
"Kau melihatnya di mana? Di hotel?" tanya Vince.
Cecile memandang heran ke arah Vince.
"Tak perlu heran. Aku juga sudah mengetahui hal itu," ucap Vince.
"Dia tak bahagia bersama pria tua itu dan mereka sama-sama berselingkuh. Dan aku sama sekali tak peduli dengan hal itu," lanjut Vince santai.
"Apakah dia pernah ingin kembali padamu?" tanya Cecile.
Vince tak menjawab dan justru beranjak berdiri dari kursinya.
Lalu dia menarik tangan Cecile. Mereka pun menuju kasir dan Vince membayar bill makanannya.
Kini mereka berada di dalam mobil dan menuju ke perusahaan Vince lagi.
"Kau ingin pulang atau menunggu di perusahaanku saja?" tanya Vince.
"Di perusahaanmu saja. Aku lebih suka mengganggumu daripada menganggur di mansion," jawab Cecile yang tak lagi membicarakan tentang Mia karena terlihat Vince sangat enggan membahasnya.
Sesampainya di perusahaan, Cecile dan Vince pun turun dari mobil dan menuju ke ruangan Vince.
Para pegawai melihat sosok wanita cantik yang digandeng oleh bos besar mereka. Cecile menyapa ramah dan tersenyum cantik pada setiap pegawai yang menunduk hormat pada Vince dan Cecile.
Sedangkan Vince tetap bersikap datar dan cool seperti biasanya. Mereka kemudian masuk ke dalam lift.
"Bisakah kau tersenyum sedikit, Honey?" ucap Cecile yang kemudian mencubit pipi Vince hingga bibir Vince tampak seperti terpaksa tersenyum.
"Tidak tidak. Jangan tersenyum. Jika kau tersenyum mereka akan meleleh melihat senyum tampanmu itu," kata Cecile lagi dan mengecup bibir Vince berulang kali.
TING ...
Pintu lift terbuka dan ada beberapa staf pegawai yang ada di sana melihat ke arah Vince dan Cecile yang berciuman.
Cecile menoleh ke arah luar lift dan melepaskan tangannya yang melingkar di leher Vince.
Cecile tersenyum cantik dan sempat menyapa para staf itu dengan ramah. Para pegawai menundukkan kepalanya hormat pada Vince yang masih berwajah cool itu.
Kini Cecile mulai menikmati ciumannya dengan Vince meskipun dia masih begitu takut untuk memulai hal yang lebih dari itu.
Cecile dan Vince masuk ke dalam ruangan Vince. Cecile duduk di kursi yang ada di depan meja Vince.
"Tak perlu. Duduk cantik saja di sana," jawab Vince datar.
"Baiklah jika kau memaksa. Aku akan berbelanja online saja," ucap Cecile.
Cecile berpindah tempat duduk ketika ada dua pegawai wanita Vince yang masuk ke dalam ruangannya.
Dua wanita itu berpakaian cukup sexy untuk sebuah outfit ke kantor.
Cecile melihat ke arah mereka dan memperhatikannya dari atas sampai ke bawah. Cecile menyimpulkan bahwa kedua wanita itu pasti mencoba menarik perhatian Vince dengan hal itu.
Mereka juga terlihat tak suka ketika melihat Cecile berada di sana karena sebelumnya Vince tak pernah sekalipun membawa seorang wanita ke perusahaanya termasuk Mia.
"Apakah di sini ada kantin, Honey?" tanya Cecile dari arah sofa memutus pembicaraan antara Vince dan dua pegawainya itu.
"Ada, tapi kau tak boleh ke sana sendirian. Nanti aku akan mengantarmu," jawab Vince.
"Aku hanya ingin membeli kopi," ucap Cecile.
"Tadi kau sudah membeli kopi, Ma Chèrie," kata Vince.
Cecile kemudian menghampiri Vince dan berdiri di sebelahnya.
"Aku hanya sebentar saja dan tak akan mengobrol dengan siapapun. Aku akan langsung kemari jika sudah mendapatkan kopiku," ucap Cecile menangkup pipi Vince.
Dua pegawai wanita itu masih melihat ke arah pemandangan yang terlihat romantis itu dengan wajah mupeng-nya. (Muka pengen)
"Tidak," jawab Vince kekeh.
Lalu Vince melihat ke arah kedua pegawainya itu.
"Tolong belikan kopi untuk tunanganku ini sekarang," perintah Vince.
"Baik, Tuan," sahut mereka bersamaan yang sebenarnya keberatan dengan perintah Vince itu.
"Terima kasih. Maaf merepotkan kalian," ucap Cecile dengan senyum cantiknya.
'Kalian pikir bisa menggoda calon suamiku?' batin Cecile yang masih melihat ke arah dua pegawai sexy itu.