
Setelah melakukan kegiatan panas, mereka berdua pun langsung menyantap sandwich yang sudah disiapkan oleh Jared tadi pagi.
"Kau meminta taruhan apa untuk kali ini?" tanya Thea sambil memakan sandwichnya dengan bersandar di dada Jared tempat favoritnya.
"Hutan ini," jawab Jared.
"Huwoooo ... Bingo, Honey. Kau sangat pintar," jawab Thea.
"Dan Beau akan membalas kita nanti," ucap Jared.
Thea tertawa. "Tenang saja, aku yang akan menghadapinya," sahut Thea.
"Ya, kalian lawan yang sepadan," kata Jared tertawa.
Setelah memakan habis sandwichnya, merekapun kembali membuka baju mereka dan berenang di danau dengan menggunakan pakaiaan dalaam mereka yang basah tadi.
Jared melempar dari atas dermaga ke danau. Thea berteriak kegirangan dan Jared meloncat juga. Lalu Thea naik kembali ke punggung Jared dan kali ini di berdiri di atas bahu Jared.
"Dulu aku pernah mengikuti Gymnastic dan tubuhku cukup lentur, Honey." ucap Thea lalu melompat lagi ke danau dengan bertumpu di bahu Jared yang nampak kokoh dan kuat.
Jared hanya tertawa melihat tingkat Thea yang jauh dari kesan anggun dan manis.
"Kemarilah, naik ke telapak tanganku," ucap Jared dan Thea berenang menuju sang suami.
Thea menaikkan kakinya di atas kedua telapak tangan Jared dan berdiri dengan penuh keseimbangan.
Lalu Jared mengangkatnya ke atas dan Thea pun melompat kembali dengan menggunakan roll depan.
"Yuhuuuu ..." teriaknya.
Mereka bermain air sampai menjelang sore dan berlarian di sepanjang bukit itu. Dan setelah itu mereka pun kembali ke mansion mereka. Thea kembali naik ke punggung Jared hingga sampai ke mansion.
"Kau tak lelah, kan?" tanya Thea di telinga Jared.
Thea tertawa dan mencium leher Jared. Sesampainya di mansion, Jared dan Thea langsung mandi dan beristirahat di area ruang tengah seperti biasanya.
Thea mengambil IPAD-nya dan memberikannya pada Jared. "Kau menyuruhku membaca tulisanmu?" tanya Jared.
Thea mengangguk dan duduk di sebelah Jared dengan dagu yang bersandar di bahunya.
"Baca yang ini," ucap Thea menekan sebuah file yang bertuliskan angka 15.
"Itu jurnal pertama yang kubuat ketika aku masih berusia 15 tahun. Dan tulisanku masih sedikit amburadul. Aku sengaja tak merevisinya karena untuk kujadikan kenang-kenangan," kata Thea.
Jared tersenyum dan mencium puncak kepala Thea lalu mulai membaca jurnal Thea kala dirinya masih remaja.
Cukup lama Jared membacanya hingga di pertengahan tulisan keningnya tampak berkerut dan kemudian menoleh ke arah Thea.
"Teruskan bacaanmu, Honey. Sampai habis," kata Thea.
Lalu Jared pun melanjutkan membaca jurnal milik Thea itu. Setenga jam lamanya Jared membacanya hingga paragraf terakhir. Lalu dia menaruh IPAD milik Thea itu di atas meja.
Kemudian Jared mengangkat Thea ke atas pangkuannya lalu mereka saling bertatapan. "Jadi kau adalah penggemar rahasiaku, Baby?" tanya Jared tersenyum dan mengecup bibir Thea.
"Aku bisa saja mencarimu, tetapi aku ingin takdirlah yang mempertemukan kita. Aku cukup melankolis, bukan?" ucap Thea tersenyum cantik pada sang suami tampannya.
"Thank you," ucap Jared lirih dan kemudian mengecupi wajah Thea yang sempurna di matanya meskipun tak memakai riasan apapun.
"Itukah sebabnya kau ingin aku menikahimu secepatnya?" tanya Jared.
Thea mengangguk. "Aku tak ingin ingin takdir berubah kembali dan memisahkan kita lagi," jawab Thea yang membuat Jared tertawa.
"Kau tidak bisa mengubah takdir, Baby," ucap Jared yang kemudian melumaat bibirnya dan merebahkannya di sofa lebar itu.
TBC ....๐