MY ANGEL

MY ANGEL
Perjalanan Bisnis



3 hari kemudian


Angel dan Reno dalam perjalanan ke mega proyek terbaru diluar kota. Memerlukan waktu kurang lebih 3 jam menuju lokasi.


Harusnya Andre yang ikut kesana , tapi dia sengaja mengirim Angel supaya adiknya itu bisa lebih dekat dengan Reno. Sungguh Andre gemas dengan Angel, padahal sudah jelas-jelas Reno menaruh hati padanya tapi dia sama sekali tidak peka dan malah mengatakan kalau dirinya sudah menikah.


Apakabar nanti kalau Reno sampai tau kalau Angel berbohong. Bisa saja Reno akan marah besar dan semoga tidak berimbas pada kerjasama mereka.


Tentu saja Angel tidak mengetahui maksud kakak jahilnya tersebut, dia percaya saja dengan alasan yang diberikan kakaknya.


Pagi-pagi sekali Reno sudah menjemput Angel dirumahnya. Padahal bisa saja mereka datang sendiri-sendiri tapi lagi-lagi Andre mencari alasan agar Reno dan adiknya bisa berduaan.


Angel sudah menunggu di depan rumahnya dengan penampilannya yang begitu memukai di mata Reno. Padahal Angel hanya mengenakan kemeja dengan korean style serta celana bahan. Tidak lupa flatshoes karena akan berjalan cukup lama jadi Angel tidak memakai heels.Tapi seperti itu saja sudah membuat Reno terkagum-kagum.


"Cantiknya..." puji Reno dalam hati.


Tidak mungkin dia memuji cantik istri orang. Dia masih punya akal sehat.


"Maaf merepotkan ya Pak Reno" ucap Angel saat menaiki mobil Reno.


"Tidak apa-apa, biar sekali jalan juga" jawab Reno dengan tersenyum.


Melihat senyum Reno membuat Angel berdebar-debar.


"Hati tolong kondisikan" batin Angel.


"Aduh kakak ini tega banget, semoga aku tidak tegang 3 jam diperjalanan" ucap Angel dalam hati.


Angel melihat keluar jendela, melihat jalanan yang mereka lewati untuk mengusir canggung yang merasuki dirinya.


Apalagi Reno hari ini terlihat begitu tampan dengan penampilan sederhananya. Hanya kemeja putih bergaris, celana bahan dan sepatu pantofel. Sederhana sekali tapi sudah membuat Angel ketar ketir.


Demi mengusir kesunyian, Reno menyetel music di mobilnya berharap Angel mau mengeluarkan suara emasnya. Reno sangat rindu mendengar Angel bernyanyi.


‘’Kamu masih suka nyanyi kan ?’’ tanya Reno membuka obrolan.


“Suka pak, kadang-kadang saya masih suka menyanyi di kamar mandi” jawab Angel.


“Kenapa? Padahal suara kamu bagus, aku sampai terhipnotis pas denger kamu nyanyi” sahut Reno apa adanya. Suara Angel memang sebagus itu. Sayang kalau tidak di kembangkan.


Angel memukul pelan lengan Reno, “Lebay banget, emangnya saya damian yang bisa hipnotis orang” ucap Angel terkekeh. Rupanya obrolan sederhana itu bisa mengusir canggung diantara mereka.


“Aww… sakit Angel” ucap Reno pura-pura kesakitan. Reno meringis mengelus lengannya yang dipukul Angel. Tentu saja dia berpura-pura karena pukulan Angel tidak berarti apa-apa.


Angel mencebikkan bibirnya, “Masak gitu aja sakit” balas Angel.


Reno pun seketika tertawa dan tentu saja tawa itu menular pada Angel. Obrolan mereka pun mengalir begitu saja.


Reno memutar lagu hindi yang berjudul bertaut.


Walau lagu yang membuat mengantuk tapi Reno yakin kalau Angel ikut bernyanyi pasti kantuk itu akan hilang.


Demi memancing Angel bernyanyi Reno pun dengan Percaya dirinya dia bernyanyi meski suara terdengar sumbang dan tentu saja membuat Angel tertawa.


“Makanya kamu yang nanyi, kamu mau nyanyi apa?” ucap Reno yang terus membujuk Angel agar mau bernyanyi.


Akhirnya Angel menyerah.


"Lagu pesawat kertas 365 hari aja ya, supaya semangat di perjalanan" jawab Angel.


Reno senang bukan main, dia langsung memutar lagu yang diminta Angel.


Angel pun mulai mengekuarkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu daru JKT48 tersebut.


Kutatap langit di pagi hari


Ku awali hari dengan doa


Semoga satu hari ini bisa


Dipenuhi oleh senyum


Walaupun terkadang hujan turun


Dan air mata juga mengalir


Di hari yang tak berjalan dengan mulus


Besok pun tetap semangat


Di dalam mimpiku selalu


Terlihat ada diriku sendiri


Yang dengan bebasnya melakukan semua


Hal yang ingin aku lakukan


Hidup bagaikan pesawat kertas


Terbang dan pergi membawa impian


Sekuat tenaga dengan hembusan angin


Terus melaju terbang


Jangan bandingkan jarak terbangnya


Tapi bagaimana dan apa yang dilalui


Karena itulah satu hal yg penting


S'lalu sesuai kata hati


365


Di saat terlihat bintang-bintang


Atau malam yang gelap gulita


Pada saat semangatmu hilang carilah


Orang lain dan bicara


Manusia tidaklah pernah


Ditinggal sendirian saja


Terkadang kita tak menyadari


Hal baik di sekitar kita


Hidup bagaikan pesawat kertas


Terbang dan membawa cinta kita semua


Sayap yang terbentang dengan percaya diri


Walau tak tahu cara melipatnya


Suatu saat pasti akan berhasil lalu terbang


Kekuatan harapan yang menerbangkannya


Ya. mari nikmatilah 365


(JKT48)


Senyum reno terukir jelas, Dia sangat terpukau dengan suara merdu dari Angel, dia pun turut bernyanyi, mereka bernyayi duet diselingi tawa keduanya.


“Angel, bolehkan aku bertanya sesuatu?” Tanya Reno di akhir duet mereka.


“Tanya saja Ren” jawab Angel dengan senyum tipis. Angel sudah tidak berbicara formal lagi dengan Reno karena Reno sudah melarangnya tadi.


“Kata Pak Andre kamu tidak mau dipanggil Angel lagi, kenapa?” tanyanya hati-hati.


“Panjang Ren ceritanya, intinya banyak fans dari pak Daffa yang gak suka dengan kedekatan kami, sumpah demi apapun, Saya dan pak Daffa gak ada hubungan apa” jelas Angel dengan sendu. Dia masih ingat teror yang dilakukan Mella dan teman-temannya dulu.


“Aku percaya sama kamu, mulai sekarang berbagi lah denganku Angel, aku siap menjadi teman curhatmu, asal suamimu tidak keberatan” ucap Reno dengan cengiran.


Angel tersenyum kikuk berfikir bagaimana cara menjelaskan kepada Reno bahwa dia sebenarnya belum menikah.


Tak terasa mereka sudah sampai di lokasi. Mereka berdua turun dan mulai meninjau proyek mega yang sedang digarap. Cukup lama mereka disana, berbicara dengan pengurus proyek dan memberi pengarahan.


Setelah selesai urusan disana mereka kemudian memutuskan pulang.


“Sudah jam 2 kita makan siang dulu ya, didekat sini ada restoran yang cukup terkenal” kata Reno setelah mereka masuk ke dalam mobil.


‘’Boleh deh pak, saya juga sudah laper banget” jawab Angel karena dia pub sudah lapar. Dia tidak sempat sarapan tadi.


“Kok gak bilang dari tadi, kamu belum sarapan?” tanya Reno dan Angel mengangguk sebagai jawaban.


“Habis tadi Kak Andre mendadak banget ngasi tau, harusnya kan dia yang kesini” jawab Angel apa adanya.


“Ya udah kita jalan ya, dan Angel please kalau berdua jangan panggil aku pak lagi, tadi kamu udah bisa panggil nama ku, sekarang kok pak lagi” protes Reno sambil geleng-geleng kepala.


“Hahaha… maaf sudah kebiasaan soalnya” Angel melihat wajah protes Reno begitu menggemaskan.


Reno kemudian melajukan mobilnya menuju restoran yang direncanakan tadi. Dalam perjalamnan Reno sesekali melirik ke arah Angel yang sedang melihat pemandangan diluar mobil. suasana yang sejuk dan banyak pepohonan, sangat berbeda dengan di kota itu membuat Angel begitu terpesona.


"Kamu pertama kali kesini ya?" tanya Reno karena Angel tampak sangat terkesima melihat pemandangan diluar. Terlihat dari binar matanya yang nampak bercahaya.


Angel mengangguk.


"Aku dan kakak sama-sama sibuk, jadi kami jarang jalan-jalan , mungkin itu juga alasan kakak buat proyek mega disini" ucapnya seraya tersenyum.


Dalam hati Reno bertanya-tanya, kenapa setiap ada kesempatan mengobrol Angel selalu membicarakan kakaknya, tidak pernah membicarakan suaminya.


Apa benar dia sudah menikah? batin Reno.


Reno tentu sangat curiga karena tidak sekalipun Angel membahas tentang suaminya.


Bahkan sudah beberapa kali mereka pergi bersama hingga malam tapi tak sekalipun suami Angel menghubunginya.


"Aneh" batin Reno.


"Setelah menikah kamu dan suamimu tinggal dirumah Pak Andre ya?" tanya Reno saking penasarannya.


"Ah.. I.. Iya" jawab Angel terbata. Dia bahkan tidak berani menatap Reno.


"Bagaimana ini?" batin Angel.


"Bagaimana kalau dia banyak mengajukan pertanyaan tentang suami bohongan ku itu?"


"Aku harus mengarang seperti apa ya?"


Angel benar-benar merutuki kebodohannya.


"Suamimu kerja dimana?" tanya Reno pula.


"Nah lho aku harus jawab apa?"


"Berpikir Angel.. Berpikir".


Kalau jujur sekarang Angel takut Reno akan marah apalagi perjalanan pulang masih lama.


"Aku harus membuat alasan apa ya?"


"Suamiku kerja di kapal pesiar, setiap enam sampai delapan bulan bekerja baru bisa pulang ke Indonesia. Makanya aku tinggal sama kakak." jawab Angel mencari jawaban yang paling masuk akal.


Untung saja Reno langsung percaya.


"Ternyata suaminya kerja di luar negeri, pantas saja tidak pernah menghubungi" batin Reno.


"Kamu hebat ya busa LDR" puji Reno pula.


Lagi-lagi Angel hanya tersenyum canggung.


"Sudah dong Ren... Jangan tanya-tanya lagi. Aku takut gak bisa jawab nanti" batin Angel takut-takut.


Terlalu banyak berbohong takutnya nanti jawaban yang dia berikan berbeda. Angel tidak mau Reno malah menjadi curiga. Tapi untuk jujur pun Angel tidak berani.


"Kalian kenal dimana?" Rasanya Reno tidak puas bila tidak menginterogasi Angel.


Aku jawab apa lagi ini. Sudah Ren.. Please... Semoga dia tidak minta foto pernikahan. Aku cari dimana nanti?


"Dia teman SMA ku Ren" jawab Angel kemudian.


Semoga tidak ada pertanyaan lagi.


Bantu aku ya Tuhan.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, kapan kalian menikah?" tanya Reno lagi dan lagi. Rasanya dia tidak pernah puas memberikan pertanyaan pada Angel.


"Belum lama ini, tiga bulan lalu tepatnya. Kamu sendiri kapan menikah?" tanya Angel berusaha mengalihkan pembicaraan.


Reno malah tertawa mendengar jawaban Angel.


"Gak salah kamu nanya aku kapan nikah? Pacar aja aku gak punya" jawab Reno masih dengan gelak tawanya.


"Gak mau balikan aja?" tawar Angel. Sejujurnya itu memang pertanyaan dari hati Angel yang terdalam. Dia ingin tau perasaan Reno pada Melody.


Reno menggeleng mantap.


"Aku tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku tidak mau menyakiti Melody dengan tetap bersama tapi aku tidak mencintainya. Dan lagi Melody juga sudah bahagia dengan pilihannya" jawaban yang seketika membuat Angel menatap tidak percaya pada Reno.


"Sebenarnya siapa gadis yang Reno cintai itu?" Batin Angel.


Terlihat sekali kalau Reno memang lega melepas Melody. Beruntung sekali gadis itu dicintai oleh pria sebaik Reno. Andai saja dia juga menaruh hati yang sama padaku .


Tidak... Aku tidak boleh mengharapkan apa-apa. Sudah cukup dulu bagaimana sakitnya melihat Reno dengan Melody. Aku tidak mau sakit hati kedua kalinya.


Bersambung..