MY ANGEL

MY ANGEL
Bertemu Vino



Selesai melepas rindu dengan ketiga sahabatnya, Reno kemudian mengantar untuk Angel pulang. Sebelum pulang mereka mampir ke sebuah Minimarket untuk membeli es krim karena cuaca lumayan terik.


Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke dalam Minimarket tersebut.


“Kamu mau es krim yang mana , sayang?’’ tanya Reno pada Angel. Angel tampak memilih dan mengambil satu es krim rasa coklat.


“Kamu sendiri mau yang mana sayang?” kini Angel balik bertanya pada Reno.


“Samain aja” jawab Reno karena sesungguhnya dia tidak begitu suka dengan yang namanya es krim. Reno merangkul pundak Angel kemudian berjalan menuju kasir. Setelah membayar mereka pun keluar dari minimarket menuju mobil mereka terparkir.


Saat hendak masuk ke dalam mobil, seseorang memanggil mereka berdua.


“Reno… Siska” panggil orang tersebut yang ternyata adalah Vino.


Reno dan Angel pun langsung menghampiri Vino.


“Ketemu lagi, kalian sudah mau balik? kebetulan di dekat sini ada restoran enak, ayo kita makan bareng” ajak Vino antusias sekali.


“Maaf Pak Vino, kami baru saja selesai makan” tolak Angel secara halus.


“Yah… sayang banget, padahal aku sekalian mau nunjukin rancangan event untuk proyek Mega” ucap Vino berusaha meyakinkan Angel untuk menerima tawarannya.


Angel kemudian melirik ke arah Reno dan langsung saja Reno mengangguk tanda setuju.


"Ayo.." ajak Vino karena sudah berhasil mengajak Reno dan Angel untuk ikut bersamanya.


...


Cukup 10 menit saja mereka sudah sampai di lokasi. Vino langsung memesankan menu paling popular di restoran tersebut.


“ini restoran punya teman aku, makanannya di jamin enak” kata Vino saat pesanan mereka telah sampai.


Reno dan Angel hanya mengangguk kemudian memulai memakan makanan mereka.


Tidak ada yang bersuara saat mereka makan dan hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


“Gimana enak tidak?” tanya Vino memecah keheningan.


Angel mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban, sedangkan Reno hanya diam dan memperhatikan Vino.


Sayangnya Angel tidak menyadari itu, dia tetap mengira kalau Vino hanyalah menganggap dia sebagai rekan bisnis.


Setelah selesai makan Vino kemudian memperlihatkan rancangan acara yang akan dipakai saat grand opening proyek Mega.


Selain mempunyai restoran, Vino merupakan owner dari The Marvell Event Organizer yang sudah ia dirikan beberapa tahun lalu dan usahanya sudah lumayan terkenal.


Beberapa kali dia sudah bekerja sama dengan Andre, saat ada event di perusahaan Andre, dia selalu mempercayakan Vino sebagai EO nya.


“Saya suka pak dengan temanya” kata Angel saat Vino selesai menjelaskan rancangan acaranya.


Mendengar itu senyum Vino seketika merekah.


Angel kembali membuka-buka foto yang diberikan Vino tadi, sedangkan Vino Menatap Angel dengan tatapan yang sulit diartikan.


Reno lagi-lagi kesal dengan tatapan Vino kepada Angel. Terlihat sekali kalau Vino tertarik pada Angel.


“Hem” Reno seketika menetralkan tenggorokannya, sebenarnya untuk menyadarkan Vino dari keterpesonaan Vino pada Angel. Padahal Vino sudah tau kalau antara Reno dan Angel menjalin hubungan, tapi dia seperti tidak bisa menyembunyikan ketertarikannya. Untung saja Angel tidak peka.


Mendengar deheman Reno membuat Vino buru-buru memutus tatapannya pada Angel, Vino tau kalau Reno tak suka kalau dia memperhatikan Angel. Vino kemudian tersenyum kikuk menatap Reno. Sedangkan Reno hanya berekspresi datar.


"Bagaimana kerjaan kamu Ren? lancar?" kata Vino memecah kecanggungan yang terjadi.


"Sejauh ini aman kak, Kakak sendiri bagaimana? " tanya Reno basa basi.


"Sekarang lagi full job banget, maklum musim kawin" jawab Vino terkekeh.


"Syukurlah kalau gitu, jangan cuma orang lain aja yg diurusin nikahannya kak, kakak juga harus segera" ucap Reno sengaja tentu saja.


Jleb. Vino menelan ludahnya kasar mendengar perkataan Reno.


"Doain aja supaya segera ya" Kata Vino sambil menepuk bahu Reno.


"Pasti kak, aku tunggu undangan kakak" Kata Reno tersenyum.


BERSAMBUNG... ❤