MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#48



Pesta berlangsung sangat meriah dan selesai hampir menjelang dini hari. Pesta yang diadakan Jared dan Thea benar-benar besar penuh suka cita.


"Nenek sudah kembali ke mansion?" tanya Thea pada Damien -- sepupunya.


"Ya, semua orang tua sudah kembali ke kamar, hanya nenek dan kakek serta mommy yang kembali ke mansion," jawab Damien.


"Tempat ini sangat bagus, sepertinya aku ingin membeli tempat ini dan mengembangkannya," ucap Andrei -- saudara kembar Damien.


"Belilah, Kak. River bisa membantumu mendapatkannya karena pemiliknya adalah temannya," jawab Thea.


"No, Honey. Resort kita di Amerika terlalu banyak, kita cari di daerah Asia saja," timpal Ava -- istri Andrei.


"Ide yang bagus. Aku memiliki hak pengelolaan beberapa hutan di Asia. Aku bisa membantumu untuk mencari tempat yang bagus di sana untuk dibangun sebuah Resort," ucap Jared.


"Usul yang bagus. Kita bisa membicarakan ini lebih lanjut, Jared." Andrei terseyum sembari menyesap minumannya.


"Ini sudah menjelang pagi, kalian tak menikmati malam pertama kalian?" tanya Damien.


"Kami bisa melakukannya besok seharian. Kini kami ingin menikmati pesta kami dulu," ucap Thea.


Jared ikut mengangguk karena rencananya, Jared dan Thea akan langsung menuju ke mansion yang telah dibelikan oleh River yang terletak di daerah hutan perbukitan.


"Honey, suruh anak-anak masuk. Ini sudah sangat larut dan mereka masih asyik main kembang api," ucap Ava.


Lalu Andrei menyusul keempat anak kembarnya serta kedua anak Damien yang sedang asyik main kembang api.


"Aku akan masuk, El pasti menunggu anak-anak masuk," ucap Damien.


Damien pun menyusul Andrei dan membawa kedua anaknya masuk ke dalam resort. Elouise sedang hamil anak ketiga dan tak bisa terlalu lama mengikuti pesta karena perutnya sudah sangat besar.


Pas jam tiga dini hari, pesta pun benar-benar selesai. Jared dan Thea tak masuk ke mansion melainkan langsung naik helikopter yang telah disiapkan oleh River untuk menuju ke mansion baru mereka.


Para kerabat dan sahabat yang masih tersisa di pesta itu tampak melambaikan tangannya melepas kepergian Jared dan Thea untuk berbulan madu.


"Aku akan membalasmu nanti, Jared. Berani-beraninya kau menguras uang suamiku," gumam Beau yang mengapit lengan River sembari melihat ke arah helikopter yang sudah berada di atas.


River tertawa mendengar ucapan Beau dan kemudian merangkul bahu Beau.


"Ayo kita masuk ke kamar. Aku ingin memakanmu," ucap River.


Lalu mereka pun masuk ke kamar resort yang sudah di siapkan untuk mereka.


*


*


"Apakah perjalanannya jauh?" tanya Thea.


"Sekitar setengah jam saja," jawab Jared.


Thea memegang tangan Jared dan melihat ke arah jendela helikopter untuk melihat pemandangan kelap kelip lampu di bawah.


Pemandangan kota New York terlihat sangat jelas dari atas di helikopter. Setengah jam kemudian, mereka pun tiba di mansion yang ada di tengah hutan.


Dan di atas rooftop bangunan sisi kanan mansion terdapat helypad di mana helikopter akan berhenti di sana.


Lalu setelah mesin helikopter mati, Thea dan Jared turun dari helikopter. Di sana sudah ada dua pegawai yang menunggu mereka.


"Selamat datang, Tuan." ucap salah satu pegawai.


"Hmm, aku akan masuk dulu. Terima kasih sudah menunggu kami," kata Jared.


Lalu Jared dan Thea turun dari bangunan paviliun itu dan menuju ke arah mansion utama yang jaraknya sekitar 50 meter saja.


"Mansion ini cukup besar dan berada di tengah hutan," ucap Thea melihat mansion yang dominan warna hitam.


"Dulunya ini sebuah Villa seorang pengusaha, dan River membelinya untukku. Ayo masuk." Jared menggandeng tangan Thea.


"Jadi ini hadiah pernikahan dari River?" tanya Thea.


"Tidak, ini hasil taruhan kami," jawab Jared.


"Taruhan?"


Jared mengangguk. "Taruhan karena aku berhasil menikahimu," jawab Jared.


"Kau sangat pintar, Honey. Lain kali naikkan lagi taruhan kalian," ucap Thea yang disambut tawa oleh Jared.