
Ketika sedang berciuman, ponsel Thea berbunyi. Jared menghentikan ciumannya dan Thea mengambil ponselnya yang ada di sampingnya.
"Halo, Dad?" tanya Thea.
"Are you oke, Sayang?" tanya Rey terdengar khawatir.
"Ya, tentu saja. Aku bersama Jared saat ini. Kami ada di kereta," jawab Thea.
"Apakah ada yang terluka?" tanya Rey.
Thea berpikir pasti daddynya tahu tentang insiden pencurian tadi.
"Tidak, Dad. Tenanglah. Mereka hanya pencuri kecil saja," jawab Thea.
"Mereka kurir narkoba, Sayang," kata Rey.
"Benarkah? Jared kira mereka hanya pemakai saja," ucap Thea.
"Baiklah, nanti daddy akan menelepon lagi. Beristirahatlah. I love you, Honey," kata Rey.
"Ya, Dad. I love you too," jawab Thea dan menutup ponselnya.
Lalu Jared kembali mencium bibir Thea dan melanjutkan yang tadi terhenti. Tanganya sudah masuk ke dalam baju Thea dan mengarah ke dadanya.
Tak lama kemudian, bunyi ketukan pintu terdengar.
"Oh my God," gumam Jared dan mau tak mau beranjak dari ranjangnya dan menuju ke arah pintu.
Thea hanya tertawa melihat gangguan yang selalu hadir sejak tadi. Jared membuka pintunya dan melihat petugas kereta api.
"Selamat sore, Tuan. Apakah anda ingin dihidangkan makanan sekarang?" tanya petugas itu.
"Tunggu," jawab Jared.
Kemudian Jared menoleh ke belakang dan melihat Thea.
"Baby, kau mau makan?" tanya Thea.
"Ya, kita makan di dining room saja," jawab Thea.
"Oke," sahut Jared.
"Kita makan di luar saja," kata Jared.
"Baiklah, Tuan," jawabnya.
Lalu Jared menutup pintunya dan memakai kembali baju putihnya. Thea beranjak dari ranjang dan turun.
Thea mengambil kameranya dan mengalungkannya di leher jenjangnya.
Kemudian Jared menggandeng tangan Thea dan mereka pun keluar dari kabin kamar menuju ke dining room kereta api yang ada di gerbong sebelah.
"Thea!!!" panggil seseorang.
Thea melihat ke arah wanita yang memanggilnya. Thea memicingkan matanya dan melihat wanita itu.
Thea menyunggingkan senyumnya ketika wanita itu tampak menghampirinya.
"Theaaa. Aku merindukanmu, Gadis nakal," ucap wanita itu dan memeluknya.
"Kau akan ke London juga, Cecile?" tanya Thea.
"Ya, aku bersama adikku," jawab Cecile.
Lalu Cecile melihat ke arah Jared.
"Dia suamiku dan kau tak boleh menggodanya," kata Thea.
Cecile langsung tertawa mendengar hal itu. "Hei, dulu kau pernah merebut pacarku, Gadis nakal," balas Cecile.
Jared hanya menyunggingkan senyum smirknya mendengar hal itu.
"Ayo kita duduk bersama," ucap Cecile menarik tangan Thea.
Tangan kanan Thea menarik tangan Jared. Dan kini mereka duduk berempat bersama Cecile dan adiknya.
"Dia Timothy?" tanya Thea tampak terkejut melihat Tim sebesar ini sekarang.
"Ya, dia tampan kan?" jawab Cecile.
"Ya, kau tampan, Tim. Jangan mencari wanita seperti kakakmu, Oke?" ucap Thea.
Cecile hanya tertawa mendengar ucapan Thea yang selalu ceplas ceplos sejak dulu.
"Dia Jared, Jared Kingsford, suamiku," kata Thea memperkenalkan sang suami.
"Halo, aku Cecile. Kami teman lama yang sama-sama gila dulu," ucap Cecile.
Jared menjabat tangan Cecile dan tersenyum tipis.
Tim pun menjabat tangan Jared dan menunduk hormat. Pemuda itu tampak sangat pendiam karena tak berbicara apapun sejak tadi.
"Di mana suamimu, Cecile?" tanya Thea.
"Aku baru bercerai. Dan ini perceraian ketigaku," jawab Cecile dengan santai.
"Kau tetap saja," jawab Thea.
"Ah sudahlah, kita bicarakan yang lain." Cecile mengalihkan pembicaraan mereka.
Mereka pun mengobrol sepanjang makan dan saling berbagi cerita sampai hampir menjelang malam.