
Jam menunjukkan pukul sembilan 9 malam, Jared dan Thea sama-sama mengeluarkan laptopnya.
Thea dan Jared melihat satu sama lain dan tertawa bersama karena hal receh itu.
"Kita benar-benar jodoh, Baby," ucap Jared.
"I love you," jawab Thea.
"Aku akan menjawabnya di malam pertama kita," kata Jared.
"Katakan hal itu sekarang. Umur manusia tak ada yang tahu, Honey," ucap Thea.
Jared menatap mata Thea cukup lama akibat ucapan Thea tadi. Kemudian dia menghampirinya. Lalu pria besar itu mengangkat tubuh Thea dan merebahkannya ke sofa.
"Wait, apa yang akan kau lakukan?" tanya Thea.
"Bercinta denganmu. Bukankah kau bilang umur manusia tak ada yang tahu? Aku ingin bercinta denganmu sekarang dan aku tak ingin menundanya," jawab Jared.
Thea tertawa dan mengecup bibir Jared. "Ingatlah, daddy memasang sniper di setiap sudut gedung-gedung di sekitar sini," ucap Thea.
"Hufftt ... Nasibku berpacaran dengan wanita dari keluarga Robert," kata Jared dan kembali mengangkat Thea kembali ke atas karpet.
"Bekerjalah, Honey. Karena setelah pernikahan kita, kupastikan kau akan melupakan pekerjaanmu," ucap Thea yang tangannya masih melingkar di leher Jared.
"Hmm, i love you," ucap Jared akhirnya.
Thea tersenyum lebar meperlihatkan deretan gigi putihnya yang sangat rapi dan tanpa cela.
"Aku suka senyumanmu." Jared mengecupi bibir Thea dan kemudian hidungnya.
Lalu Jared kembali duduk di depan laptopnya dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Begitu juga dengan Thea dengan kebiasaannya yang selalu menyalakan lagu-lagu favoritnya ketika sedang menulis.
*
*
"Kau pikir aku takut dengannya? Tidak sama sekali. Bahkan aku siap mati untuk menghadapinya, Sam," ucap Julius.
"Apa kau gila? Kau bisa menjadi debu jika berurusan dengan keluarga Kingsford," kata Sam.
"Aku tak akan mengajakku. Aku bukan pengecut dan aku bisa menghadapinya sendirian," ucap Julius.
Sam tertawa pelan dan menyesap wine-nya yang dipesannya tadi.
"Pikirkanlah matang-matang sebelum kau bertindah. Jika kau mengungkit masalah ini, aku akan terseret di dalamnya. Aku tak mau bisnisku hancur karenamu," ucap Sam.
"Aku tak akan menyerangnya. Aku hanya menyerang hatinya." Julius tersenyum.
"Apa maksudmu?" tanya Sam.
"Dia memiliki kekasih dan aku cukup membuat wanita itu pergi meninggalkannya," ucap Julius.
Sam tertawa mendengar hal itu. "Rencanamu benar-benar buruk untuk menghadapi orang sekelas Jared, Julius," kata Sam meledek.
"Rencanaku memang sangat sederhana. Tapi aku yakin itu akan membuat Jared terpuruk. Kau tahu kan bahwa Jared tak pernah mau berhubungan dengan wanita sejak dulu dan dia hanya suka bermain-main saja. Tapi berbeda dengan wanita kali ini. Aku mendengar dia akan menikah dengan wanita itu dan itu artinya Jared sangat mencintainya," ucap Julius dengan senyum smirknya.
"Begini, Julius. Kau kuperingatkan sekali lagi. Jangan coba-coba bermain dengan Kingsford. Kau akan menyesal nantinya. Aku tak mau ikut campur dalam hal ini dan aku menganggap tak pernah mendengar hal ini darimu," ucap Sam dan kemudian beranjak dari kursinya lalu pergi dari situ.
Julius tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sam. Dia tetap akan melakukan rencananya itu.
Dia ingin melihat Jared hancur bahkan dia ingin melihat Jared mati. Rasa dendamnya pada Jared terlalu dalam karena Jared lah yang menyebabkan satu-satunya orang yang dimiliki dan dicintainya mati dengan begitu mengenaskan.