MY ANGEL

MY ANGEL
Jadi benar?



Tak terasa sudah 1 bulan berlalu dari hari pernikahan mereka. Hari-hari mereka lalui seperti biasa , Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing, Reno bekerja di kantornya sedangkan Angel di tempat Andre, hanya ada tambahan di malam hari dengan kegiatan panas mereka yang tidak pernah absen.


Pagi ini jam 7 pagi Reno sudah siap-siap ke Kantor, karena siang harinya akan keluar kota untuk meninjau lokasi proyek baru, jadi dia memutuskan lebih pagi ke kantor untuk menyiapkan semua dokumen yang diperlukan.


Angel sedang menyiapkan sarapan pagi ditemani Mira mertuanya sedangkan Raina belum menampakkan diri dari kamarnya.


Akhir-akhir ini dia sering murung, tapi tidak pernah mau bercerita masalah apa yang sedang dihadapinya, dia lebih senang menyibukkan diri dengan bekerja.


"Sayang, aku buru-buru harus ke kantor sekarang, kamu gak apa-apa kan berangkat kerja sendiri?" tanya Reno yang menghampiri istrinya di dapur.


"Sarapan dulu dong sayang, aku kan sudah siapin buat kamu"ucap Angel meninta Reno menunggu sebentar.


"Gak sempat sayang, kalau gak sekarang berangkat takutnya gak bisa pulang hari ini"jawab Reno apa adanya.


"Ya udah aku masukin kotak bekal dulu, nanti makan di kantor ya" ucap Angel akhirnya.


Reno mengangguk setuju. Setelahnya dengan segera Angel menyiapkan bekal makan untuk suaminya.


Setelah siap dia memberikan kotak bekal itu kepada Reno dan mengantar sampai halaman rumah.


"Kamu hati-hati ya, kalau memang gak bisa pulang hari ini, lebih baik nginep dari pada ngantuk di jalan ya"pesan Angel pada Reno. Angel tidak mau Reno memaksakan diri.


"Siap sayangku, lagian nanti sama Pak Bayu juga jadi bisa gantian nyetir, maaf ya gak bisa nganterin kamu kerja"ucap Reno merasa bersalah.


"Gak papa, aku juga udah biasa nyetir sendiri"jawab Angel sambil mengelus lengan Reno.


Reno mengecup kening istrinya lama, sudah menjadi kebiasaannya seperti itu semenjak menikah, mesra-mesraan dengan istri tidak lihat tempat.


"Hati-hati" ucap Angel sekali lagi setelah ciuman Reno terlepas kemudian melambai saat Reno sudah memasuki mobil.


.


.


Angel sedang di ruang makan menikmati sarapannya dengan Mira dan juga Raina. Dia sudah rapi bersiap berangkat kerja.


"Angel, kamu ingat tidak dengan Freya?" tanya Mira saat sarapan mereka berakhir.


"Ingat bu? kenapa?" tanya Angel sambil merapikan peralatan makan mereka sedangkan Raina hanya mendengarkan.


"Katanya dia lagi butuh pekerjaan, malang sekali dia mengalami pelecehan seksual oleh boss nya sendiri, Ibu belum sempat ngomong sama Reno, kira-kira ditempat Reno perlu tambahan karyawan tidak?" jawab Mira menceritakan apa yang terjadi.


"Itu sudah termasuk tindak kriminal bu, apa sudah dilaporkan polisi?" tanya Angel terkejut.


"Katanya sudah di proses hukum, tapi tetap saja dia trauma" jawab Mira berdasarkan yang dia dengar.


"Tapi setau ku kan kak Freya memang agak-agak bu" Raina angkat bicara.


"Huss gak boleh ngomong gitu" ucap Mira menasehati anaknya.


Angel melirik jam di tangannya, "Bu , Angel ke kantor dulu ya, nanti coba aku tanya Reno apa masih ada lowongan disana apa nggak".


"Iya, hati-hati ya " balas Mira.


"Kak , aku ikut ya"ucap Raina menyusul kakak iparnya.


"Iya , Ayo" ajak Angel.


Mereka pun akhirnya berangkat bersama.


Diperjalanan menuju kantor Raina, Angel membuka suara.


"Kamu kenapa sih? Kakak lihat akhir-akhir ini murung terus" tanya Angel penasaran.


"Aku lagi patah hati kak" ucap Raina mengungkapkan isi hatinya.


"Kamu punya pacar?" tanya Angel terkejut.


"Bukan pacar sih, cuma sudah dari lama banget dia ngejar-ngejar aku, tapi sekarang tau-taunya dia sudah jalan sama cewek lain" jelas Raina.


"Kamu nolak dia palingan gak? makanya dia jalan sama cewek lain, udah dari berapa lama dia ngejar-ngejar kamu?"tanya Angel pula.


"Aku gak pernah nolak, gak nerima juga, aku belum siap kak buat nyalin hubungan sama dia, tapi setelah dia jalan sama cewek lain, aku cemburu , huhuhuhu...." Raina kemudian menangis tersedu-sedu seperti bocah.


"Lagian kamu gantungin anak orang, ya jelas lah dia nyari orang lain, berapa lama dia ngejar-ngejar kamu?" ucap Angel mengulang pertanyaannya.


Raina menghela nafas panjang sambil mengusap air matanya, "Lebih dari 5 tahun kak" jawabnya sambil menunduk.


"What???? Ya ampun Raina, selama itu, wajar aja dia nyerah, siapa orangnya?"tanya Angel tak habis pikir. Angel jadi penasaran siapa pria itu.


" Aku malu kak, soalnya kakak kenal" jawab Raina masih menundukkan kepala.


"Siapa? Rio ya?" tanya Angel asal menebak.


Raina mendelik tidak percaya, "Kok kakak bisa tahu?".


"What?????? jadi bener? Ya ampunnnn......."


Bersambung ...