MY HANDSOME TARZAN

MY HANDSOME TARZAN
#106 (CECILE-VINCE)



Vince mulai membuka resleting gaun milik Cecile dengan perlahan. Jari Vince dengan sengaja menyentuh kulit punggung mengikuti arah resleting yang bergerak turun.


Cecile merasakan jari Vince di punggungnya dan membuat dadanya berdebar.


Gadis cantik itu menghela nafasnya perlahan karena gerakan jari Vince itu sedikit membuat **** ************* berdenyut.


Lalu Vince membuka gaun Cecile dari belakang dan anehnya Cecile sama sekali tak mengelak dari tindakan Vince itu.


Vince mendekatkan dadanya ke arah punggung Cecile hingga kulit mereka saling menempel.


Bibir Vince perlahan menyusuri bahu serta tengkuk leher Cecile. Vince mengecupinya dengan perlahan dan gerakan yang sangat lembut hingga terasa seperti belaian.


Tangan Vince mulai menelusup ke balik gaun Cecile dan menyusuri pinggang sampai perut Cecile.


Hingga akhirnya gaun yang dipakai Cecile jatuh ke bawah dan membuat tubuh Cecile di bagian belakang terlihat oleh mata Vince.


Cecile spontan menutup dadanya yang kini tak memakai apapun karena di memang tak memakai bra di balik gaunnya.


Cecile hanya memakai celanaa dalaamnya berwarna putih yang senada dengan warn gaunnya.


Vince semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh bagian belakang Cecile. Vince masih menciumi bahu Cecile dan kemudian mengesap leher Cecile yang membuat Cecile menggigit bibirnya karena menahan desahannya.


Cecile hanya diam dan tak menolak apapun yang dilakukan oleh Vince saat ini pada tubuhnya.


Tangan Vince yang ada di perut Cecile mulai naik ke atas menuju dada Cecile yang ditutupi oleh tangannya.


Vince membuka tangan Cecile yang menutupi dada bulatnya.


Vince melakukan hal itu dengan tenang dan santai agar membuat Cecile lebih rileks dan tak takut.


Vince kemudian memegang dan memijat dada Cecile dengan perlahan dan lembut.


"Aaahh ..." Cecile mendesah pelan ketika Vince memainkan puncak dadanya dengan jarinya.


Cecile bergerak mundur dan tubuh Cecile serta Vince semakin menempel. Cecile merasakan sesuatu yang keras di bagian belakang tubuhnya dan dia tahu apa itu.


"Vin ..." ucap Cecile dan kini tangan kanan Vince berpindah cepat ke area intiim Cecile hingga Cecile terpekik pelan ketika tangan Vince menelusup ke dalam celanaa dalaam istri sahnya itu.


"Aaahhh ..." Cecile mendesah kembali dan kini pahanya tampak sedikit menyilang karena merasakan hasraatnya yang kini sudah berada di puncaknya.


Vince menggunakan cara ini dengan harapan bisa sedikit mengatasi trauma Cecile. Cukup menyentuh tubuhnya tanpa melihat satu sama lain dan hanya merasakan sentuhan tangannya saja.


Tubuh Cecile sedikit membungkuk ketika jari Vince semakin masuk ke dalam area sensiitifnya.


"Kau menyukai hal ini?" tanya Vince dengan berbisik di telinga Cecile.


Cecile hanya mengangguk dan kembali mendesah karena gerakan jari Vince yang semakin liar dan intens pada pusat inti tubuhnya itu.


Vince membuka celaana dalaam Cecile agar tangannya lebih leluasa bergerak. Lalu Vince membuka celanaanya sendiri dan menempelkan miliknya pada bokong Cecile yang padat.


"Aku tak akan melakukannya malam ini. Aku hanya ingin kita sama-sama mendapat kepuasan tanpa harus memasukimu," bisik Vince.


Vince cukup mendapatkan kepuasannya hanya dengan menempelkannya saja pada bokong Cecile.


Dia tak ingin terburu-buru melakukan adegan inti mengingat kondisi Cecile yang masih sedikit ragu dan takut melakukannya.


"Kau menikmatinya?" tanya Vince.


"Hmm, apakah seperti ini rasanya?" tanya Cecile pelan dengan nada suara yang mendesah karena tangan Vince masih berada di area intiimnya.


"Ya, dan akan lebih nikmat jika kita melakukanya dari bagian depan," ucap Vince tertawa pelan sembari menjilat dan mengecup kembali leher Cecile.


"Kalau begitu aku akan melakukannya. Tutup mataku," sahut Cecile yakin.