
Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan hingga tiba hari dimana kelahiran anak kedua Angel dan Reno. Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,6 kg dan panjang 51 cm. Angel yang melahirkan bayi keduanya secara caesar karena posisi bayi yang sungsang. Selama 3 hari di rawat di rumah sakit akhirnya Angel dan Bayinya sudah diperbolehkan pulang.
Para Sahabat dan keluarga banyak yang berkunjung untuk melihat bayi tampan yang belum terlihat mirip dengan siapa, tapi dari warna kulitnya sudah dipastikan bayi mereka menurun dari sang ibu.
Reno memandikan bayi mereka yang diberi nama Farel, walaupun masih berumur 3 hari Reno tidak merasa takut memandikan bayinya, dia sudah terbiasa karena waktu Darren masih bayi diapun sering memandikannya.
Saat sedang asyik memandikan Farel, Darren masuk bersama Vika sepupunya. Sudah beberapa hari Vika menginap disini karena masih libur sekolah.
“Om tolong dong kasi tahu Papa aku supaya kasi aku adik juga, masak duluan Darren yang punya adik” curhat Vika lucu sekali.
Reno tergelak, anak-anak memang mempunyai kelucuan mereka yang kita harus bijak dalam menyikapi.
“Makanya kamu sering-sering nginap disini ya supaya cepat punya adik” kata Reno akhirnya.
Darren pun mengangguk setuju.
“Iya biar aku ada teman mainnya” kata Darren pula.
Percakapan itu pun di dengar Angel yang sedang memompa asi, dia hanya bisa geleng-geleng kepala.
Selesai memandikan anaknya, dengan Telaten Reno mendandani anaknya, menambahkan minyak telon, lotion dan perintilan lainnya. Suami yang sangat bisa diandalkan batin Angel.
Darren dan Vika pun kembali bermain di kamar itu.
“Pa tadi ponsel kamu bunyi terus” kata Angel yang masih memompa asi.
“Iya, itu pesan group, Anjas minggu depan kan nikah, jadi group sudah heboh”.
“Pantas saja, kamu kesana kan? Aku gak apa-apa kok dirumah, kan ada ibu”.
Reno kemudian mengangguk sebagai jawaban.
“Sudah lama Papa nunggu Anjas menyusul kita, jadi gak mungkin kalau gak kesana” Reno kemudian mengangkat anaknya yang sudah selesai memakai pakaian dan menyerahkan kepada Angel untuk disusui.
“Mama mau makan? biar papa ambilin”tanya Reno pada Angel.
“Nanti saja pa, tadi pas mompa mama sekalian ngemil”.
“Ya sudah, Papa mau temani Darren dan Vika makan dulu ya ma, nanti kalau mama perlu apa-apa panggil Pa” Reno mencium kening istrinya kemudian mengajak anak dan keponakannya untuk makan bersama.
Angel tersenyum, Reno memang suami idaman. Setelah menikah Angel semakin menyadari kalau bukan suami kaya yang paling penting, tetapi suami yang mau membantu mengerjakan pekerjaan istrinya, mau ikut mengasuh anak, siaga dan bisa di andalkan dan itu semua ada pada suaminya. Angel tidak meminta apa-apa lagi, baginya Reno adalah suami yang paling sempurna untuknya.
.
.
Pernikahan mereka di adakan di sebuah ballroom hotel, Anjas sudah menyiapkan dana untuk pernikahannya bahkan sebelum dia menemukan sosok pendamping, jadi uang itu sudah lebih dari cukup untuk pernikahan yang lumayan mewah.
Di atas Podium Anjas terlihat sangat tampan dengan istrinya yang tidak kalah cantik, mereka pasangan yang sangat serasi. Dia menyalami tamu yang memberikan ucapan selamat hingga tiba giliran Reno dan kawan-kawannya.
“Akhirnya kamu nyusulin kita” Reno merangkul sahabatnya dan Anjas menepuk-nepuk pundak Reno.
“Terima kasih kalian semua sudah hadir, ayo kita foto-foto sebagai kenang-kenangan “ kata Anjas.
Mereka pun mulai berfoto dengan berbagai gaya, tawa riang mereka menjadi saksi bagaimana persahabatan mereka telah terjalin selama ini, semoga kedepanya persahabatan yang sudah terjalin bertahun-tahun menjadi semakin dekat.
Ketika apa yang kita inginkan tidak bisa kita dapatkan, percayalah bahwa Tuhan sudah menyiapkan yang lebih baik untuk kita.
Karena rencana Tuhan adalah yang terbaik.
Saat pulang dari acara pernikahan Anjas, waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, Reno segera membesihkan diri ketika sampai dirumah.
Angel sudah tertidur sambil memeluk Darren , sedangkan bayi mungil mereka diletakkan di box bayi.
Angel dan Reno sepakat belum membuatkan kamar untuk Darren, mereka tidak ingin nanti Darren meranggapan setelah mempunyai adik dia merasa tidak disayang lagi.
Selesai membersihkan diri, Reno mendekati bayi kecil mereka, Bayi yang baru berusia 10 hari itu terlihat tidur dengan nyenyaknya, tidak ingin mengganggu Reno pun menuju ke Ranjang.
Dia Mencium pipi Darren sekilas dan beranjak kesisi lainnya, dia memeluk istrinya dari belakang.
" I Love my Angel" bisik Reno tepat di telinga istrinya,
Angel yang sangat mudah terusik oleh suara suara segera saja membuka matanya.
"Papa baru pulang?" tanya Angel dengan suara seraknya.
Reno mengangguk kemudian memeluk istrinya dan mencium kening istrinya dengan sayang.
"Terima kasih sudah menjadi istri dan ibu yang sempurna" kata Reno sambil membeli pipi Angel.
Angel tersenyum.
"Terima kasih juga sudah menjadi suami yang sempurna buat aku" kata Angel pula.
Lama mereka berpandangan sampai jarak mereka yang semakin dekat hingga tanpa sadar bibir mereka sudah menempel satu sama lain, ciuman yang lembut dan penuh perasaan.
TAMAT