MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#70



Thea memegang tangan Cecile dan mengusapnya pelan. Di balik sikap ceria Cecile, ternyata menyimpan sesuatu yang buruk di dalam hatinya.


"Apakah sampai sekarang ibumu masih memaksamu menikah?" tanya Thea.


Cecile menggeleng. "Timothy membantuku untuk keluar dari masalah itu. Dia yang mengatakan pada ibuku agar tak memaksaku lagi," jawab Cecile.


"Masih banyak waktu untukmu mencari seorang pria yang benar-benar akan kau cintai dan mencintaimu, Cecile. Tim sangat menyayangimu dan dia ingin kau mendapatkan yang terbaik untukmu, bukan ibumu," kata Thea.


Cecile melihat ke arah Thea dan mengangguk. "Thank you, Thea. Kau sudah mendengarkan cerita absurd-ku ini," ujar Cecile tersenyum.


"Aku cukup lega menceritakan hal ini pada seseorang. Karena sebelumnya aku tak pernah menceritakannya pada siapapun termasuk pada keluargaku karena aku merasa sangat malu." ucap Cecile.


"Lalu kau ke London hanya untuk liburan saja?" tanya Thea.


Cecile mengangguk. "Aku akan mengadakan pesta pernikahanku di hutan tempatku tinggal. Datanglah bersama Tim. Nanti aku akan menyuruh pegawai Jared untuk menjemput kalian di hotel," kata Thea.


"Kalian belum mengadakan pesta pernikahan?" tanya Cecile.


"Sudah, ini pesta pernikahan untuk kesekian kalinya. Keluarga suamiku terlalu kaya jadi kami mengadakan pesta berulang kali," jawab Thea tersenyum tengil.


"Kau selalu beruntung, Thea. Aku tak iri padamu," ucap Cecile menjulurkan lidahnya dan membuat Thea tertawa kembali.


Lalu mereka pun kembali mengobrol sampai jam waktu makan malam. Thea kembali ke kamarnya dan melihat Jared memakan makan malamnya sendirian.


"Oh my, aku sampai lupa denganmu," ucap Thea yang kemudian langsung menghampiri Jared lalu duduk di pangkuannya.


Thea menciumi bibir Jared yang mengunyah buah jeruk.


"Baby, aku sedang makan," ucap Jared.


"Makanlah, aku akan menemanimu. Sorry, terlalu lama meninggalkanmu sendirian," kata Thea dan kembali mencium bibir Jared yang terasa buah jeruk di sana.


"Kalian sudah puas mengobrol? Apakah kalian mengobrol tentang berapa pria yang sudah kalian pacari dulu?" tanya Jared.


Thea tertawa mendengar ucapan Jared.


"Aku mendengar cerita yang lebih lucu dari itu. Habiskan dulu makananmu karena kau bisa tersedak jika mendengar cerita ini sambil makan," ucap Thea.


"Aku mengundang Cecile dan adiknya ke pesta pernikahan kita di hutan," ucap Thea.


Jared mengangguk. "Kau sudah memberi tahu Joan juga?" tanya Jared.


"Aku sudah memberi tahunya. Dia akan berangkat bersama kakaknya nanti," jawab Thea.


"Kalau begitu, suruh Cecile berangkat dengan Joan saja," kata Jared sambil masih menikmati makanannya.


"Itu ide yang bagus. Nanti aku akan memberitahu Joan dan kakaknya," ucap Thea.


"Kakak Joan -- Vince Albern adalah temanku. Aku mengenalnya ketika kau memberitahuku nama keluarga Joan kemarin," kata Jared.


"Benarkah? Dia pria yang sangat dingin dan tak tersentuh, tapi sangat tampan," ucap Thea.


Jared melihat ke arah Thea dan menyipitkan matanya.


"No, Honey. Kau paling tampan di mataku," ralat Thea tersenyum cantik.


Jared tertawa pelan dan mengecup bibir Thea. "Di matamu memang harus ada aku saja, Baby," jawab Jared.


"Dan di matamu harus ada aku saja," sahut Thea.


Lalu Jared meminum minumannya dan mengusap mulutnya dengan tisu kemudian mengangkat tubuh Thea ke ranjang.


"Kau baru makan dan kita langsung akan berolah raga ranjang?" tanya Thea.


"Tidak, aku menaruhmu di sini agar tak menggangguku makan, Baby. Karena senyum cantik dan kata-kata manismu membuat konsentrasiku terpecah dan makanku menjadi lambat," ucap Jared tersenyum dan mengecup bibir Thea.


Thea tertawa. "Aku siap menunggumu di ranjang, Honey. Dengan tanpa memakai apapun," kata Thea.