MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#53



"Kau tak sakit?" tanya Jared.


"Hanya rasa tak nyaman saja. Selebihnya rasa nikmat yang kurasakan," jawab Thea pelan dan mengikuti irama gerakan tubuh Jared yang masih bergerak di atasnya.


Thea memegang bokong padat Jared dan mereka kembali berciuman dengan penuh gairaah.


"Hmmmpphh ... Aku puas dengan pelayananmu. Besok aku yang akan memimpin permainan ini, bersiaplah," lirih Thea di telinga Jared ketika Jared menciumi leher jenjangnya.


Lalu Jared kembali menatap mata Thea. "Kau harus berolahraga denganku agar tetap fit ketika kita bercinta. Tenaga dan nafsuuku lumayan besar, Baby," ucap Jared.


"Aku juga. Aku akan membangunkan milikmu setiap hari," jawab Thea.


Jared tertawa lagi dan menggigit lembut bibir sexy Thea yang selalu berkata vulgaar itu.


Setelah cukup lama menikmati malam perdana, mereka mengakhirinya dengan wajah penuh kepuasan.


"I love you," bisik Jared dan mencium kening Thea yang berkeringat.


"I'm so crazy in love with you, Baby," sahut Thea dengan suara lirih dan mengecup bibir Jared.


Kemudian Thea beranjak duduk dan melihat bercak merah di sekitar pangkal pahanya dan sprei putihnya.


Jared pun duduk dan melihat hal itu. "Aku akan membersihkannya nanti," ucap Jared.


"Ya, itu memang tugasmu," ucap Thea.


Jared tersenyum dan menggendong Thea menuju kamar mandi.


"Perlu kubantu mandi?" tanya Jared.


"Tentu saja sangat perlu. Mandikan aku," perintah Thea.


Pria tampan bertubuh besar itu tampak tertawa dan membawa Thea ke bawah shower.


Jared membersihkan area sensitiif Thea di pangkal pahanya. "Benar kau tak sakit?" tanya Jared.


"Tidak, hanya sedikit saja," jawab Thea mengambil sabun dan menggosokkannya ke punggung Jared yang terlihat membungkuk di depannya karena fokus membersihkan area bawah tubuh Thea.


Lalu Jared kembali berdiri dan ikut menyabuni tubuh Thea. Begitu juga dengan Thea yang kini menyabuni perut Jared hingga ke bawah.


"Kita bisa melakukannya sekali lagi jika kau memegang area itu, Baby," ucap Jared memperingatkan ketika tangan Thea mulai bermain di bagian miliknya.


"Pertahankan perutmu seperti itu, Honey. Jangan sampai membuncit karena akan berpengaruh pada ukuran milikmu," ucap Thea yang kembali mengeluarkan kata-kata vulgaar.


Jared mengerutkan keningnya.


"Aku pernah mengikuti seminar sekks dan sang dokter mengatakan bahwa jika lemak perut pria bertambah maka ukuran miliknya akan semakin berkurang. Kau mengerti, kan?" kata Thea dengan santainya.


Lalu Jared merengkuh tubuh basah Thea dan tangan kirinya memegang bibir Thea.


"Tak ada rem sama sekali di bibir indahmu ini, Sayang," kata Jared gemas lalu menyesapnya dalam dengan bibirnya.


"Aku hanya menyampaikan ilmu baru untukmu, Honey." Thea tersenyum lebar dan Jared meremaas bokongnya dengan gemas.


Setelah cukup lama di kamar mandi, Thea dan Jared pun akhirnya keluar dan menuju ke arah ruang tengah lagi.



Thea menyetel musik instrumental yang cukup menenangkan dan Jared membuat kopi panas.


"Kita akan begadang malam ini?" tanya Jared yang kemudian duduk di sebelah Thea.


Lalu Thea naik ke atas pangkuan Jared dan memeluknya.


"Tidak, aku ingin tidur saja agar besok kita bisa bangun lebih bugar." ucap Thea.


Jared memeluk tubuh Thea yang meringkuk di atas pangkuannya. "Tidur di sini?" tanya Jared.


"Hmm, di sini cukup nyaman untuk dibuat tidur," jawab Thea.


Lalu Jared meminum kopinya kemudian Thea mengambil cangkir kopi itu dari tangan Jared dan meminumnya juga.


Setelah itu Thea memberikan ya lagi pada Jared dan Jared menaruhnya di meja.


Jared masih memeluk Thea dan mengecup bibirnya.


"Kau seperti bayi," ucap Jared.


"Aku suka di atas pangkuanmu. Sangat nyaman," jawab Thea dan mereka pun berciuman kembali.