MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#109



"Mereka belum keluar dari kamar?" tanya Thea pada Joan yang kini sedang makan siang di restoran resort.


"Belum, kurasa Kak Vin berhasil melakukannya. Huuuffftt ... Aku kalah taruhan dari Cecile," ucap Joan mencebik.


Thea menepuk bahu Joan lumayan keras.


"Ck ... Kau ini ... Seharusnya kau mengajakku taruhan juga," ucap Thea.


"Kau menyebalkan, Thea," ucap Joan.


Thea tertawa dan Jared tampak datang dari arah pintu masuk restoran.


Jared menghampiri sang istri dan mencium bibirnya di depan Joan.


Jared mencium bibir sang istri cukup lama hingga membuat Joan semakin mencebik.


"Oooohh ...masuklah ke kamar sana!!" ucap Joan.


Thea tertawa pelan dan melepaskan ciuman Jared lalu menjulurkan lidahnya pada Joan.


"Menikahlah agar ada yang mencium bibirmu," ucap Jared yang kini duduk di sebelah Thea.


"Aku masih ingin bebas dan tak terikat, Jared. Tapi jika kau memiliki teman tampan dan kaya, aku mau-mau saja untuk kau kenalkan," jawab Joan.


"Kau seperti laki-laki, Joan. Bersikaplah sedikit anggun dan berpakaianlah seperti wanita pada umumnya," ucap Thea.


Joan melihat ke arah kemeja kotak-kotaknya dan celana jeansnya yang sobek-sobek itu.


"Penampilanku ini sangat keren, Thea," sahut Joan.


"What??? Kau seperti anak hilang yang tak mandi selama seminggu," ucap Thea.


"Ya Tuhan. Pedas sekali mulut wanita jelek ini," sahut Joan.


"Hei, istriku adalah wanita tercantik dan kau mengatainya wanita jelek?" ucap Jared tak terima.


"Dan lagi, berhentilah memakai baju-baju bekas milik Vin, Joan. Belilah baju untukmu sendiri," lanjut Jared.


"Jadi ini baju Vin?" tanya Thea.


Joan mengangguk dan tersenyum tengil.


"Ck, tabunganku melimpah, Thea. Hanya saja aku tak suka membeli baju terlalu banyak. Lagipula baju-baju Kak Vin masih bagus dan bisa kupakai daripada dibuang," jawab Joan.


"Ck ck ck ... Ternyata kau pelit sekali," ledek Thea.


"Mengapa jadi membicarakan aku? Kembali ke topik awal. Menurutmu kapan mereka akan keluar dari kamar?" tanya Joan.


"Besok pagi," jawab Jared.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Joan.


"Karena Vin sudah mengatakannya padaku tadi melalui pesan. Seharusnya pagi ini mereka menuju ke ranch milikku tetapi Vin menundanya sampai besok," jawab Jared.


"Baiklah, aku pergi dulu menemui mommy. Bye." Joan beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan pasangan itu.


"Honey, tiba-tiba aku ingin pergi ke Dubai. Ayo kita ke sana," ucap Thea.


"Untuk apa?" tanya Jared.


"Akan ada fashion show besar yang akan diadakan di sana," jawab Thea memegang tangan Jared.


"Baiklah," sahut Jared.


"Yeaay, thank you." Thea mencium bibir Jared.


"Aku akan mengajak Beau," kata Thea seraya mengambil ponselnya.


"Kehamilan Beau sedikit rewel, jadi River tak akan mengizinkannya pergi terlalu jauh," ujar Jared.


"Ah ya, aku lupa kalau dia sedang hamil. Seharusnya aku mengajak Cecile untuk event seperti ini tapi untuk saat ini dia pasti tak bisa," ucap Thea.


"Bisa saja kalau mereka mengubah destinasi bulan madunya," jawab Jared.


"Ya, itu ide yang bagus. Katakan hal ini pada Vin, Honey," kata Thea.


Jared mengangguk dan membuat Thea tersenyum lebar.


Lalu Thea duduk di atas pangkuan Jared dan memeluk suaminya yang peluk-able itu.๐Ÿ˜


"I love you soooo much," ucap Thea melingkarkan tangannya di leher Jared.