
"Lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Dillon yang sejak tadi diam saja.
"Dalam minggu ini," jawab Jared.
"Baiklah, aku akan mengurusnya," kata Damon.
"Tak perlu bantuan?" tanya Jared.
Damon tertawa. "Keluarga kami cukup berpengaruh untuk bisa mempercepat segala urusan," ucap Damon.
"Hmm, aku tahu hal itu. Tapi kami akan membantumu jika kau mengalami kesulitan," kata Jared dan membuat Thea tertawa pelan karena mereka terlihat seperti orang yang sedang beradu kekuasaan.
Damon tersenyum miring mendengar ucapan Jared. "Ingatlah, jangan membuatku kesal atau aku akan memperlambat pernikahanmu dan adikku," kata Damon tertawa pelan.
"Baiklah, baiklah ... Oh ya, untuk pesta pernikahan, keluargaku yang akan mengurusnya. Kami akan mengadakan pesta tujuh hari tujuh malam di tiga tempat," jawab Jared.
"Kau serius? Apa kau akan mengundang seluruh karyawan perusahaanmu?" tanya Damon.
"Ya, why not?" ucap Jared tersenyum.
"Wait, Honey. Tujuh hari tujuh malam? Lalu kapan kita akan berbulan madu?" tanya Thea.
"Kita tak perlu datang ke pesta itu. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan saja dengan beberapa pegawai dan kerabat kita," jawab Jared.
"Daddy hanya penonton saja. Kalian yang memiliki konsep pernikahan kalian sendiri," ucap Rey.
"Ah ya, Dad. Aku juga ingin berpesta di rumah hutan kami juga. Dan kita akan mengadakan pesta kostum. Dan kalian harus mengikuti keinginanku ini," titah Thea.
"Itu seru, Sayang. Apakah mommy bisa menjadi cinderella?" tanya Galy yang tampak ikut excited.
"Tentu saja. Apakah itu inspirasi dari kisah hidup mommy?" tanya Thea.
Galy mengangguk dan memeluk Rey. "Dan daddy akan jadi pangeran tampan," ucap Galy tersenyum.
"Oh nooo ... Jangan sampai Velvet mendengar hal ini. Dia pasti akan menyiapkan kostum yang buruk untukku. Aku akan jadi pengusaha kaya saja dalam pestamu," ucap Damon.
"No, kakak tak boleh curang," ucap Thea dan seketika ruang tamu itu tampak ramai dengan perdebatan masalah pesta kostum.
*
*
Tak lama kemudian, Dillon pun juga pulang ke penthouse. Willow sedang sendirian di sana dan dalam keadaan sedang tidak sehat juga.
Pesta di hutan sepakat akan diadakan bulan depan setelah rangkaian pesta di New York selesai.
"Jared, pulanglah.. Kau tak boleh menginap di sini sampai kalian menikah," ucap Galy.
"Mom ... Why?" tanya Thea.
"Itu sudah aturannya, Sayang," jawab Galy.
"Dulu kak Damon dan Kak Dillon tak seperti itu," jawab Thea tak terima.
"Aku pulang saja, oke? Kita akan bertemu seminggu lagi," ucap Jared menengahi.
"What?? NO!! Aku masih merindukanmu," kata Thea memeluk Jared di depan kedua orang tuanya.
"Oh my ... Lihatlah anakmu ini, Honey," ucap Galy pada Rey.
"Biarkan saja, Sayang. Mereka sudah lama tak bertemu," jawab Rey.
"No, tidak. Kalian akan diuji dulu selama seminggu untuk membuktikan bahwa cinta kalian kuat atau lemah," ucap Galy.
"Ck, Mooomm," rengek Thea.
"Hei, kita masih bisa saling telepon, bukan?" ucap Jared.
"Itu berbeda, aku tak bisa memelukmu," ucap Thea.
"Oh God ... Anak manja siapa ini." Galy menggelengkan kepalanya.
Galy melihat sikap manja Thea itu, yang artinya Thea memang benar-benar mencintai Jared. Sebelumnya Thea hanya bersikap manja pada daddynya saja.
Bahkan dengan ketiga saudara laki-lakinya Thea tak pernah seperti ini.