MY ANGEL

MY ANGEL
Keceplosan



5 Tahun Kemudian


4 Pria Dewasa berusia 32 tahun sedang berkumpul disebuah Café. Tidak ada yang menyangka 3 diantara 4 pria itu adalah Bapak-Bapak beranak 1. Penampilan mereka masih terlihat seperti pria berumur 20 tahunan.


Mereka adalah Reno, Rio, Andi dan Anjas. Reno sendiri sebentar lagi akan memiliki anak kedua, karena Angel sedang mengandung, usia kehamilannya menginjak 20 minggu. Anak pertama Reno dan Angel berjenis kelamin laki-laki.


Rio dan Raina  , tepatnya 3 tahun yang lalu menyusul kedua sahabatnya untuk menikah dan sudah dikaruniai Putri yang Cantik berusia 1 tahun.


Sedangkan Anjas, setelah berpikir panjang akhirnya memutuskan untuk menolak perjodohannya dengan Ratih. Sampai saat ini dia masih bedah menyendiri, padahal sangat lekat diingatan bahwa dia ingin menikah muda. Nyatanya sudah menginjak kepala 3 dia belum juga kepikiran untuk menikah.


“Jadi kapan Kamu mau nyusul kita-kita, liat tuh Reno, bentar lagi ekornya udah dua” kata Andi meledek sahabatnya.


Anjas memutar bola matanya malas, sedangkan Reno tidak marah sedikit pun malah dia bangga.


“Gimana mau nyusul kalau calon aja kagak ada” jawab Anjas kesal.


“Ya cari dong, kelakuan Kamu kayak orang patah hati aja” timpal Rio.


Anjas tersenyum kecut, memang kenyataannya dia orang yang patah hati. Apalagi berulang kali melihat kemesraan Reno dan Angel di depan matanya sendiri. Sifat Anjas yang koplak dan ceplas-ceplos memang dengan mudah mengelabui teman-temannya bahwa sebenarnya dia tidak sedang baik-baik saja.


Dia bisa seolah biasa saja ketika bersama Angel, padahal sebenarnya dalam hati dia berdebar sangat hebat.


“Tuhan, tolong pertemukan aku dengan wanita seperti Angel” seperti itulah doa yang terus Anjas ucapkan setiap hari. Hingga kini usianya sudah menginjak 32 tahun, belum juga bisa menemukan wanita yang bisa membuat hatinya bergetar.


Ibunya sudah pasrah, dia tidak ingin lagi memaksakan Anjas untuk menikah. Anjas sudah dewasa dan bisa menentukan pilihannya sendiri.


“Ren, Aku pusing sama adik mu, masak setiap satu jam harus video call, Cuma gara-gara minggu lalu Aku lupa bilang ke dia ada meeting dadakan, dia cemburu karena Aku anterin Sari teman kantor pulang” kata-kata Rio menyadarkan Anjas dari lamunannya.


“Salah kamu sendiri, ngapain nganterin si Sari pulang” jawab Reno enteng.


“Aku gak bisa nyalahin Raina juga, karena kamu juga salah”putus Reno.


“Salah kayaknya Aku cerita sama Kamu” ucap Rio tersenyum kecut.


Reno hanya tertawa menimpali.


“Tapi kalau Aku jadi Raina pasti Aku juga cemburu” Andi buka suara, “Coba sekarang gentian, Raina yang diantar teman prianya pulang, Kamu marah gak?”.


Belum membayangkan saja Rio sudah bergidik ngeri.


“Gak bisa jawab kan Kamu” ledek Andi lagi.


Anjas tersenyum kecut, dia juga ingin membicarakan istrinya dengan teman-temannya dan berbagi keluh kesah bersama. Kira-kira semua pria seperti Anjas gak ya? Punya istri untuk dibicarakan kepada teman?.


“Pasti Kamu pengen punya istri juga kan?” Tanya Reno kepada Anjas karena dari tadi dia hanya menyimak.


Lagi-lagi Anjas memutar bolanya malas.


‘’Kamu mau Aku kenalin sama team ku di kantor gak?” Tanya Reno lagi, “Namanya Tari usianya 25 tahun, lulusan S2 Manajemen Akutansi di Universitas B”.


“Mirip Angel gak?” Tanya Anjas keceplosan.


“What?” Kata Reno terkejut.


Andi dan Rio pun sama terkejutnya, sedangkan Anjas hanya bisa menggaruk tengguknya yang tidak gatal, merutuki diri yang keceplosan.


BERSAMBUNG ❤