MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#87 (CECILE-VINCE)



CECILE


Vince kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya. Cecile memilih diam dan hanya menatap ke luar jendela mobil.


Vince mulai mencerna apa yang dialami oleh Cecile. Kini hanya keheningan saja yang terasa di dalam mobil.


Satu jam berlalu dan Cecile masih tetap diam. Dia menyandarkan kepalanya ke kaca jendela dan menutup matanya karena sudah mulai mengantuk.


"Baiklah, aku menerima lamaranmu," kata Vince akhirnya yang tentu saja membuat Cecile langsung tak mengantuk lagi.


Cecile menengok ke arah Vince dan mengerjapkan matanya seakan tak percaya apa yang dikatakan Vince barusan.


"Katakan sekali lagi," ucap Cecile tak percaya.


"Aku mau menikah denganmu," kata Vince dengan santainya.


"Benarkah?" tanya Cecile sekali lagi.


"Hmm," jawab Vince singkat.


"Are you serious?" tanya Cecile kembali meyakinkan sekali lagi.


"Jika kau bertanya lagi aku akan menarik ucapanku," jawab Vince.


"Tidak tidak tidak. Aku tak akan bertanya lagi," kata Cecile dengan cepat.


"Hmm, apa kita perlu membuat perjanjian pranikah, Vin?" tanya Cecile.


"Terserah kau saja. Tapi kutegaskan sekali lagi. Kau jangan menyesal jika kau menikah denganku. Dan satu lagi, kita tak akan pernah bercerai. Pikirkan hal itu sebelum kita menikah," ucap Vince dengan tegas.


"Jadi kita tak akan pernah bercerai?" tanya Cecile.


"Hmm."


"Lalu bagaimana jika kau selingkuh? Apa kita tetap meneruskan pernikahan? Karena aku tak akan pernah berselingkuh," ucap Cecile.


"Selingkuh? Aku tak punya alasan untuk berselingkuh," ucap Vince.


"Bagaimana aku tak bisa memberikan hal itu padamu?" tanya Cecile.


"Aku akan memaksamu melakukannya," sahut Vince.


"Kalau begitu kita tak usah menikah," ucap Cecile.


Cecile terdiam.


"Bukankah kau ingin mencobanya? Aku akan menunggumu sampai batas waktu yang kutentukan nanti. Jika sudah melebihi itu, kau harus mau melakukannya denganku. Nanti aku akan membuat perjanjian itu sebagai syarat pernikahan kita," kata Vince.


"Pikirkan hal itu. Ingat, aku tak akan menawarimu hal ini dua kali. Dan aku hanya memberimu waktu sampai di London," ucap Vince dengan tegas.


"Vin, itu terlalu cepat dan aku harus memikirkan hal ini matang-matang," ucap Cecile.


"Kau menawariku dan aku tak suka main-main, Cecile," jawab Vince.


Cecile terdiam dan masih menatap ke arah Vince yang sedang fokus menyetir.


'Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menerimanya? Tapi bagaimana jika ini semua tak berhasil? Aku tak akan bisa bercerai dengannya dan dia akan memaksaku untuk hal itu,' batin Cecile.


Kemudian Cecile kembali menatap ke arah depan dan merenung. Cecile berpikir cukup lama tentang hal ini. Dia benar-benar ingin mengatasi hal ini secepatnya dan hidup seperti wanita normal pada umumnya.


"Bagaimana jika seandainya kita melakukan hal itu dan aku tak bisa memuaskanmu?" tanya Cecile menunduk.


"Aku yang akan memuaskanmu," jawab Vince dengan enteng.


Tetiba wajah Cecile menjadi merah karena hal itu.


"Apakah kau tak akan menyiksaku atau mencari wanita lain?" tanya Cecile setelah terdiam agak lama.


"Apa yang ada di otakmu? Itu sangat jauh dari bayanganku. Aku bukan pria yang gila sekks," jawab Vince tertawa pelan.


"Aku akan menulis itu di perjanjian kita juga," ucap Cecile.


"Ya, tulis saja. Kita akan punya persyaratan masing-masing nanti dan kalau perlu akan kudatangkan pengacaraku," kata Vince tersenyum smirk.


(maap author ga ketemu stok foto mereka di ig..jejaknya menghilang blm author save..๐Ÿ˜†)