
"Haaiiiii!!!" teriak Thea menyambut kedatangan kedua sahabat somplaknya itu.
Cecile dan Joan pun berlari menghampiri Thea lalu mereka berpelukan seperti teletubbies.
Jared menghampiri Vince dan berpelukan juga karena sudah lama mereka tak bertemu.
"Kupingmu baik-baik saja, kan?" tanya Jared.
"Kupingku baik-baik saja, hanya saja batinku sedikit tersiksa karena dua wanita berisik itu," jawab Vince.
Jared tertawa dan merangkul bahu Vince yang tingginya hampir sama itu.
Lalu mereka berlima pun masuk ke dalam mansion mewah Jared.
"Apakah baru kami saja yang datang?" tanya Cecile.
"Ya, keluargaku datang besok dan tidak bersamaan," jawab Thea.
Acara pesta kostum akan diadakan besok malam dan semua tamu undangan boleh memakai pakaian apapun yang mereka inginkan.
"Thea, apakah menurutmu Vince cocok menjadi pacarku?" tanya Cecile dengan berbisik sembari melihat ke arah Vince yang berjalan di depannya bersama Jared.
"Hei, kau siap melihat milik Vince?" tanya Thea balik dan tentu saja hal itu membuat Joan tertawa terbahak-bahak.
"Joan!!!" kesal Cecile.
"Sorry sorry, aku tak bisa menahan tawaku," Joan menutup mulutnya agar bisa menahan tawanya.
"Bukankah kau sudah pernah melihat video porrno? Seharusnya kau tak takut lagi, Cecile," ucap Thea.
Cecile memukul bokong Thea dan membelalakkan matanya.
Joan kembali tertawa karena hal itu.
"Lihatlah, seperti itulah mereka di mobil," ucap Vince.
"Mereka sedang membicarakan sesuatu yang vulgaar, Vin. Mereka adalah tiga wanita vulgaar paling berbahaya," kata Jared.
Vince tertawa mendengar ucapan Jared. "Dan kau sudah terjebak ke dalam jebakan salah satu wanita itu," kata Vince.
"Hmm, she's hot. Kami melakukannya setiap hari dan di manapun itu," sahut Jared.
Jared tertawa. "Aku akan mengambilkan kopi untuk kita berdua," ucap Jared yang kemudian masuk ke dalam mansion.
Tak lama, Thea dan kedua teman gilanya itu masuk juga ke dalam mansion.
Cecile mengerlingkan matanya pada Vince yang kembali menyalakan rokok ketika melewatinya.
Vince hanya memandangnya dengan pandangan datarnya seperti biasa.
Lalu Joan merangkul bahu Cecile dan membisikinya sesuatu ketika sudah sampai di dalam mansion.
"Kau akan terpana jika melihat milik kakakku, Cecile. Kau bahkan akan ketagihan jika sudah merasakannya," bisik Joan.
"Iiisshhh ... Kau benar-benar menjijikkan, Joan," jawab Cecile melepaskan rangkulan tangan Joan.
Joan kembali tertawa, begitu juga dengan Thea.
"Kalian sama saja," ucap Cecile.
"Kau belum pernah merasakannya, Cecile. Jika sudah, kau pasti akan memintanya setiap waktu, seperti aku, ya kan, Honey?" ucap Thea pada Jared yang sedang membuat kopi di dapur.
"Apakah kita perlu memberikan konseling pada Cecile, Baby?" tanya Jared.
"Jareeeddd ... Stop it," teriak Cecile lalu melihat ke arah Thea.
"Kau menceritakan aibku padanya?" tanya Cecile pada Thea.
"Aku tak pernah menutupi apapun padanya, Cecile. Dia belahan jiwaku," ucap Thea sembari menghampiri Jared lalu melumaat bibir suaminya itu di depan kedua teman somplaknya itu.
"Ooooohh ... Kau menyebalkan, Thea."
"Jared, jangan sampai kau menyebarkan hal itu pada siapapun, termasuk dia," Cecile menunjuk ke arah Vince yang ada di luar.
Jared tertawa pelan.
"Dia dapat dipercaya, Cecile. Tenanglah. Apakah kau butuh bantuannya untuk menaklukkan pria tampan itu?" tanya Thea.
"Tapi kau harus siap melihat miliknya jika ingin menaklukkannya," timpal Jared yang membuat wajah Cecile memerah karena malu.
"Kalian benar-benar pasangan mesuum sejagat raya," ucap Cecile yang kembali membuat Joan tertawa