MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#100 (CECILE-VINCE)



"Vin, nanti malam kita akan makan malam bersama mommyku. Kau bisa?" tanya Cecile berdiri di sebelah Vince yang sedang sibuk memakai dasi.


"Hmm," jawab Vince singkat seperti biasanya.


Lalu Cecile mengambil alih tugas Vince memasangkan dasinya.


Cecile memasangkan dasi Vince dengan sangat cepat dan sempurna.


"Akhirnya aku menemukan satu keahlianmu," ucap Vince.


CUP ... Cecile mengecup bibir Vince tanpa mengatakan apapun.


"Aku menggunakan metodemu. Kuharap ini ampuh untuk membungkam mulut cabaimu," kata Cecile tersenyum lebar.


"Tidak, aku tak menggunakan metode itu. Kuberi tahu yang benar," jawab Vince yang kemudian menangkup tengkuk leher Cecile lalu mencium bibirnya dengan cukup intens.


Ciuman yang hanya beberapa detik saja itu membuat dada Cecile kembali berdebar.


"Kau tahu? Ciuman di bagian tubuh yang lain, akan sangat lebih memabukkan," bisik Vince di telinga Cecile.


Cecile hanya diam dan seakan membayangkan hal vulgaar yang baru saja dikatakan Vince.


Lalu Cecile menggelengkan kepalanya. "Cepatlah pergi ke perusahaan, Vin. Otakku semakin terkontaminasi dengan kata-kata mesummu seperti Thea dan Jared," ucap Cecile.


VInce tertawa pelan.


"Aku suka kau lebih banyak tertawa sekarang. Dan menurutku itu satu keahlianku juga. Membuatmu tertawa," kata Cecile lagi.


"Ya, itulah mengapa aku mau menikahimu. Setidaknya ada yang menghiburku setiap hari tanpa harus melihat film komedi," jawab Vince.


Cecile memukul lengan Vince karena mulutnya yang selalu pedas itu.


"Nanti datanglah ke perusahaan. Kita akan makan siang bersama," ucap Vince.


"Aku tak bisa. Aku akan bertemu Mona hari ini," jawab Cecile.


"Baiklah, aku akan makan siang dengan sekretarisku saja," sahut Vince menuju pintu.


"Wait, sekretarismu seorang wanita?" tanya Cecile.


"Ck, kau tak boleh pergi bersamanya. Kau akan menikah denganku," ucap Cecile.


Vince keluar dari kamar dan tak mendengarkan ucapan Cecile.


"Baiklah, aku akan datang," kata Cecile mencebik.


"Hmm," sahut Vince.


Lalu Vince pun pergi ke perusahaan. Cecile mengambil ponselnya dan menelepon calon ibu mertuanya yang akan mengurus semua persiapan acara pernikahannya.


Pernikahan mereka akan dilakukan dengan amat sangat sederhana. Setelah resmi menikah di catatan sipil, mereka hanya mengadakan makan malam bersama kerabat dan sahabat dekat mereka.


Tak ada pesta apapun. Hanya pertemuan hangat antar kedua keluarga dan para sahabat.


*


*


Siang harinya, Cecile berangkat menuju perusahaan Vince. Cecile diantar oleh supir Vince karena Vince tak mengizinkannya untuk menyetir sendiri memakai mobil mewahnya yang ada di mansion.


Di tengah perjalanan, Cecile turun ke sebuah cafe yang ada di lobby hotel lalu membeli minuman hangat dan roti untuk mengganjal perutnya sebentar karena dia belum makan sejak pagi.


Dan dia melihat seseorang yang dikenalnya. Orang itu tak lain adalah Mia -- mantan pacar Vince -- yang kini menjadi ibu tirinya.


Dia tampak berjalan mesra bersama seorang pria yang umurnya tampak lebih muda darinya.


Cecile tentu saja berpapasan dengannya dan wajah Mia terlihat sedikit panik serta menghindari tatapannya dengan Cecile.


"Tak usah panik, aku tak akan mengatakannya pada siapapun," ucap Cecile ketika Mia tepat berada di sampingnya.


Mia menghentikan langkahnya. "Terima kasih. Lain kali aku akan mentraktirmu untuk membalas kebaikanmu ini," sahut Mia.


Cecile tertawa pelan. "Tidak perlu. Aku tak suka ditraktir. Seharusnya kau tak melakukannya di siang hari. Lebih aman jika malam hari, bukan?" ucap Cecile.


"Terima kasih sarannya, Nona," jawab Mia dan segera pergi dari sana.