
Cecile memilih 10 cicin berlian yang menurutnya bagus dan memotretnya lalu mengirimnya pada Thea untuk menanyakan pendapatnya mana 5 cincin terbaik yang harus dipilihnya.
"Ck, mengapa wanita tengil itu tak membalas pesanku?" gumam Cecile.
"Kau bisa memilihnya sendiri dan semua cincin itu bagus, Ma Chèrie," ucap Vince.
Cecile melihat ke arah Vince ketika calon suaminya itu memanggilnya dengan sebutan 'Ma Chèrie' yang artinya sayangku dalam bahasa perancis.
"Ooooh, Baby. Kau manis sekaliiiii," ucap Cecile gemas pada Vince dan mencubit pipinya lalu mengecup kembali bibir Vince yang kini sudah menjadi kebiasaan Cecile.
Cecile mengerjapkan matanya dan membelai pipi Vince sambil tersenyum manis.
"Hentikan, aku benar-benar akan membawamu ke ranjang jika selalu selalu seperti itu," ucap Vince yang sama sekali tak malu meskipun ucapannya mungkin terdengar oleh pegawai toko.
"Oke oke .. Aku akan menelepon Thea dulu," ucap Cecile dan melepaskan tangannya dari pipi Vince.
Cecile lalu menelepon Thea. "Halo, Thea. Kau sudah membaca pesanku?" tanya Cecile.
"Ada apa? Kau menggangguku saja," jawab Thea.
"Aku tebak kau pasti sedang melakukan hal itu," ucap Cecile.
"Ya, kami sedang bercinta di rumah pohon. Ada apa, Cecile?" tanya Thea.
"Oh my God. Kau tak takut rumah itu ambruk? Kau bisa jatuh, Thea," jawab Cecile yang justru membahas hal yang lain.
"Rumah pohon ini sangat kuat. Kau bisa mencobanya nanti bersama Vin," sahut Thea tertawa.
"Aku tak akan melakukannya di tempat itu. Aku lebih suka melakukannya di yatch seperti di film 365 Days," ucap Cecile semakin random.
Vince hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan Cecile yang selalu absurd bersama Thea.
Thea tertawa. "Hei, cepatlah, ada apa? Jared masih ada di bawahku," ucap Thea.
Tak lama kemudian Thea pun memberikan jawabannya melalui pesan.
"Yess ... Ternyata kita memang sahabat sejati, Gadis mesum. Pilihanmu sama denganku. Wait, dia bukan gadis lagi," gumam Cecile random yang semakin membuat Vince benar-benar ingin men-smack down-nya di ranjang.
"Oke ... Aku pilih ini, ini, ini, ini dan ini," ucap Cecile pada manajer toko perhiasan itu.
"Baik, Nona," jawab sang manager.
Lalu Vince memberikan black card American Express-nya pada sang manajer toko.
Setelah melakukan pembayaran, Cecile mengambil barang belanjaannya yang berupa lima cincin berlian itu.
"Kurasa mommyku akan bangga padaku karena bisa menjerat pria kaya sepertimu tanpa bantuan darinya," ucap Cecile pada Vince sembari berjalan keluar dari toko.
Lalu tiba-tiba Vince merengkuh pinggang Cecile dan langsung melumaat bibir Cecile kemudian menyesapnya dalam-dalam.
Hal dadakan itu tentu saja membuat Cecile membelalakkan matanya karena cukup terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Vince.
Tak lama, Vince pun melepas ciumannya yang dilakukannya masih di dalam area toko sehingga menjadi tontonan gratis bagi pegawai toko perhiasan mewah.
Vince menyunggingkan senyum tengilnya pada Cecile yang masih tampak terpaku.
"Aku akan menggunakan ciuman sebagai metode untuk menutup mulutmu kapanpun, Ma-Chèrie," ucap Vince berbisik pada Cecile.
Cecile mengulum sendiri bibirnya dan masih terasa ciuman yang tadi diberikan oleh Vince pada bibirnya.
Seketika wajah Cecile memerah dan dadanya berdebar. Hanya Vince-lah yang berhasil menyesap bibir Cicele sampai se-intens itu.
"Vin, dadaku berdebar," lirih Cecile pelan.
Vince kemudian berbisik di telinga Cecile, "Itu artinya kau siap untuk bercinta, Bèbè."