takut jika masalah itu mengganggu rumah tangga kita," tanya Jared.


"Apakah salah jika tak ada masalah?" tanya Thea.


Jared tertawa pelan dan mencium tengkuk leher Thea.


Lalu Thea berbalik menghadap ke arah Jared. "Ceritakan tentang orang tuamu, kau belum menceritakan tentang mereka sama sekali." Thea mengecup bibir Jared.


Jared menatap mata Thea dan membelai pipinya.


"Ibuku seorang model dulunya," Jared mulai bercerita.


Thea diam dan hanya mendengarkan saja.


"Ayahku menikahinya karena jatuh cinta pada pandangan pertama. Alasan ibuku menikahi ayahku, salah satunya karena berasal dari keluarga billionaire," ucap Jared.


"Apakah itu sebabnya kau tak suka terlihat kaya?" tanya Thea.


Jared mengangguk.


"Ibuku yang terbiasa hidup bebas, tak terbiasa terkekang. Ayahku selalu mengekangnya dan ibuku tampak menurutinya saja karena dia hidup dari harta ayahku dan juga karena ada aku."


"Setelah umurku 6 tahun dan masuk ke bangku sekolah, ibuku sering mencari alasan keluar ketika mengantar dan menjemputku sekolah. Hingga akhirnya dia berselingkuh dan beberapa waktu kemudian dia ingin bercerai dari ayahku," lanjut Jared.


Thea memeluk tubuh Jared dan mengusap punggungnya.


"Aku sudah berdamai dengan hal itu, Baby. Jangan khawatir," ucap Jared pada Thea.


Thea tersenyum dan mengecup kembali bibir Jared.


"Tak lama kemudian, aku mendengar kabar bahwa pesawat kedua orang tuaku jatuh dan mereka meninggal."


Thea memeluk Jared semakin erat mendengar cerita tragis dari kedua orang tuanya itu dalam kecelakaan pesawat itu.


"Banyak rumor yang beredar tentang kematian mereka. Daddy River bahkan menutupi penyebabnya dariku dan dia hanya bilang bahwa semua terjadi karena kesalahan tehnis."


"Sampai sekarang pun aku tak tahu dan tak mau tahu karena takut menghadapi rasa kecewa yang terlalu dalam," ucap Jared.


"Itu tak masalah jika itu membuat hidupmu lebih tenang, Honey," kata Thea.


Jared menatap mata biru Thea. "Kita akan selalu bersama, kan?"


"Hmm, aku tak akan meninggalkanmu dan kita akan selalu bepergian bersama serta tak akan terpisah," jawab Thea.


"Kau hadiah terindah dalam hidupku, Baby." Jared menciumi wajah dan bibir Thea tanpa henti.


"Kita lanjutkan dengan bercinta?" tanya Thea dengan tersenyum lebar.


"Otakmu selalu mesum," ucap Jared mencium kening Thea.


"Aku akan selalu mesum jika berada di dekatmu," jawab Thea.


"Semua wanita akan berpikiran sama jika melihatmu, Honey. Kau terlalu panas membara," ucap Thea.


Jared memukul bokong Thea.


"Apakah itu juga yang kau pikirkan saat bertemu denganku di saat usiamu masih 15 tahun?" tanya Jared.


"Ya, aku remaja yang cukup menggebu-gebu kala itu," kata Thea.


"Ya Tuhan, wanita mesuum ini benar-benar menggemaskan. Kau tetap menggebu-gebu sampai sekarang, Baby," ucap Jared dan langsung melahap bibir Thea tanpa ampun.