MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#40



Siang harinya, Thea pun melancarkan aksinya untuk kabur dari mansion. Hal itu cukup mudah dilakukannya karena sang daddy membantunya.


Rey mengajak Galy keluar untuk membeli sesuatu. Thea seakan tak peduli dengan aturan dari Galy.


Dia tak tahan jika harus berpisah dengan Jared padahal Jared ada di kota yang sama.


Lalu Thea menelepon Jared agar dirinya menjemput ke mansionnya sekarang.


"Halo, Honey. Jemput aku sekarang. Aku tak bisa pergi karena mommy menyembunyikan semua kunci mobilnya," ucap Thea.


Jared tertawa mendengar hal itu.


"Baiklah," jawab Jared.


"Jemput sekarang dan berkendaralah dengan cepat karena mommy memiliki feeling yang sangat tajam," ucap Thea.


"Ya, tunggulah," jawab Jared dan kemudian mereka mematikan ponselnya.


Jared mengganti bajunya dan kemudian langsung turun ke bawah. Dia tetap mengendarai Harley-nya dan tak malas memakai mobil meskipun River sudah membelikan mobil untuknya di sana.


Jared mengendarai motornya dengan kecepatan lumayan tinggi dan meluncur ke mansion keluarga Robert. Tak sampai setengah jam, Jared sudah sampai di mansion Thea.


Thea yang sudah ada di depan gerbang langsung menghampiri Jared dan kemudian mengecup bibirnya.


Jared memasangkan helm untuk Thea dan kemudian Thea naik ke atas motor dengan tangan yang sudah melingkar di pinggang ramping Jared.


"Let's goooo ..." teriak Thea semangat.


"Kau benar-benar nakal, Sayang," ucap Jared.


"Aku memang suka melawan aturan," jawab Thea seadanya.


"Tapi kau tak boleh melawan aturanku nantinya," ucap Jared.


"Kau juga. Aku akan menulis di kertas apa saja aturanku, begitu juga dirimu. Deal?" sahut Thea.


"Oke, deal," jawab Jared.


Thea tertawa dan mengecup bahu Jared. "I love you," ucap Thea.


Jared menyunggingkan senyumnya setiap mendengar Thea mengucapkan kata cinta itu padanya.


"Aku akan mengatakannya ketika kita bercinta nanti," jawab Jared.


Lalu Thea mencubit perut Jared hingga Jared tertawa dan mengusap tangan Thea yang melingkar di perutnya.


"Kita langsung ke butik saja," ucap Thea.


"Hmm," jawab Jared.


Lalu Jared pun menuju sebuah butik branded terkenal yang biasa menjadi langganan Thea.


"Halo Mitsy ..." sapa Thea pada manajer toko itu yang sudah lumayan dekat dengannya.


"Halo Nona Thea. Kami masih menyimpan koleksi terbaru kami untukmu yang edisinya terbatas," ucap Mitsy.


Thea mengangguk dan tersenyum. Lalu Thea menoleh pada Jared yang berjalan di belakangnya.


"Honey, duduklah di sana. Aku hanya sebentar saja," ucap Thea.


Mitsy dan beberapa pelayan yang lain melihat ke arah Jared. Mereka cukup takjub dengan kekasih pilihan Thea yang unik. Meskipun tampan, penampilang Jared pasti mengundang stigma tak terlalu baik di mata sebagian orang.


Padahal mereka tak tahu bahwa Jared adalah seorang bilionaire yang bisa membeli semua barang di toko itu atau bahkan membeli toko itu sekaligus.


Thea tampak memilih-milih beberapa baju yang sudah menjadi incarannya kemarin. Thea tak mencoba baju-baju itu karena manajernya sudah memilihkan sesuai ukuran tubuh Thea.


Setelah memilih sekitar 20 baju, Thea menghampiri Jared. Jared melihat ke arah Thea dan melihat senyum lebar Thea.


Jared tahu tanda apa itu. Lalu Jared mengambil dompetnya dan mengambilkan kartu hitam saktinya.


"Thank you, Honey. Tenanglah, sekarang kau punya aku untuk sedikit mengurangi beban uangmu yang terlalu banyak itu," lirih Thea lalu mengecup bibir Jared dan itu dilihat oleh semua pelayan dan manajer toko itu.


Jared mencubit gemas pipi Thea.


Seketika itu mereka tahu bahwa Jared bukanlah orang sembarangan. Ya, tentu saja Thea akan mencari jodoh yang sederajat dengannya, bukan? Itulah yang ada di pikiran orang-orang itu.


Lalu Thea menyelesaikan semua transaksinya dan menyuruh mereka untuk mengirimnya ke apartemen Jared. Setelah memberi alamatnya, Thea dan Jared pun pergi dari sana.