
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Cecile dan Vince kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju London.
Cecile lebih banyak tidur di sisa perjalanan yang panjang ini.
Hingga akhirnya mereka tiba di London ketika pas jam makan malam.
"Vin, berhubung kita akan menikah, jadi aku akan menginap di rumahmu saja, oke?" ucap Cecile merayu Vince.
"Hmm," jawab Vin singkat.
Cecile tak menyangka Vince akan mengizinkannya semudah itu.
"Terima kasih, Calon Suamiku yang tampan," ucap Cecile mengerjapkan matanya genit.
"Kau lupa apa yang tak kusuka, Cecile?" ucap Vince.
"Ah ya, aku lupa. Kau terlalu manis dan tampan, Vin. Jadi membuatku selalu ingin memujimu," jawab Cecile dengan senyum lebar yang memperlihatkan gigi putih indahnya.
Akhirnya, mereka tiba di mansion Vince. Cecile langsung keluar dari mobilnya.
"Kurasa kau lebih kaya dariku, Vin. Dan aku tak salah memilih suami sepertinya," teriak Cecile yang sudah berada di depan pintu mansion utama.
Sebelum Cecile membuka pintunya, pintu itu tampak terbuka dari dalam.
"SURPRISEEEE ..." teriak seorang wanita paruh baya yang menyambut di depan pintu.
Wanita berperawakan tinggi dan elegan itu tampak tersenyum melihat Cecile.
"Kau pasti Cecile, ya kan?" tanya wanita itu.
Cecile hanya mengangguk dan tersenyum
"Aaahh ... Sudah kuduga kau adalah gadis cantik yang mampu meluluhkan hati putra jelekku itu," ucap wanita itu yang ternyata adalah ibu Vince.
Ibu Vince yang bernama Lica itu langsung memeluk Cecile.
"Tapi Vin sangat tampan, Aunty. Dia tidak jelek," jawab Cecile jujur.
Lica melepaskan pelukannya dan tertawa mendengar ucapan dari Cecile itu.
"Mom, apa yang mommy lakukan di sini?" tanya Vince dengan nada datar.
"Tentu saja menyambut calon menantu mommy yang cantik dan lucu ini. Dia benar-benar menantu idaman," ucap Lica dengan mencubit pipi Cecile dengan gemas.
"Ooohh ... Dia tak pernah bisa menjaga perasaanku," gumam Cecile mencebik.
"Itu tak masalah, Vin. Melihatmu menikah saja sudah membuat mommy bahagia," jawa Lica tersenyum pada Cecile.
"Kau akan terbiasa dengan sikap menyebalkannya itu nanti," kata Lica dan menarik tangan Cecile masuk ke dalam mansion Vince.
"Mommy akan menginap di sini?" tanya Vin.
"Tidak. Mommy akan keluar dengan teman mommy setelah kita makan malam bersama," jawab Lica.
"Ayo kita makan malam dulu, Sayang. Kau pasti lapar, kan?" ucap Lica pada Cecile yang mengapit lengannya.
Cecile mengangguk dan tersenyum sumringah melihat keramahan Lica dengan kehadiran dirinya.
Lalu mereka bertiga pun makan malam bersama di ruang makan minimalis yang ada di dekat dapur bersih.
Lica mengobrol panjang lebar dengan Cecile hingga melupakan kehadiran Vince di sana.
Sama-sama memiliki sifat yang ceria, membuat Cecile dan Lica cocok satu sama lain.
Setelah makan malam, Lica pun pamit pergi karena menemui teman sosialitanya di acara fashion catwalk.
"Kita akan mulai merancang pernikahan kalian besok, oke? Bye ..." ucap Lica berpamitan
Cecile mengangguk dan melambaikan tangannya.
"Ibumu sangat mirip dengan Joan. Berarti kau mirip ayahmu," kata Cecile.
"Jangan membicarakan tentang laki-laki itu. Ingatlah hal itu," sahut Vince.
"Ya, baiklah," jawab Cecile.
Cecile berpikir mungkin hubungan Vince dan ayahnya tak baik hingga membuat Vince tak menyukai ayahnya.
"Aku tidur di mana?" tanya Cecile.
"Di kamarku. Kau bisa mencobanya malam ini seperti yang kukatakan tadi, agar kau lebih yakin dengan pernikahan kita," jawab Vince.
"What??" ucap Cecile