
"Di mana Thea?" tanya Galy pada pelayan di rumahnya ketika dia tak menemukan Thea di manapun termasuk di kamarnya.
"Nona Thea tadi keluar, Nyonya," jawab sang pelayan.
"Ke mana anak nakal itu?" gumam Galy dan mencoba menelepon Thea.
Tetapi sebelumnya dia membaca pesan yang dikirimkan oleh Thea tadi dan Galy baru membacanya sekarang.
Di pesan itu, Thea berkata bahwa dirinya pergi bersama Jared dan akan kembali ketika pernikahan mereka akan diadakan.
"Ya Tuhan, menyebalkan sekali anak tengil ini," kesal Galy.
"Sudahlah, mereka bisa dipercaya, Sayang. Jared masih lebih baik daripada Damon dalam hal itu," ucap Rey.
"What??? Tetap tak boleh, Honey. Kau tahu Thea memiliki sifat seperti Damon dan suka sekali keluar jalur serta menentang aturan," balas Galy.
"Tapi buktinya dia bisa menjaga dirinya sampai sekarang," ucap Rey.
"Pernikahannya akan terjadi dalam waktu dekat. Bisa saja dia memiliki pikiran yang liar dan lepas kendali," kata Galy.
"Aku sudah mengirim pesan pada Jared agar tak terpancing oleh Thea jika Thea mengganggunya," ucap Rey santai.
"Wait ... Jangan-jangan kau sengaja mengajakku keluar agar Thea bisa kabur. Ya kan?" tanya Galy.
Rey mengangguk dan tersenyum usil.
"Oooh ... Kau selalu memanjakannya, Honey. Kalian berdua sama-sama menyebalkan. Apa salahnya menunggu seminggu saja?" kesal Galy.
"Dulu kita tak bisa menunggu selama itu, Baby." Rey menghampiri Galy dan memeluknya.
"Aku tak pernah melihat Thea se-tertarik itu pada seorang pria. Itu artinya dia sangat mencintainya. Dan dia akan stress jika harus berjauhan dengan Jared di saat Jared ada di satu kota," ucap Rey.
"Aku hanya takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan nantinya," kata Galy.
"Tak akan ada yang terjadi pada mereka. Aku mengawasinya dari jauh. Dan Jared serta Thea pasti bisa menjaga dirinya sendiri. Jared bukan pria sembarangan, Sayang. Percayalah padanya," ucap Rey.
Galy mengangguk dan kemudian mengecup bibir sang suami.
*
*
Jared dan Thea sampai di depan apartemen. Tampak sepasang mata melihat tajam ke arah mereka berdua.
Pria kemarin yang mengikuti Jared itu kembali mengawasi apartemen Jared dari dalam mobilnya.
"Apakah itu kekasihnya?" gumam pria itu ketika melihat Thea dan Jared tampak tertawa bersama.
"Bahagia sekali hidupmu, Bangsaaat. Setelah apa yang kau lakukan padanya dulu, aku tak akan membiarkan hidupmu bahagia. Luka yang kau torehkan terlalu dalam di hatiku," gumam pria itu dengan geram dan wajah penuh dendam.
Setelah Thea dan Jared masuk ke dalam apartemennya. Pria itu pun pergi dari sana.
*
*
Lalu ponsel Jared berbunyi ketika dirinya sedang bersantai di depan balkon bersama Thea. Suasana tampak temaram karena sudah menjelang malam.
"Ya, ada apa, Riv?" tanya Jared.
"Kau di mana?" tanya River.
"Di apartemen," jawab Jared dengan tangan kiri yang merangkul bahu Thea.
"Ada yang mengawasimu. Berhati-hatilah. Pakailah mobil jika keluar. Pria itu tampak memasuki gedung apartemen beberapa kali," ucap River.
"Siapa?" tanya Jared santai.
"Anak buahku masih menyelidikinya lewat CCTV di dekat apartemenmu," jawab River.
"Apakah karena pekerjaan? Karena aku merasa tak memiliki musuh pribadi." kata Jared.
"Ingat-ingatlah, mungkin ada bagian yang terlupa. Baiklah, aku hanya ingin mengingatkanmu masalah itu. Aku selalu menempatkan orang-orang kita di dekatmu dan Thea, jadi jangan khawatir," ucap River.
"Oke, thank you," sahut Jared lalu mereka menutup sambungan teleponnya.