
Jared membuka baju Thea hanya dengan satu tarikan saja karena Thea hanya memakai dress pendek yang cukup mudah dibuka.
"Tak perlu memakai ini jika di dalam rumah," ucap Jared ketika membuka bra yang menutupi dada sexy Thea lalu mencium puncak dadanya dengan gerakan lidah yang cukup mahir.
Thea mendesah dan tangannya membuka kancing kemeja Jared. Kemudian Jared membuka bagian terakhir yang menutupi bagian bawah tubuh Thea.
Kaki kanan Thea naik ke atas sandaran kursi dan Jared mulai membuka semua pakaiannya sendiri. Lalu dia langsung memulai adegan itu bersama istri tercintanya.
Tangan Jared mengapit kaki Thea agar terbuka sempurna dan terus menggerakkan tubuhnya hingga mereka mendesah dengan bersautan.
"Kau kuat berapa ronde, Baby?" tanya Jared.
"Aku selalu bergairaah jika bersamamu, Honey," jawab Thea dengan nada suara yang mendesah.
Jared tersenyum nakal dan membalik tubuh Thea hingga dada Jared menempel di punggung mulus wanita sexy itu.
Jared kembali menggerakkan tubuhnya dengan cepat dan kedua tangannya menangkup kedua dada Thea yang berada di bawahnya.
Thea mendesah keras karena menurutnya posisi itu amat sangat menambah kenikmatan yang dirasakannya
"Kau suka?" tanya Jared mencium punggung Thea.
"Hmm, sangat," jawab Thea singkat dan kembali mendesah karena semakin lama gerakan Jared semakin membuatnya melayang tinggi.
Setelah beberapa lama, mereka pun menyelesaikan pergulatan penuh gairaah itu.
*
*
Seminggu berlalu dan itu artinya Jared dan Thea akan kembali ke New York. Semua keluarga mereka sudah berangkat ke Swiss untuk mengikuti pesta pernikahan mereka.
Jared dan Thea pun sudah tiba di New York sejak siang tadi. Kini Thea sedang berada di butik pakaian branded untuk mengambil baju yang sudah di pesannya beberapa hari yang lalu.
"Beau, kau tak ingin membeli baju di toko ini? Lihatlah, semuanya sangat bagus," ucap Thea yang melihat Beau tak terlalu tertarik dengan hal itu.
"Di lemariku terlalu banyak baju seperti ini, Thea. Jadi untuk apa aku membelinya lagi. Aku lebih suka membeli perhiasan," ucap Beau.
"Kalau begitu kuras semua lemarimu dan isi lagi dengan yang baru," kata Thea dengan entengnya.
"Ck, kau dan Jared memang sama-sama menyebalkan. Meskipun uang River tak akan pernah habis, aku tak suka membeli baranag-barang yang tak kuperlukan. Aku bahkan bingung ingin membeli apa lagi," ujar Beau.
"Apa perlu kubantu untuk memenangkan taruhan lagi agar harta River berkurang?" tanya Thea dengan tengilnya.
"iiiiisshh ... Wanita tengil ini menyebalkan. Taruhan kita selanjutnya adalah seberapa banyak anakmu dan anakku nanti, Thea. Dan aku akan memikirkan taruhan apa yang kuinginkan. Bagaimana?" tantang Beau.
"Itu sangat menakjubkan, Beau. Bagus juga idemu. Deal." Thea mengulurkan tangannya dan tersenyum lebar.
"Aku sangat suka bercinta dan tak masalah bagiku memiliki banyak anak," gumam Thea.
"Kau sudah kalah start. Thea. Aku sedang hamil sekarang," ucap Beau penuh kemenangan.
"Aku akan menyusul, tenang saja," sahut Thea.
"Tulis daftar hutan milik Jared karena aku akan memilihnya satu jika aku menang nanti," kata Beau.
Pelayan dan manajer yang mendengarkan percakapan para istri sultan ini pun hanya tersenyum dengan taruhan aneh yang hadiahnya bukan kaleng-kaleng itu.
Thea
Beau