
Jared menarik tangan Thea ke dalam kamar mandi dan mencium bibirnya. Tangan Thea menyusuri dada bidang Jared yang basah.
Jared menempelkan tubuh Thea ke dinding marmer kamar mandi dan mulai membuka bajunya satu persatu.
Hingga akhirnya, baju Thea pun terbuka sempurna dan Jared melemparkannya ke atas lantai kamar mandi.
Tangan Jared menyusuri liuk lekuk tubuh Thea di mulai dari pinggangnya yan ramping dan kemudian pinggulnya yang berlekuk indah lalu bokongnya yang padat.
Lalu Jared mengangkat Thea ke atas meja wastafel dan mendudukkannya di sana. Dia mulai memasukkan miliknya dan menggerakkanya perlahan.
Thea mendesah dan tangannya bertumpu di belakang di atas meja marmer itu. Jared memegang dada kanannya dan mencium dada kirinya.
Tangan kanannya tampak menahan bokong Thea agar tak bergerak ketika dia menggerakkan tubuhnya maju mundur.
Lalu Jared menurunkan Thea dan membalik tubuh Thea menghadap ke arah cermin hingga terlihat wajah mereka berdua di sana.
Thea menungginkan bokongnya dan Jared kembali memasukkan miliknya. Jared menggerakkan tubuhnya kembali dan Thea mendesah keras karena merasakan kenikmatan yang menurutnya luar biasa.
"Aaahh ..." desah Thea berkali-kali begitu juga dengan Jared.
Dan kemudian mereka pun menyelesaikan puncaknya bersama lalu Jared mencium punggung Thea yang kini sudah basah.
Jared merengkuh perut Thea dan mencium bahunya. "Mandi lagi?" tanya Jared tertawa pelan.
Thea kemudian berbalik dan memeluk tubuh besar Jared. "Aku semakin mencintaimu," bisik Thea.
Jared mencium telinga Thea dan membawa Thea ke bawah shower air hangat.
Mereka mandi bersama dan Jared menyabuni tubuh Thea karena Thea malas bergerak.
Setelah mandi, Jared dan Thea berganti baju dan turun kembali ke bawah untuk makan pagi.
"Sayang, kami akan ke Italia. Kau mau ikut?" tanya Yara.
"Tentu saja, Sayang," jawab Yara.
"Kita tak jadi ke ranch, Baby?" tanya Jared yang sedang menikmati makan paginya di samping Thea.
"Tidak, aku ingin langsung pulang ke rumah saja," jawab Thea tersenyum.
Lalu Thea berbisik di telinga Jared. "Aku ingin segera bercinta di rumah pohon, Honey," bisik Thea.
Jared tertawa pelan dan mencium pipi chubby sang istri mesuumnya itu.
"Maaf, Nenek dan kakek tak bisa ikut ke sana, Sayang," ucap Serenity.
"Tak masalah, Nek. Nenek dan kakek harus banyak beristirahat," jawab Thea mengusap tangan sang nenek.
*
*
Setelah makan pagi, Jared dan Thea langsung berangkat ke Inggris. Kali ini mereka menggunakan kereta yang akan ditempuh dalam waktu kurang lebih sembilan jam perjalanan.
Mereka berpamitan dengan semua anggota keluarga Robert akan menikmati perjalanan panjang mereka menggunakan kereta api.
Thea sengaja memilih kereta karena ingin melihat pemandangan sepanjang perjalanan mereka nanti yang terkenal sangat indah.
Mereka hanya membawa tas ransel kecil saja yang berisi beberapa potong baju saja.
Jared menyewa kabin kamar yang cukup ekslusif di kereta api agar mereka merasa nyaman menghabiskan waktu yang cukup lama di kereta nanti.
Jared dan Thea memasuki stasiun kereta api dan tiba-tiba tubuh Thea di senggol oleh seorang pria yang sepertinya sengaja menabraknya ketika Jared mencetak tiket online yang sudah dipesannya beberapa jam yang lalu.
"Maaf," ucap pria itu dan menarik tas Thea dengan keras hingga Thea terjatuh.